Aku Bukan Nona Malam

Aku Bukan Nona Malam
Eps.96


__ADS_3

Dengan langkah malas angga berjalan menuju rumah pak bayu, tak lupa juga widia ikut membuntuti suaminya.


"Assalamu'alaikum." Ucap angga.


"Wa'alaikum salam. Eh, angga. Ada apa ini kamu kok ke rumah saya." Tanya pak bayu.


"Maaf ini, saya mengganggu bapak." Ucap angga sopan karena pak bayu lebih tua darinya.


"Tak mengganggu kok, mari masuk." Ajak pak bayu.


"Tak perlu pak, kami di sini cuman sebentar kok." Ucap angga.


"Oh, memangnya ada apa?" Tanya pak bayu.


"Saya ingin beli pete milik bapak, apa boleh?" Tanya angga.


"Aduh, angga-angga. Memangnya kamu suka peta?" Tanya pak bayu.


"Enggak, bukan saya tapi istri saya. Dia pengen pete punya pak bayu." Ucap angga.


"Oh, iya. Saya baru inget kalau tadi istri kamu minta pete. Tapi saya gak kasih, kasian wanita cantik makan pete. Nanti bau mulut." Ucap pak bayu.


"Tuh, Kedenger gak wi?" Tanya angga pada widia, dan widia hanya memutar bola matanya.


"Emang istri kamu suka makan pete?" Tanya pak bayu.


"Enggak baru kali ini, saya juga heran. Kok gak biasanya dia mau makan pete." Ucap angga.


"Oh, lagi ngidam kali." Ucap pak bayu.


Seketika angga langsung mencerna ucapan dari pak bayu, kenapa angga tak pernah kepikiran ke sanah yah.

__ADS_1


"Mungkin." Jawab angga.


"Mas mana petenya?" Ucap widia pada angga.


"Iya sebentar." Jawab angga. "Saya harus bayar berapa?" Tanya angga sambil mengeluarkan dompetnya.


"Tak usah bayar, Toh. Kita jugakan tetanggaan udah lama." Ucap pak bayu.


"Tapi saya tak enak jika tak membayar." Ucap angga.


"Kenapa harus tak enak, lagi pula kita sudah lama jadi tetangga." Ucap pak bayu.


"Baiklah, terimakasih." Ucap angga.


"Tunggu sebentar saya ambilkan dulu petenya, kemarin saya ngambil banyak sekarang ada di dapur." Ucap pak bayu sambil hendak pergi.


"Tunggu..." Ucap widia.


"Ada apa?" Tanya angga dan begitu pun pak bayu langsung menghentikan langkahnya.


"Tapi wi, itu juga sama. Sama-sama pete." Ucap angga sambil menahan kekesalannya.


"Gak mau, pokoknya harus dari pohonnya." Rengek widia.


"Baiklah." Ucap angga pasrah.


"Kalau begitu saya nyuruh si ujang buat manjat pohon petenya. Yah." Ucap pak bayu.


"Gak boleh." Ucap widia.


"Apa lagi sih wi." Ucap angga.

__ADS_1


"Aku gak mau orang lain yang manjat, aku maunya kamu yang manjat pohon petenya." Rengek widia.


"Apa bedanya wi, yang penting petenya di ambil langsung dari pohon wi." Ucap angga frustasi.


"Gak mau, pokonya harus kamu yang manjat." Ucap widia.


"Tapi aku gak bisa manjat wi, kamu mau aku jatuh terus tulang aku patah?" Ucap angga.


"Aku ini lagi ngidam angga, kamu mau nanti anak kita dari mulutnya keluar air liur terus. Kamu mau?" Tanya widia tak kalah garang.


Dengan terpaksa angga menuruti ucapan widia, lalu angga berjalan ke arah pohon pete. Di lihatnya pohon pete itu sangat tinggi, "Dasar istri gak ada akhlak, nyusahin suami." Oceh angga.


Lalu dengan perlahan angga mulai menaiki pohon pete itu, terlihat angga sangat kesusahan saat memanjat pohon pete itu, tapi demi istri tercinta angga rela melakukan hal itu. (Suami idaman gays😎)


"Semangat sayang naikin pohon petenya. Naikin aku aja kamu bisa masa cuman naikin pohon pete aja gak bisa." Ucap widia setengah berteriak.


Dan angga hanya bisa menahan malu karena ucapan widia yang terlalu vulgar. Dengan perlahan angga sudah berada di cabang yang paling atas. Lalu angga mulai mengambil pete tersebut dengan hati-hati karena dia takut jika cabang pohon yang dia injak itu patah.


"Ah, dapat." Ucap angga sambil menggenggam satu papan pete.


Kretttt...


Terdengar suara kayu yang hampir patah, seketika angga langsung membulatkan matanya.


"Ahhhkkkkkk..." Terdengar teriakan angga di iringin oleh suara jatuhnya dahan pohon pete.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Jangan lupa mampir yah ke Novel Author.


- Terpaksa menikahi pria Tuli

__ADS_1


-Cinta si gadis buta.


Langsung cek aja profil Author yah 😊


__ADS_2