
Malam ini widia tengah merias wajahnya karena malam ini dia dan angga akan pergi ke sebuah pesta makan malam yang formal.
"Apakah kau sudah siap?" Tanya angga sambil membetulkan kancing baju miliknya.
"Sebentar lagi selesai kok." Jawab widia.
Lalu tak beberapa lama widia menghampiri angga dengan sebuah gaun berwarna hitam yang memperlihatkan lekuk tubuhnya dan bagian punggungnya yang terbuka dengan rambut di gelung dan ada beberapa helai rambut yang di biarkan tergerai tak lupa juga dengan make up yang naturan menambah kesan cantik untuk widia.
"Kau sangat cantik." Ujar angga sambil terus menatap widia.
Dan widia hanya tersenyum menanggapi ucapan angga, lalu widia mengambil jas milik angga dan memasangkan jas tersebut pada tubuh milik angga.
Setelah memasangkan jas tersebut hidung widia mencium aroma tubuh angga. "Aku suka aroma farpum mu itu." Ujarnya sambil merapikan jas angga.
Di rasa sudah cukup widia dan angga langsung keluar dari dalam rumahnya dan berjalan menuju mobil yang sudah siap di depan rumah. Dan di dalam mobil sudah ada riko yang siap menjadi supir untuk malam ini.
Kini mobil yang di tumpangi oleh angga dan widia sudah mulai melaju di jalan raya yang tidak terlalu padat dengan kendaraan. Tak ada obrolan antara angga dan widia ataupun riko mereka lebih memilih diam membisu, sementara widia terus menatap jalanan yang dia lalui, entah kenapa perasaannya tak enak dia merasa akan ada sesuatu yang buruk akan menimpa dirinya.
"Angga!" Panggil widia.
"Ada apa wi?" Tanya angga sambil menatap widia.
"Hatiku tak enak." Ujarnya.
"Maksudmu?" Tanya angga tak mengerti.
"Aku merasa akan ada sesuatu yang akan terjadi dan akan membuatku menangis." Jelas widia.
"Tak akan ada wi, itu hanya mitos dan itu hanya perasaanmu saja. Percaya padaku, Oke." Ucap angga menenangkan.
Lalu widia kembali menatap jalanan kota yang mulai sepi, pikirannya masih melayang pada banyak hal.
Tak terasa mobil yang di tumpangi oleh angga dan widia sudah sampai ke tempat di selenggarakannya pesta makan malam tersebut.
Lalu widia langsung turun dari dalam mobil, betapa takjubnya dia saat melihat kemewahan gedung tersebut dan lagi sudah tersedia karpet merah untuk menyambut para tamu undangan. Bagi widia ini seperti bukan pesta makan malam.
Lalu angga menggandeng tangan widia dan tersenyum pada widia dengan tatapan yang mengartikan "Jangan khawatir ada aku." Lalu widia membalas senyuman angga dan mengikuti langkah angga memasuki gedung tersebut.
Saat widia memasuki gedung tersebut betapa takjubnya widia saat milihat isinya, bagaikan sebuah istana pikir widia. Lalu mata widia melihat sekumpulan wanita dengan tampilan dan baju-baju yang sangat mahal dan widia merasa tak sekelas dengan mereka.
Lalu angga mengajak widia untuk menemui seorang koleganya pak hermawan.
__ADS_1
"Ah, Ceo angga tak ku sangka anda akan datang." Ucap hemawan sambil menyodorkan tangannya pada angga.
Dan angga membalas jabatan tangan dari pria tersebut.
"Ah, ini adalah pesta yang berkelas dan merupakan kehormatan saya bisa datang ke sini." Jawab angga.
"Ah, dan yang di sampingmu itu siapa?" Tanya hermawan sambil menatap widia.
"Ah, kenalkan ini istriku. Widia." Ucap angga.
"Hermawan saputra." Ucapnya sambil menjabat tangan widia dan widia membalas jabatan tangan tersebut.
"Widia." Balas widia.
"Tak ku sangka anda sudah menikah, kenapa saya tak di undang?" Tanya hermawan.
"Pernikahan ku di lakukan dengan sangat sederhana karena itu kemauan dari istriku sendiri." Jawab angga.
"Ah, bagus sekali. Zaman sekarang sudah jarang wanita seperti istri anda." Puji hermawan.
"Anda terlalu berlebihan." Ucap angga.
"Siapa tadi?" Tanya widia.
"Hermawan."Jawab angga.
"Oh."
"Jangan terlalu dekat dengannya dia termasuk fakboy." Ucap angga dan widia menganggukan kepala tanda mengerti.
Tak sedikit kaum hawa yang melirik angga bahkan ada yang terang-terangan menggoda angga di depan widia tapi angga langsung memasang wajah dingin dan kejam di depan para wanita tersebut karena wajah ramahnya hanya untuk widia seorang.
Terlihat seorang wanita cantik tengah meminum wine miliknya sambil terus menatap angga.
"Siapa wanita yang bersama angga?" Tanyanya pada teman di sebelahnya.
"Aku tak tahu." Jawab teman di sebelahnya.
Lalu wanita itu kembali meminum wine miliknya.
Kini angga dan widia memasuki sebuah ruangan khusus untuk mereka dan di dalam ruangan itu sudah ada beberapa orang yang tengah duduk di depan meja makan.
__ADS_1
"Ah, pak angga senang anda bisa hadir." Ucap pak kurniawan sambil menyambut angga.
"Saya juga senang karena anda telah mengundang saya." Jawab angga.
Lalu mata pak kurniawan menatap wanita di sebelah angga. "Siapa wanita di sebelahmu itu?"
"Ini istri saya, Widia." Ucap angga.
Lalu pak kurniawan menjawab tangan widia sambil memperkenalkan diri.
"Kurniawan." Ucapnya.
"Widia." Jawab widia.
"Kalau begitu mari kita duduk."Ajak kurniawan.
Lalu angga mengajak widia duduk di depan meja yang berukuran besar dan mata widia sekilas melirik pria yang tengah melihatnya.
"Mas irwan." Ucap widia di dalam hati lalu widia berusaha bersikap biasa saja.
"Para tamu undangan yang terhormat saya ucapkan terimakasih atas kehadiran kalian semua, sebagai tanda terimakasih mari kita bersulang." Ucap pak kurniawan sambil mengangkat gelas miliknya.
Lalu para tamu undangan pun ikut mengangkat gelas miliknya masing-masing dan langsung meminum minumannya.
Dan tak beberapa lama hidangan makan malam pun datang, hidangan yang hanya untuk orang kelas atas saja. Terlihat beberapa orang juga membawa istri mereka tapi tidak untuk irwan dia datang sendiri.
Sesekali widia melihat irwan dengan ujung matanya dan irwan terlihat tengah menatapnya. Angga yang belum menyadari keberadaan irwan nampak santai.
Lalu mata angga sekilas melihat orang yang dia tidak suka, untuk memastikannya angga kembali melihat orang tersebut dan ternyata orang itu memang benar adalah orang yang tidak dia sukai.
Terlihat mata irwan terus menatap widia, angga yang menyadari hal itu langsung memberikan perhatian pada widia.
"Bagaimana apa kau suka pestanya?" Tanya angga sambil menatap widia.
"Iyah aku suka." Jawab widia.
"Baguslah jika kau suka." Ucap angga sambil sesekali matanya melirik irwan.
Nampak irwan langsung mengalihkan pandangannya, dan hal itu membuat angga tersenyum senang. Setidakknya dia bisa menyadarkan posisi irwan kalau dia hanyalah masa lalu widia dan anggalah masa depan widia.
Karena hidangan sudah di sediakan, maka semua orang langsung memulai acara makan malam yang khusus di adakan untuk urusan bisnis, terlihat widia sangat menikmati makanan yang di hidangkan di pesta tersebut.
__ADS_1