Aku Bukan Nona Malam

Aku Bukan Nona Malam
Eps. 117


__ADS_3

Kini terlihat Irwan tengah duduk santai sambil meminum minumannya, dan di depan ya sudah ada sahabat baiknya yaitu Iyan.


"Bro, kamu kenapa? kok ngelamun terus?" Tanyanya sambil meminum minumannya.


"Gak papah kok." Jawab Irwan.


"Hemm, aku tebak. Pasti masalah asmarakan." Ucapnya sambil menatap Irwan.


"Apaan sih, so tahu kamu." Jawab Irwan.


"Hahaha... Kalau menurut ku yah, jika kamu suka sama cewek kamu harus kejar dia bro, nanti dia keburu di ambil orang. Kalau udah di ambil orang baru tahu rasa kamu." Ucap Iyan.


Dan Irwan hanya terdiam saat mendengar ucapan dari Iyan, karena yang Iyan katakan ada benarnya juga. Tapi masalahnya apakah cintanya tak bertepuk sebelah tangan, bagaimana jika cintanya bertepuk sebelah tangan?


"Bagaimana jika cintaku bertepuk sebelah tangan?" Tanya Irwan pada sahabatnya.


"Lebih baik mencoba dulu, soal dia menerima mu atau tidak itu belakangan." Ucap Iyan.


Dan Irwan langsung terdiam, lalu terukir sebuah senyuman misterius di wajah Irwan.


Sementara itu di tempat lain...


Terlihat kini Angga tengah merapihkan tempat tidurnya, karena dia dan Widia akan segera tidur. Lalu tak beberapa lama datang Widia dengan piyama tidur miliknya.


"Aku ngantuk banget." Ucap Widia sambil menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang.


Lalu Angga langsung membenarkan posisi tidur Widia, setelah itu Angga langsung memeluk erat tubuh Widia. Lalu tangannya langsung mengusap-usap perut Widia.


"Aku tak sabar menantikan kehadiran bayi kecil kita." Ucap Angga.


Widia yang mendengar hal itu langsung tersenyum sambil melihat Angga, dan kini Angga tengah menciumi perut Widia. Dan Widia semakin senang saat Angga melakukan hal itu.


"Sekarang kamu tidur, kamu harus jaga kesehatan kamu." Ucap angga.


Lalu perlahan Widia mulai menutup mata, dan tak beberapa lama terdengar dengkuran halus dari mulut mungil Widia.


Terasa Widia sudah tertidur pulas Angga langsung melepaskan pelukannya Widia secara perlahan, dan dia langsung turun dari atas ranjang.


Lalu Angga langsung mengendap-endap keluar dari kamar tidurnya, dan perlahan dia langsung berjalan ke kamar anak pertamanya.


Tok, tok, tok...


Angga mengetuk pintu kamar tidur Andi, dan secara perlahan pintu kamar pun terbuka.


"Ayah, apa ibu sudah tidur?" Tanya Andi.

__ADS_1


"Iya." Jawab angga lalu Angga langsung masuk ke kamar Andi.


Setelah masuk ke kamar Andi, Angga langsung duduk di ranjang empuk milik putranya itu. Kemudian Angga langsung mengeluarkan handphonenya.


"Ayo kita mabar, nak." Ucap Angga sambil membuka aplikasi game online.


"Oke, ayah." Jawab Andi, sambil melakukan hal yang sama.


Terlihat kehebohan antara ayah dan anak tersebut saat memainkan salah satu game online.


Sudah hampir 3 jam Angga dan juga Andi memainkan game online tersebut, dan tak lupa juga mereka menyediakan cemilan untuk mengajak perut mereka.


Tapi tak terlihat raut wajah mengantuk di antara keduanya, malahan mereka nampak segar.


Sementara itu...


Kini Yasmin tengah berbaring di atas ranjang empuk miliknya, dia masih memikirkan tentang senyuman Irwan yang seperti mengandung arti lain.


Dan entah kenapa hari ini dia tak bisa tidur, dan sudah berusaha keras Yasmin memejamkan matanya tapi dia tetap tak bisa tidur.


"Arrggg.. Sudah jam berapa ini, aku tak bisa tidur dari tadi. Bagaimana ini? Di tambah besok ada pemotretan lagi." Ucapnya.


Untuk mengusir rasa jenuhnya, Yasmin langsung membuka handphone miliknya dan dia langsung menyalakan data seluler. Dan tak beberapa lama ada beberapa notip pesan masuk dari aplikasi WhatsApp


Dan saat dia melihat dari siapa pesan tersebut, nampak Yasmin langsung tersenyum karena pesan tersebut dari Irwan. Dengan buru-buru Yasmin langsung membalas pesan tersebut.


Dan tak beberapa lama terdengar notip pesan masuk ke handphonenya. Lalu Yasmin pun langsung melihat handphonenya, dan ternyata Irwan membalas pesannya


"Kamu lagi apa?"


"Aku lagi tiduran aja."


"Kenapa belum tidur?"


"Belum ngantuk aja."


Hampir 5 menit tak ada lagi balasan dari Irwan, tapi WhatsApp online.


"Mungkin dia sedang sibuk dengan cewek lain." Pikir Yasmin. Lalu Yasmin kembali menyimpan handphone nya di samping tempat tidurnya.


Drettt... Drettt.. Drett..


Handphone Yasmin bergetar, lalu dia melihat siapa yang menelponnya dan rupanya yang menelponnya adalah Irwan.


Dengan hati berbunga-bunga Yasmin langsung mengangkat panggilan tersebut.

__ADS_1


"Hallo."


"Iya, hallo pak."


"Apa aku ganggu?"


"Enggak kok."


"Kamu lagi apa?"


"Lagi tiduran.. Hahaha.."


"Kenapa tertawa ada yang lucu?"


"Tentu, karena itu pertanyaan yang sungguh konyol."


"Konyol? Bagaimana bisa."


"Tentu, kau tahu aku sedang telponan denganmu tapi kau tanya aku sedang apa?"


"Hahaha.. Iya iya. Maaf tadi cuman basa-basi saja. Agar ada obrolan."


"Iya gak papah."


Setelah itu Irwan dan Yasmin kembali mengobrol, terdengar tawa antara keduanya.


Di tempat lain...


Kembali lagi ke kediaman Angga, hari sudah muali menjelang malam. Dan kini waktu sudah menunjukkan pukul 02:00 dini hari. Nampak Andi sudah mulai mengantuk.


"Ayah, Andi sudah ngantuk." Ucap Andi sambil menguap.


"Ya udah, kita udahin dulu. Sekarang kamu tidur." Ucap Angga.


Dan Angga langsung memangku tubuh mungil Andi dan langsung menidurkan tubuh Andi di atas ranjang. Tak lupa dia juga menyelimuti tubuh Andi, setelah Andi tertidur Angga langsung kembali ke kamarnya.


Dan secara perlahan Angga membuka pintu kamarnya, dia takut jika dia membangunkan Widia. Dan Widia pasti akan memarahinya habis-habisan.


Saat Angga hendak naik ke atas ranjang, dan seketika Widia langsung membuka mata.


"Sayang kamu dari mana?" Tanya Widia setengah mengantuk.


"A..ku dari kamar mandi sayang." Ucap Angga.


"Oh." Ucap widia, lalu dia langsung kembali tidur.

__ADS_1


Dan Angga langsung bernafas lega karena Widia tak mengetahui jika dirinya tadi bergadang dengan Andi, setelah itu Angga langsung ikut tidur di samping Widia.


โ€ขSelamat hari raya idul adha bagi yang merayakan ๐Ÿ™‚๐Ÿ™‚๐Ÿ™‚


__ADS_2