Aku Bukan Nona Malam

Aku Bukan Nona Malam
Eps. 93


__ADS_3

Setelah sekian lama berjalan, kini sonia duduk di pinggiran kolam yang ada di sebuah taman.


Sepi...


Itu kesan pertama untuk taman tersebut, tapi karena rasa sakit hatinya sonia tak peduli akan keadaan taman tersebut. Meski seram sekali pun.


"Hiks, hiks, hiks..." Terdengar suara tangisan sonia, dia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan miliknya.


Lalu tangisan sonia berhentik sekejap, karena ada segulung rambut di hadapannya, entah dari mana asalnya karena seingatnya tadi tak ada rambut tersebut.


Lalu mata sonia menatap sekitarnya, tak ada orang. Taman nampak sangat sepi dan gelap. Lalu tangannya mengusap leher miliknya karena bulu kuduknya mulai merinding.


Brak...


Terdengar suara dari pohon yang ada di hadapan sonia, entah suara apa. Tapi yang pasti suara itu membuat sonia mulai ketakutan. Dan terlihat ada sesuatu berwarna putih di bawah pohon besar tersebut.


"Si..a..pa..i..tu." Ucap sonia terbata-bata.


Rasa takut bercampur rasa penasaran menyelimuti sonia saat ini, lalu dengan langkah pelan sonia berjalan menuju sesuatu yang ada di bawah pohon tersebut.


Lalu tangan sonia tangan sonia hendak menyentuh sosok yang berwarna putih tersebut yang berada di bawah pohon. Lalu secara tiba-tiba sosok tersebut langsung berbalik.


"Ahhhhhhhkkkkkkk...." Terdengar teriakan sonia karena kanget melihat wajah sosok yang berada di bawah pohon tersebut, dan membuat sonia langsung terjatuh ke tanah.


"Hahahaha..." Terdengar suara tawa seorang pria, dan suara tawa itu langsung sonia kenali. "Dasar penakut." Ucapnya sambil membuka topeng yang ia kenakan.


"Faizal." Ucap sonia sambil bangkit. "Kau.. Beraninya menakut-nakuti ku." Maki sonia.

__ADS_1


"Apa ada masalah." Ucap faizal.


"Jelas, bagaimana kalau aku kena serangan jantung. Dan aku langsung mati." Bentak sonia.


"Jika kau mati, yah. Di kuburlah, masa di pajang." Ucap faizal enteng.


"ihh, dasar kau menyebalkan." Ucap sonia sambil memukul-mukul faizal.


Flasback on.


Hari sudah mulai malam, kini faizal hendak pulang setelah menyanyi di caffe. Dan tak jauh dari sana terlihat wanita yang pernah dia temui tengah berjalan sendirian menuju taman yang gelap dan sepi, siapa lagi kalau bukan sonia.


"Untuk apa dia pergi ke taman itu." Pikir faizal. Lalu terselip ide cemerlang di otaknya.


Dan untungnya tak jauh dari tempat faizal berdiri, ada salon tempat potong rambut. Dan juga ada penjual topeng seram. Lalu faizal meminta potongan rambut wanita dan untungnya di pemilik salon tersebut memberikannya, kemudian faizal langsung membeli topeng dengan wajah hantu yang seram. Dan untunya faizal tengah memakai jaket warna putih.


Lalu dengan perlahan faizal berjalan menuju arah sonia, lalu dia melemparkan rambut tersebut ke depannya. Nampak sonia langsung berhenti menangis dan menatap rambut tersebut.


Lala sonia langsung menatap pohon tersebut, dan faizal langsung jongkok di bawah pohon menunggu sonia menghampirinya.


"Si..a..pa..i..tu." Ucap sonia.


Lalu faizal langsung membalikkan tubuhnya dan terdengar teriakan sonia.


Flasback off.


Kini sonia dan faizal tengah duduk di pembatas air mancur.

__ADS_1


"Ada apa denganmu?" Tanya faizal memulai pembicaraan.


"Tak ada." Jawab sonia sambil memalingkan wajahnya.


"Ya, sudah." Ucap faizal.


Lalu sonia menghembuskan nafas, setidaknya mungkin lebih baik jika dia berbagi masalah dengan orang lain. Mungkin saja beban yang di pikirkannya akan sedikit berkurang. Pikir sonia.


Kemudian sonia langsung menceritakan masalahnya pada faizal, dari awal sampai akhir.


Terlihat faizal mendengarkannya dengan serius.


"Jadi begitu." Ucap sonia mengakhiri ceritanya.


"Kau sedih?" Tanya faizal.


"iya tentu sedih, karena kekasihku selingkuh dariku dan meninggalkanku." Jawab sonia.


"Harusnya kau bahagia bukan sedih."


"Apa kau gila, menyuruhku bahagia di saat orang yang ku cintai pergi meninggalkanku."


"Kenapa aku menyuruhmu harus bahagia? Karena dengan cara kekasihmu berselingkuh di depan matamu dan meninggalkamu demi selingkuhannya. Itu berarti Tuhan masih menyayangimu karena dia tak ingin kau bersama dengan orang yang salah, kemudian Tuhan memisahkanmu dari orang itu agar kau bisa mencari jodohmu yang sebenarnya. Memang perpisahan itu sakit, tapi jangan pikirkan sakitnya saat di meninggalkamu, tapi pikirkan sakitnya jika dia tetap bersamamu tapi dia berselingkuh dengan orang lain." Ucap faizal panjang lebar.


"Tak ku sangka kau memiliki kata-kata bijak." Ucap sonia.


"Aku memiliki banyak bakat, tapi aku tak pernah sombong." Ucap faizal.

__ADS_1


"Dasar." Jawab sonia.


Lalu tak ada lagi obrolan antara faizal dan sonia, mereka lebih memilih diam satu sama lain.


__ADS_2