
1 bulan berlalu sejak pernikahan angga dan widia, kini hubungan antara mereka semakin merenggang di tambah angga yang selalu mementingkan yasmin dari pada widia.
Dan hampir tiap hari angga pasti bersama yasmin dia bahkan sudah jarang pulang ke rumah. Tapi widia berusaha bodo amat, jika ini keinginan angga maka widia akan menghormati keinginannya.
Kini widia tengah merias diri karena dia ada jadwal pemotretan tapi bukan di perusahaan angga karena widia sudah mengundurkan diri. Widia sangat muak jika harus melihat yasmin setiap hari mondar-mandir di perusahaan angga.
Kini widia sudah bekerja di salah satu perusahaan entertaimen di jakarta meski bukan perusahaan besar seperti perusahaan angga tapi widia sangat senang setidaknya dia tak perlu melihat angga dan yasmin yang terus bermesraan.
Kini widia sudah berada di perusahaan tempatnya bekerja dan semua karyawan di sana sangatlah ramah tak seperti di perusahaan angga.
"Eh, mbak widia udah dateng." Sapa lolita salah satu karyawan di perusahaan tempat widia bekerja.
Dan widia hanya tersenyum sebagai jawaban.
"Bukannya sekarang aku ada jadwal pemotretan yah?" Tanya widia.
"Jadwalnya di undur mbak." Jawab lolita.
"Kok bisa?" Tanya widia.
"Gak tahu, mungkin mbak widia bisa tanya ke pak arya."
Setelah mendengar ucapan lolita, widia langsung berjalan ke ruangan pak arya wijaya kusuma, Pak Arya adalah bos di perusahaan tempat widia bekerja. Dan termasuk pria yang sangat di idam-idamkan oleh banyak wanita karena parasnya yang sangat tampan sebelas dua belaslah dengan angga tapi bedanya pak arya terkenal sangat dingin pada wanita dan bahkan dia belum pernah melirik satu pun wanita yang berusaha mengejarnya dan ada rumor mengatakan jika pak arya gay tapi itu cuman rumor.
Tok, tok, tok...
"Siapa?"
"Ini saya widia."
"Masuk."
Setelah mendengar instruksi dari pak arya, widia langsung memasuki ruangan pak arya.
"Ada apa widia, tak biasanya kau menemuiku." Tanya pak arya dengan nada sangat dingin.
"Anu, saya ingin bertanya tentang jadwal pemotretan saya. Kok bisa di undur?"
"Oh, soal itu. Orang yang memiliki produk yang akan kau iklankan membatalkan kontraknya dia memilih bekerja sama dengan perusahaan angga aji gumilar."
Widia nampak sedikit menghela nafas saat mendengar nama angga.
"Kalau begitu saya mohon undur diri pak."
__ADS_1
"Jangan dulu."
"Ada apa pak arya."
"Apa sekarang kau sibuk?"
"Tidak, karena sekarang tak ada jadwal pemotretan mungkin saya akan pulang."
"Anu, apa kamu mau menemaniku bertemu dengan seseorang?"
"Siapa?"
"Anu aku berencana mengajaknya bekerja sama karena dia akan meluncurkan sebuah produk ternama jadi aku ingin kau ikut sebagai model yang akan mengiklankan produk itu jika kita jadi bekerja sama."
"Baiklah."
Lalu arya dan widia pergi ke sebuah caffe tempat arya akan bertemu dengan orang yang akan dia ajak kerja sama.
Skip.
Kini arya dan widia tengah menunggu kedatangan Jeki pria yang akan arya ajak kerja sama.
"Kok lama yah pak? Apa mungkin dia tak akan datang?"
"Entahlah, aku hubungi dulu dia."
"Maafkan aku widia, jeki tak akan datang."
"Iyah tak apa."
"Baiklah sebagai permintaan maaf kau mau pesan apa? Biar aku yang teraktir."
"Apa yah? Terserah pak arya aja."
"Ya udah."
Lalu arya memanggil pelayan caffe dan memesan beberapa makanan untuk widia dan juga dirinya.
Entah kenapa widia merasa aneh dengan pak arya dia sangat berbeda dengan rumor yang beredar katanya dia sangat dingin tapi bagi widia pak arya sangat ramah.
"Ada apa widia?"
"Tak ada."
__ADS_1
Tring...
Terdengar suara bel pintu caffe terdengar dan terlihat yasmin bersama angga memasuki caffe tersebut. Dan seketika mata widia langsung membulat saat melihat kehadiran angga. Entah kenapa ada perasaan sakit di hatinya saat melihat angga bersama dengan yasmin.
"Apa yang kau lihat widia." Lalu pak arya melihat objek yang widia lihat dan ternyata widia sedang melihat angga.
Angga yang tengah tersenyum pada yasmin langsung mengajak yasmin duduk di salah satu meja yang kosong dan matanya tak sengaja melihat widia tengah bersama seorang pria.
Seketika angga langsung terbakar api cemburu dia tak terima jika widia bersama dengan pria lain.
"Yasmin maaf aku tak bisa menemani mu makan."
"Kenapa angga?"
"Aku mendadak ada urusan penting, dan sebaiknya kau langsung pulang saja."
"Baiklah."
"Biar aku carikan taksi untukmu."
Lalu angga langsung mencarikan taksi untuk yasmin setelah yasmin pergi. Angga langsung menghampiri widia.
"Widia." Panggil angga.
Widia yang mengetahui jika angga menghampirinya langsung di buat kaget.
"Siapa ini widia?" Tanya arya.
Saat widia ingin menjawab ucapan arya, angga langsung menjawabnya duluan.
"Aku suaminya widia." Ucap angga sombong.
"Su..ami?" Tanya arya tak mengerti.
"Ya aku suaminya, apa widia tak menceritakan jika dirinya sudah menikah." Jawab angga.
"Oh, iyah mungkin widia belum cerita. Perkenalkan namaku Arya wijaya kusuma." Ucap arya sambil menjabat tangan angga.
"Angga aji gumilar." Ucap angga sambil membalas jabatan tangan arya.
"Wah aku tak menyangka jika suami widia adalah orang yang sangat hebat di dunia bisnis." Ucap arya memuji.
"Terumkasih atas pujiannya kalau begitu saya izin membawa istri saya pulang." Ucap angga.
__ADS_1
"Baiklah."
Lalu angga langsung menarik tangan widia meninggalkan arya yang menatapnya terus sampai widia menghilang di balik pintu caffe.