Aku Bukan Nona Malam

Aku Bukan Nona Malam
Eps. 67


__ADS_3

Keesokan harinya widia menjemput andi di rumah ibunda angga karena widia sudah lama tidak melihat andi dan dia sangat merindukan andi. Sementara angga dia harus pergi ke kantor karena urusan pekerjaan.


Kini widia sudah berada di kediaman ibunda angga, dengan langkah pelan dia menghampiri andi yang sedang bermain dengan sonia.


"Andi." Panggil widia seraya merentangkan kedua tangannya.


Dan andi yang melihat ibunya datang langsung berlari ke arah widia dan memeluk widia.


"Andi kangen banget sama ibu."


"Ibu juga kangen sama kamu nak."


Sementara sonia hanya tersenyum melihat ibu dan anak yang sedang berpelukan. Lalu widia melepaskan pelukan andi.


"Bunda kemana sonia." Tanya widia.


"Bunda pergi, biasa gumpul bareng temen-temen arisannya."


Dan widia hanya mengangguk sebagai jawaban.


Drettt.. Drettt.. Drettt..


Handphone sonia bergetar dan dia langsung mengangkat panggilan yang masuk ke handphonenya.


"Hallo."


"..."


"Apa apa?"


"..."


"Oh, Yah? Hmm.. Gimana yah?"


"..."


"Baiklah, aku tunggu yah."


Lalu sonia langsung mematikan panggilan tersebut.


"Kak." Panggil sonia.

__ADS_1


"Ada apa."


"Anu, aku mau jalan sama cowok aku. Bolehkan?"


"Ya tentu boleh, itukan hak kamu."


"Ya udah aku jalan sekarang yah kak, soalnya dia udah ada di depan rumah."


"Ya udah hati-hati yah."


"Dadah ponakan tante." Ucap sonia sambil mencubit pipi andi dan andi nampak tak suka saat pipinya di cubit.


Setelah kepergian sonia, widia mengajak andi untuk pulang tapi sebelum pulang mereka berencana untuk mampir ke supermarket terlebih dahulu karena widia akan membeli beberapa bahan makanan.


Di tempat lain...


Terlihat yasmin membanting-bantingkan barang-barang miliknya karena dia masih emosi soal angga yang sudah menikah.


"Beraninya kau widia merebut angga dariku." Teriak yasmin.


Beberapa pelayan yang melihat nyonya mereka tengah marah-marah tak berani menghentikannya karena mereka tak mau kena imbas amarah yasmin. Lalu tak beberapa lama datang seorang pelayan yang lebih tua menghampiri yasmin.


"Nyonya."


"Ada yang ingin bertemu dengan nyonya."


"Siapa?"


"Saya tak tahu tapi dia bilang dia ingin menyampaikan informasi yang anda minta."


Lalu mendengar ucapan dari pelayannya, yasmin langsung berjalan menghampiri orang tersebut.


"Bagaimana apa kau mendapatkan informasi yang aku minta." Tanya yasmin.


"Saya sudah mendapatkannya nona." Sambil menujukkan sebuah berkas pada yasmin.


"Bagus, mana berikan."


"Sebelum saya memberikan informasi ini, anda harus membayar saya terlebih dahulu."


Yasmin hanya memutar bola matanya lalu dia menyerahkan sebuah amplok berisi uang, dengan raut wajah senang pria itu langsung membuka amplok tersebut.

__ADS_1


Kemudian pria itu menyerahkan informasi yang yasmin minta, terlihat mata yasmin sangat telita dan mencermati semua informasi tentang widia.


"Jika nona yasmin tak mengerti saya bisa menjelaskannya."


"Jelaskanlah."


"Baiklah. Namanya widia anak dari ibu rahayu, dulu dia bekerja di sebuah tempat karaoke di jakarta dan dia memiliki kekasih bernama irwan. Karena widia hamil di luar nikah dan tak tahu siapa ayah dari anaknya lalu dia pergi ke bandung dan berpisah dengan irwan. Kemudian dia datang kembali ke jakarta setelah 8 tahun berlalu dan dia menjadi model di perusahaan pak angga." Ujar pria itu seraya menjelaskan semua informasi tentang widia.


Terlihat yasmin mencerna semua informasi yang di berikan orang suruhannya.


"Baiklah kau boleh pergi sekarang."


Lalu pria itu langsung pergi meninggalkan yasmin yang tengah memikirkan rencana licik.


"Cih, wanita yang hamil di luar nikah dan menikahi angga. Betapa murahannya dia dan angga pasti telah di bodohi oleh wanita itu."


Lalu yasmin bersiap untuk pergi ke perusahaan angga.


Di lain tempat...


Kini widia dan andi sedang berada di dalam mobil karena tadi mereka sudah berbelanja dan membuat makan siang untuk angga dan mereka akan pergi ke perusahaan angga untuk mengantarkan makan siang tersebut.


Skip.


Mobil yang di tumpangi oleh widia dan andi sudah sampai di perusahaan angga dan mereka langsung turun dari dalam mobil dan berjalan ke perusahaan. Nampak beberapa karyawan tersenyum pada widia dan widia membalas senyuman mereka.


"Widia." Teriak seseorang.


Widia yang merasa di panggil langsung membalikkan tubuhnya dan di dapatinya yasmin dengan tatapan marah berjalan ke arah widia.


Lalu yasmin melihat anak kecil yang berada di samping widia, dengan tatapan menghina yasmin menatap andi.


"Apa yang anda lakukan di sini nona yasmin." Tanya widia.


"Ya jelas bertemu dengan kekasihku. Angga." Jawab yasmin.


"Tak ku sangka urat malu mu sudah putus nona yasmin, dengan terang-tengan menyebut suami orang lain dengan sebutan kekasih." Balas widia. Nampak beberapa karyawan memandang rendah yasmin tak terima dengan ucapan itu lalu yasmin berjalan ke arah widia.


"Dan kau tak ku sangka kau masih punya nyanyi membawa anak harammu itu datang ke kantor ini." Ucap yasmin sambil memandang andi.


"Jaga ucapanmu itu yasmin." Balas widia tak terima jika anaknya di sebut anak haram.

__ADS_1


"Apa ucapanku salah? Bukankah kau dengan angga baru menikah bagaimana bisa kau memiliki anak sebesar ini? Jika bukan anak haram lalu apa?" Ucap yasmin dengan tatapan menghina.


Nampak beberapa karyawan tengah berbisik-bisik karena mereka tak menyangka jika istri pak angga memiliki anak haram. Sementara andi memegangi baju widia meski andi masih kecil tapi dia sudah mengerti apa yang di maksud oleh wanita yang memarahi ibunya itu.


__ADS_2