
Kini hari sudah mulai menjelang malam, dan hari ini hari pertama Kila tinggal di asrama. Nampak beberapa orang terlihat menatap Kila dengan tatapan sinis dan meremehkan. Karena umur Kila yang masih kecil dan dalam umur seperti itu harusnya Kila berada di TK.
"Kamu anak baru yah." Tanya salah seorang anak gadis pada Kila.
"Iya kak, Kila anak balu." Ucap Kila.
"Hahaha, ngomong aja basih cadel. Kila anak balu.. Hahaha.." Ejek gadis itu yang umurnya sedikit lebih tua dari Kila.
"Aku heran kenapa yah, sekolah ini masukin anak TK kaya kamu." Ucap gadis itu yang namanya adalah Ana. Dan Kila hanya tersenyum lalu dia pun pergi menjauh dari kerumunan gadis-gadis yang tengah tertawa mengejek Kila.
Lalu Kila langsung berjalan menuju tempat dia tidur, dan dalam satu kamar terisi 4 orang. Dan saat Kila masuk nampak ketiga orang teman sekamar memberikan sambutan hangat.
"Kamu anak baru?" Tanyanya.
"Iya." jawab Kila.
"Kenalkan aku Fika, ini Intan dan yang ini Rossa." Ucap Fika memperkenalkan dirinya dan juga teman-temannya.
"Saya Kila." Ucap Kila mempernalkan diri.
"Kamu keliatan sangat kecil, kayanya umur kamu juga belum 7 tahun." Ucap Intan.
__ADS_1
"Iya kak, Kila balu umul 5 tahun tapi bulan depan Kila 6 tahun." Ucap Kila.
"Oh, pantas saja. Apakah bicaramu memang seperti itu?" Tanya Intan. Dan kila menganggukkan kepalanya.
"Gini Kila, di asrama ini walau umurmu masih kecil tapi kau harus bersikap seperti orang dewasa. Kita harus mandiri, dan yang pertama kau harus mengubah cara bicaramu itu." Ucap Rossa.
"Baik kak." Jawab Kila, lalu mereka mengajarkan Kila bagaimana berbicara baik dan benar. Dan Kila pun sangat senang bisa mempunyai teman seperti mereka bertiga.
Sementara itu...
Kini mobil Angga sudah sampai di kediamannya, nampak andi keluar dari dalam mobil dengan keadaan pusing. Dan Angga pun langsung siap siaga menggendong tubuh Andi dan membawanya ke dalam kamar.
Setelah membawa Andi ke dalam kamar, Angga langsung menyusul Widia yang sudah berada di kamar.
"Kamu kenapa?" Tanya Angga.
"Aku pusing." Jawab Widia, lalu Angga mengambil kayu putih dan mengoleskannya pada kening Widia dan memijat-mijat kepala Widia dengan lembut.
"Kita periksa saja." Ucap Angga.
"Gak usah, nanti juga mendingan kok." Jawab Widia. Nampak Widia sangat pusing, mungkin karena dia kelelahan.
__ADS_1
"Kalau begitu kau istirahat dulu, aku akan panggilkan dokter." Ucap Angga, lalu Angga langsung menelpon dokter pribadinya dan menyuruhnya datang kemari.
Nampak Widia hanya terbaring sambil menyelimuti tubuhnya dengan selimut, Angga semakin khawatir dengan keadaan Widia.
Tak beberapa lama dokter pun datang, lalu dia langsung memeriksa keadaan Widia.
"Bagaimana keadaan istriku apa dia baik-baik saja." Tanya Angga.
"Dia baik, mungkin karena dia kecapean. Dan untuk saat ini biarkan dia istirahat agar kondisinya kembali pulih." Ucap dokter tersebut.
"Baiklah." Jawab Angga.
Di kamar Andi...
Nampak Andi sangat bahagia saat gadis jelek itu sudah tak ada lagi di rumah ini, tapi entah kenapa hatinya merasa kesepian karena tak ada orang yang bisa Andi ejek lagi.
"Apa yang kau pikirkan, kau harusnya bahagia." Ucap Andi pada dirinya sendiri.
Lalu Andi langsung memejamkan matanya, dan mulai tertidur, karena besok adalah hari baru untuknya dan juga keluarganya.
Sementara itu di asrama..
__ADS_1
Nampak Kila tengah memeluk guling miliknya, dia tak bisa tidur karena ini kali pertama dia di asrama. Nampak air mata Kila mulai menetes, dia mulai merindukan ibunya yang sudah pergi jauh.
Lalu Kila langsung menghapus air matanya, dan dia pun langsung memejamkan matanya untuk segera tidur. Karena besok adalah hari baru untuk kehidupan Kila.