Aku Bukan Nona Malam

Aku Bukan Nona Malam
Eps. 109


__ADS_3

Keesokan harinya, nampak Angga dan andi bangun cukup siang. Widia yang melihat hal itu hanya bisa menatap jengkel ayah dan anak itu.


"Bangun..." Ucap Widia membangunkan Angga dan juga Andi.


"Apaan sih sayang, ganggu orang lagi tidur aja." Oceh Angga.


"Iya ini ibu ganggu aja." Ucap Andi sambil kembali memeluk ayahnya.


"Jika dalam satu menit kalian berdua gak bangun, kalian gak dapet jatah makan." Ucap Widia sambil berjalan pergi.


Mendengar ancaraman dari Widia, Angga dan juga Andi langsung terbangun dari tempat tidurnya. Dan mereka langsung pergi ke kamar mandi.


"Ayah.." Panggil Andi.


"Ada apa nak." Jawab Angga


"Aku mandi bareng ayah yah." Ucap Andi.


"Kamu udah gede mandi aja sendiri, biasanya juga sendiri." Ucap Angga.


"Tapi ayah, di sini airnya harus nimba. Memangnya ayah tega lihat tangan Andi yang mungil-mungil ini lecet." Ucap Andi sambil memasang wajah memelas.


"Baiklah, ayo." Ajak angga sambil memangku Andi.


Di dalam kamar mandi.


Nampak Angga dengan lengan kekarnya tengah menimba air sementara Andi tengah berendam di dalam ember.


"Semangat ayah nimba airnya." Ucap Andi sambil terus bermain dalam ember berisi air.


Dan Angga hanya tersenyum senang saat melihat putranya bahagia.


Di rasa cukup, Angga langsung menghentikan acara menimba airnya lalu dia langsung ikut mandi bersama Andi.


Sementara itu,


Terlihat Widia tengah menahan kesal karena ayah dan anak itu belum juga keluar dari kamar mandi.


"Kok lama banget sih." Ucap Widia. Lalu dia langsung berjalan ke kamar mandi.


Tok, tok, tok..


"Cepetan mandinya." Ucap Widia.


"Iya Bu sebentar lagi." Jawab Andi dari dalam.


Kemudian Widia kembali ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk Angga dan Andi.

__ADS_1


Kini Angga dan Andi sudah selesai dengan acara mandi mereka, dan Angga juga memangku Andi dan membawanya ke dalam kamar.


Tak beberapa lama kini mereka berdua sudah selesai berpakaian, dan mereka langsung berjalan ke dapur. Dan di sana sudah ada Widia tengah mengetuk-ngetuk meja makan.


"Ibu kenapa?" Tanya Andi.


"Gak papa." Jawab Widia.


"Oh, iya tadi Andi sama ayah mandi bareng." Ucap Andi.


"Terus, seru gak?" Tanya Widia.


"Seru banget. Tadi pas ayah lagi mandiin aku ayah bilang nanti punya aku bakal Segede punya ayah, tapi aku gak ngerti apa maksudnya. Terus kata ayah harus tanya ke ibu, emang maksudnya ayah apa Bu?" Tanya Andi.


Dan Widia menatap jengkel suaminya yang mengajarkan hal kotor pada Andi. "Andi sayang, kalau ayah kamu ngajarin sesuatu jangan kamu dengerin. Oke." Jelas Widia.


"Tapi bu.?" Tapi ucapan Andi langsung di potong oleh Widia.


"Udah cukup sekarang kita makan." Ajak Widia.


"Nenek sama kakek sobur kemana?" Tanya Andi.


"Nenek sama kakek pergi ke sawah." Ucap Widia.


"Ke sawah? Untuk apa?" Tanya Angga.


"Andi pengen ke sawah Bu." Ucap Andi.


"Oke, sayang. Nanti udah makan kita ke sawah." Ucap Widia.


Dan Angga langsung membulatkan matanya saat mendengar hal itu. "Gak boleh." Ucap Angga.


"Kenapa ayah?" Tanya Andi sambil melihat ke arah ayahnya.


"Andi sayang, di sawah itu kotor nak. Nanti banyak kuman, kalau kamu sakit gimana." Ucap Angga.


"Tapi ayah, Andi pengen ke sawah. Please.." Ucap Andi sambil memasang wajah memelas.


"Baiklah, tapi ingat kau tak boleh sampai kotor. Kau harus tetap jaga kebersihan." Ucap Angga menjelaskan.


"Siap bos." Ucap andi senang.


Dan Angga hanya tersenyum sambil mengacak-acak rambut putranya itu.


"Kalau gitu sekarang kita makan." Ucap Widia.


Lalu Angga melihat lauk pauk yang ada di meja makan, dan sekarang Angga bisa bernapas dengan lega karena makanannya saat ini adalah makanan yang layak untuk di makan tidak seperti kemarin.

__ADS_1


Kemudian mereka langsung memulai acara makan dengan penuh ketenangan.


Tak beberapa lama acara makan tersebut sudah selesai, terlihat Widia tengah membereskan piring-piring kotor yang tadi mereka pakai.


"Sayang." Panggil Widia.


"Apa." Jawab Angga.


"Kamu gak siap-siap." Tanya Widia.


"Siap-siap untuk apa?" Tanya Angga.


"Ya siap-siap buat pergi ke sawah lah." Jelas Widia.


"Aku gak mau ke sawah." Ucap Angga.


"Ya udah, aku sama Andi mau ke sawah. Jadi kamu jaga rumah aja yah." Ucap Widia sambil mengelap tangannya yang basah.


"Jadi maksud kamu aku di tinggalin sendiri gitu." Tanya Angga.


"Iya." Jawab Widia.


"Enggak-enggak. Aku mau ikut." Ucap Angga.


Lalu tak beberapa lama datang Andi yang sudah siap berganti pakaian dengan kaos berwarna hitam dan celana pendek yang berwarna biru.


"Ibu ayo." Ajak Andi..


"Iya sayang. Ayo." Ucap Widia.


"Tunggu aku mau nganti pakaian dulu." Ucap Angga.


"Gak ah, ayah pasti lama." Ucap Andi.


"Sebentar kok." Jawab Angga.


"Kamu nyusul aja, sawahnya juga deket kok." Jawab Widia.


"Baiklah." Jawab Angga.


"Ya udah, jalannya ke belakang rumah, setelah itu kamu tinggal lurus aja ikutin jalan setapak. Udah deh sampe." Jelas Widia.


Dan Angga hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti, lalu Andi dan Widia langsung meninggalkan angga.


•Bagaimana keseruan Angga saat berada di sawah. Penasaran? Ikutin terus ceritanya. 😁


Jangan lupa like dan Votenya yah.

__ADS_1


__ADS_2