
Nampak seorang wanita tengah bersandar di dada bidang seorang pria sambil melihat-lihat sebuah buku yang berisikan contoh surat undangan.
"Bagaimana kalau yang ini?" Tanya Yasmin pada Irwan.
"Hem, terserah kau saja." Ucap Irwan.
"Dari tadi jawabanmu terserah dan terserah." Oceh Yasmin.
"Terus kau ingin aku menjawab apa?" Tanya Irwan.
"Aku ingin kau memberikan pendapat mu." Jawab Yasmin.
"Bagiku semua contoh undangan ini bagus." Jawab Irwan. Dan Yasmin hanya menatapnya dengan tatapan kesal. "Hey, kenapa kau menatapku seperti itu." Ucap Irwan.
"Enggak, memangnya kau tak malu menikahi seorang janda?" Tanya Yasmin.
"Kenapa harus malu?" Tanya balik Irwan.
"Tidak hanya saja, nanti apa kata orang." Jawab Yasmin.
__ADS_1
"Aku juga seorang duda." Jawab Irwan.
"Iya tapi meski status kita sama tapi tetap saja kita berbeda. Lagi pula masa laluku kelam dan aku seorang perebut suami orang dan dulu aku hanya menikah karena harta? Memangnya kau tak takut jika aku hanya mengincar hartamu saja?" Tanya Yasmin.
"Kenapa harus takut, aku tak memperdulikan soal harta. Mau kamu cuman ngincer hartaku juga aku tak mempermasalahkan hal itu atau pun tentang masa lalu mu karena semua orang memiliki masa lalu jadi wajar saja." Ucap Irwan.
Dan Yasmin hanya tersenyum, lalu dia langsung memeluk leher Irwan. "Terimakasih." Ucap Yasmin pelan.
"Sama-sama." Balas Irwan.
Setelah merasa cocok satu sama lain, Irwan dan Yasmin pun berniat untuk melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius.
Lalu Irwan mencium pipi Yasmin sambil membelai rambutnya.
"Jika kita menikah kau ingin memiliki anak berapa?" Tanya Irwan.
"Kalau aku sih, semampu kamu ngasihnya aja." Jawab Yasmin.
"Kenapa semampu ku?" Tanya Irwan.
__ADS_1
"Iya kan gak tahu, gimana kalau kamu gak mampu ngasih banyak atau yah gitu deh." Ucap Yasmin tapi Irwan tahu apa maksud dari ucapan Yasmin itu.
"Oh, jadi kamu nantangin?" Tanya Irwan.
"Enggak, siapa juga yang nantangin." Jawab Yasmin.
"Kalau gak nantangin apa dong? Atau kamu meragukan kejantanan ku?" Tanya Irwan.
"Apaan sih? Siapa juga yang ngeraguin." Ucap Yasmin sambil menyembunyikan wajahnya di leher Irwan. Dan Irwan hanya tersenyum sambil membelai rambut milik Yasmin.
Sementara itu..
Nampak Reza tengah duduk sambil menghisap rokok miliknya, dia berhasil kabur dari anak buah Angga. Dan Reza pun langsung pergi menuju rumahnya di Jakarta.
Dia sangat kesal karena Angga bisa berhasil lolos, dan dia ingat pada ibunda Lili. Reza tak menginginkan apa-apa di dunia ini dia hanya ingin bisa menjadi anak ibunda Lili, itulah kenapa dia selalu menyamar menjadi Angga karena Reza ingin mendapatkan kasih sayang ibunda Lili sama seperti Angga.
Dan Reza ingat saat dia sedang mabuk di sebuah hotel dan tak sengaja memperkosa seorang gadis dan akhirnya semua orang menyangka itu Angga.
Tapi saat reputasi Angga hancur, tetap saja ibunda Lili masih menyayangi Angga. Reza selalu berpikir kurang apa dia, dari mukanya dan Angga sama, dan Angga memiliki reputasi buruk karena sering tidur dengan banyak wanita tapi dirinya tidak seperti Angga. Tapi tetap saja Ibunda Lili hanya bisa menerima Angga sebagai putranya.
__ADS_1
Jika ada yang bertanya kemana ayah dan ibu asli Reza, mereka sudah lama meninggal dan Reza pun sangat membenci ayah dan ibunya itu karena saat dia kecil ayah dan ibunya tak pernah menyayanginya malahan mereka selalu menyuruh Reza menjadi pengemis jalanan dan uangnya langsung mereka ambil jika Reza tak membawa uang pasti dia tak akan di beri makan, itulah kenapa dia sangat iri pada Angga, walau wajah mereka sama tapi nasib mereka berbeda.