Aku Bukan Nona Malam

Aku Bukan Nona Malam
Eps. 66


__ADS_3

Di pagi hari yang cerah terlihat widia masih terlelap dalam tidurnya sementara angga sudah bangun sejak dari tadi. Karena hari ini dia angga memilih untuk di rumah dan tak pergi ke kantor karena urusan kantor hari ini di serahkan kepada riko.


"Widia bangun." Bisik angga tepat di telinga widia. Widia yang merasakan telinganya geli langsung tersenyum dan perlahan membuka matanya.


"Bangun widia, sudah siang." Ucap angga.


"Iyah aku udah bangun kok."


Lalu mata angga menatap leher jenjang widia terdapat beberapa tanda merah hasil karya seni angga, ada rasa bangga saat melihat tanda merah tersebut.


"Ya udah, cepetan mandi sanah. Oh, iyah tadi aku udah nyuruh riko buat ngurusin kerjaan yang ada di kantor jadi hari ini aku mau temenin istri aku di rumah."


"Kamu itu yah, kasian tahu riko."


"Gak papa."


Lalu widia langsung berjalan ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.


Skip.


Tak memakan waktu yang lama widia sudah keluar dari dalam kamar mandi menggunakan sehelai handuk dan di lihatnya angga sudah tak berada di dalam kamar lalu widia berjalan menuju lemari dan mengambil baju santai yang biasa dia gunakan yaitu sebuah kaos berwarna kuning dengan garis hitam di lengan bajunya dan sebuah celana pendek berwarna hitam.


Tak memakan waktu lama widia sudah menggunakan pakaian, kini dia memoles bedak dan lipstik agar terlihat lebih cantik. Lalu dia langsung keluar dari kamar dan di dapatinya seorang ibu-ibu tengah menyiapkan sarapan.


"Anda siapa?" Tanya widia karena dia belum pernah melihat wanita paruh baya tersebut.


"Nama saya sari nyonya, saya pembantu baru di rumah ini." Ujarnya sambil memperkenalkan diri.


Dan widia hanya mengangguk dan tersenyum sebagai jawaban.


Lalu datang angga menghampiri widia.


"Wi?" Panggil angga.


"Iyah."


"Maaf aku gak ngasih tahu kalau aku udah memperkerjakan pembantu di rumah ini."

__ADS_1


"Iyah gak papa kok."


Karena sarapan sudah siap kemudian angga dan widia langsung memulai makan tapi...


"Angga, Angga, Angga. Buka pintunya angga." Teriak seseorang sambil mengedor pintu rumah angga.


Angga dan widia yang mendengar suara tersebut nampak penasaran.


"Siapa itu angga?"


"Gak tahu tapi dari suaranya kaya suara yasmin."


"Yasmin? Kok dia tahu alamat rumahmu."


"Gak tahu, biarin aja."


Tapi widia memikirkan sebuah rencana untuk membuat yasmin kapok agar dia tak mengejar lagi angga.


"Ayo." Ajak widia.


"Kemana?" Tanya angga.


Tok, tok, tok..


Suara ketukan pintu terus terdengar dan semakin kencang, lalu pintu pun terbuka dengan raut wajah senang terukir jelas di muka yasmin hendak memeluk angga tapi yang di lihatnya bukan angga tapi seorang wanita.


"Siapa kamu? Kok kamu ada di rumah pacar saya." Tanya yasmin.


"Perkenalkan nama saya widia, pacar kamu? Siapa dia?" Tanya widia.


Tak ingin meladeni ucapan widia, yasmin mendorong tubuh widia agar tak menghalangi jalannya dan di lihatnya angga tengah menatapnya dengan tatapan tak suka.


"Angga." Teriak yasmin sambil berlari memeluk angga. "Aku kangen banget sama kamu sayang."


Dan angga nampak berusaha melepaskan pelukan yasmin.


"Kenapa kamu gak suka aku peluk." Tanya yasmin dengan raut wajah memelas.

__ADS_1


"Khem." Dehem widia.


"Apaan kamu dehem-dehem, kamu pasti pembantu di rumah ini yah? Gak sopan banget pake baju kaya gitu." Ucap yasmin sambil melihat widia dari atas sampai bawah.


Tak menjawab ucapan yasmin, widia malah berjalan ke arah angga dan memeluk tubuh angga.


Yasmin yang melihat itu langsung mendorong tubuh widia agar menjauh dari angga tapi angga langsung mendorong yasmin.


"Kok kamu dorong aku sayang, harusnya kamu dorong wanita murahan itu. Dia udah berani peluk-peluk kamu." Ucap yasmin.


Tapi angga tak menjawab ucapan yasmin, dan widia yang menjawabnya.


"Maaf tadi aku belum selesai memperkenalkan diri, nama saya widia istri mas angga." Ucap widia sambil menyodorkan tangannya.


Yasmin yang mendengar itu langsung membulatkan matanya, dia tak menyangka jika wanita yang di hadapannya itu adalah istri angga.


"Omong kosong, angga itu calon suami aku gak mungkin dia nikahin kamu. Dasar wanita penggoda." Maki yasmin dan tangan yasmin hendak menampar widia tapi angga langsung menangkap pergelangan tangan yasmin.


"Iyah dia katakan bener, widia adalah istriku." Ucap angga membenarkan kata-kata widia.


"Gak mungkin, kamu janji mau nikahin aku angga. Inget aku itu cinta pertama kamu angga, kamu harus inget dulu saat kita pernah bahagia bersama." Ucap yasmin sambil memegang tangan angga tapi angga langsung menepis tangan yasmin.


"Itu dulu yasmin, dan sekarang widia adalah istriku dan kau hanyalah mantanku." Ucap angga.


Yasmin nampak sangat marah saat mendengar kata-kata itu dari angga lalu dengan berutal yasmin langsung menyerang widia tapi widia langsung mengelak.


"Dasar wanita murahan beraninya kau merebut angga dariku." Teriak yasmin.


"Saya tak merebutnya darimu, dan kenapa kau dulu menyia-nyiakannya saat angga masih sayang padamu dan kau malah meninggalkannya." Ucap widia membalas ucapan yasmin.


Dan yasmin tak bisa menjawab perkataan widia lalu dengan rasa marah yasmin langsung pergi meninggalkan rumah angga.


Setelah kepergian yasmin terlihat widia tertawa terbahak-bahak.


"Hahaha.. Aku tak kuat saat melihat wajah mantanmu itu."


"Hahaha... Aku tak menyangka jika istriku ini pintar membuat marah orang lain."

__ADS_1


Dan widia hanya tersenyum, setelah puas menertawakan ekspresi yasmin saat sedang marah. Angga dan widia kembali melanjutkan sarapan yang sempat tertunda.


__ADS_2