Aku Bukan Nona Malam

Aku Bukan Nona Malam
Eps. 42


__ADS_3

Lelah dengan hari ini widia memilih langsung pulang ke apartemen mbak lala, mungkin besok dia akan melihat-lihat apartemen barunya sekalian pindah. Lagi pula riko juga sudah memberikan alamatnya pada widia beserta sandi apartemennya.


"Ibu." Panggil andi.


"Iyah nak, ada apa?" Tanya widia.


"Ibu abis dari mana." Tanya andi.


"Ibu abis kerja sayang." Jawab widia.


Dan andi hanya mengangguk sebagai jawaban.


Terlihat widia mencubit kedua pipi andi, dan saat widia melihat dengan teliti wajah putranya tak di sangka jika putranya sangat mirip dengan angga.


"Kamu belum tidur?" Tanya widia.


"Belum bu, andi belum ngantuk." Jawabnya.


"Hmm, tapi sekarang kamu harus tidur karena besok kita akan pindah rumah." Ucap widia.


"Beneran bu." Tanya andi.


"Beneran sayang." Jawab widia sambil membelai wajah andi.


Terlihat andi kegirangan saat mendengar dirinya akan punya rumah baru, widia yang melihat andi kegirangan langsung memeluk tubuh putranya dan mengajaknya untuk tidur.


Keesokan harinya widia tengah membereskan barang-barang milik keluarganya karena sekarang dia akan pindah ke apartemen miliknya sendiri.


Dan sekarang widia hanya akan tinggal berdua dengan andi di apartemennya yang baru karena ibu rahayu pergi ke rumah saudara almarhum ayah widia dan dia akan tinggal di sana.


Sebenarnya widia tak mau jika ibunya tinggal dengan orang lain, tapi apa boleh buat itu keinginan dari ibunya.


Skip.


Kini widia sudah berada di depan apartemen barunya.

__ADS_1


"Apa yah sandinya." Lalu widia memikirkan kata sandi yang riko berikan padanya. "Oh, iyah." Kemudian widia menekan beberapa angka dan pintu apartemennya pun terbuka.


Terlihat andi sangat takjub ketika pintu apartemen terbuka.


"Ibu rumahnya bagus banget." Ucap andi.


"Ya udah kamu sekarang boleh pilih kamar yang kamu suka." Jawab widia.


"Beneran bu?" Tanya andi.


"Beneran sayang." Jawab widia.


"Hore..." Teriak andi kegirangan.


Dan widia hanya bisa tersenyum saat melihat putranya bahagia.


Drertt.. Drertt.. Drertt..


Handphone widia bergetar dan saat widia melihat nama yang tertera di layar ponselnya widia langsung mengangkat panggilan tersebut.


"Kamu dimana wi."


"Aku di apartemen, emangnya ada apa."


"Mbak cuman mau ngingetin 1 jam lagi akan ada pemotreran, kamu jangan sampai telat yah."


"Iyah mbak."


Lalu widia langsung menutup panggilan tersebut, dan untungnya dia sudah menyewa pengasuh untuk andi jadi widia tak perlu khawatir saat meninggalkan andi sendirian di rumah.


Lalu widia langsung pergi ke kamarnya dan segera bersiap-siap untuk pergi ke studio foto.


Skip.


Setelah selesai widia langsung keluar dari kamar dan terlihat andi tengah duduk di sofa sambil menonton tv.

__ADS_1


"Andi ibu pergi kerja dulu yah." Ucap widia.


"Tapi aku gak mau sendirian." Jawab andi.


"Bentar lagi pengasuh kamu dateng." Ucap widia.


Tok, tok, tok...


Terdengar suara ketukan di pintu apartemen widia, lalu widia langsung membuka pintu tersebut.


"Permisi, apa anda bu widia."


"Iya benar."


"Saya susi bu, pengasuh yang ibu minta."


"Oh, jadi kamu pengasuhnya. Mari silahkan masuk."


Lalu widia mengajak susi untuk masuk.


"Andi, kenalin ini bibi susi yang akan nemenin kamu saat ibu kerja." Ucap widia.


"Iyah bu." Jawab andi.


Setelah menerangkan segsla kebutuhan andi kepada susi, widia langsung berangkat menuju tempat kerjanya. Dan dia tak ingin terlambat karena itu bisa merusak reputasinya sebagai model baru.


Skip.


Kini widia sudah berada di studio foto, dengan jalan tergesa-gesa widia menghampiri riko.


"Apa aku telat." Tanya widia.


"Gak kok, ya udah sanah kamu ke ruang make up." Suruh riko.


Lalu widia pergi ke ruang make up, setelah cukup lama kemudian widia keluar dengan tampilan yang natural namun sangat cantik kini dia akan berfoto untuk produk kecantikan yang di keluarkan oleh perusahaan angga.

__ADS_1


__ADS_2