
Kini angga sudah berada di rumahnya lalu dia langsung berjalan menuju kamar widia.
"Widia." Panggil angga sambil membuka pintu kamar widia tapi angga tak menemukan keberadaan widia.
"Widia dimana kamu?" Teriak angga sambil terus mencari keberadaan widia lalu angga melihat lemari widia sudah kosong tak ada pakaian yang biasa widia pakai.
Kemudian angga menelpon nomor handphone widia tapi nomornya tak aktip.
"Kemana kamu widia." Ucap angga frustasi lalu mata angga melirik ke sebuah kertas yang ada di meja rias widia.
"Angga jika kau sudah membaca surat ini maka aku sudah pergi jauh, untuk sekarang aku ingin menenangkan diriku sejenak dan tolong jangan cari aku. Dan nanti aku juga akan mengurus surat perceraian kita dan semoga kau bahagia dengan kekasih kecilmu itu."
Setelah membaca isi surat tersebut angga langsung meremas surat tersebut, dia tak rela jika harus kehilangan widia.
Lalu angga langsung menyuruh anak buahnya untuk mencari keberadaan widia, angga tak menyangka jika widia akan nekat pergi dari rumahnya.
Angga terus berpikir kemana widia akan pergi saat keadaan seperti ini, lalu angga ingat tentang rumah susun tempat widia dulu tinggal. Dengan langkah cepat angga langsung berjalan menuju mobilnya dan pergi ke rumah susun tempat widia tinggal dulu.
Amarah angga semakin memuncak saat jalanan tengah macet parah dengan penuh emosi angga terus menekan klakson tapi percuma mau sekeras apapun angga menekan klakson tetap akan macet.
"Bedebah, kenapa bisa macet separah ini." Oceh angga.
Drett, drett, drett...
Handphone angga bergetar lalu angga melihat panggilan masuk ke handphonenya tapi angga tak tahu siapa yang menelponnya karena nomornya tak ada nama.
"Hallo, Siapa ini?"
__ADS_1
"Hallo sayang."
"Yasmin?"
"Iyah ini aku yasmin, sayang kenapa kok kontak aku di blok sih."
"Ada apa kau menelponku?"
"Aku kangen."
"Persetan dengan rasa kangenmu itu, jangan pernah kau hubungi aku lagi."
"Kok kamu jadi gini sih, perasaan tadi pagi biasa-biasa aja."
"Intinya aku tak mau kau menghubungiku lagi dan aku tak ingin melihat wajahmu lagi."
Di lain tempat..
Nampak yasmin langsung membantingkan handponenya.
"Bedebah kau angga, berani-beraninya kau memperlakukanku seperti itu. Akan ku buat kau menyesal." Teriak yasmin.
Karena yasmin belum tahu jika angga sudah menikah dan jika yasmin sudah tahu angga sudah menikah pun yasmin akan tetap mengejar angga karena untuk saat ini angga adalah ATM berjalannya.
Yasmin tak ingin jika dia kembali hidup susah dia sudah terbiasa dengan kemewahan yang sekarang dia rasakan dan untuk kembali hidup susah yasmin tak sanggup membayangkannya.
Kemudian yasmin kembali memungut handphone yang tadi dia bantingkan. Lalu yasmin melihat-lihat instagram miliknya dan dia tak sengaja melihat sebuah berita tentang angga. Seketika matanya membulat saat melihat berita tentang kedekatan angga dengan seorang model wanita.
__ADS_1
"Siapa wanita ini? Berani-beraninya dia mendekati anggaku." Lalu mata yasmin melihat komentar-komentar tentang postingan tersebut. Dan dia mendapat informasi jika wanita yang bersama dengan angga namanya adalah widia.
"Widia? Siapa wanita ini. Kenapa dia bisa sangat dekat dengan angga." Nampak yasmin berpikir keras lalu dia teringat akan angga yang sangat playboy setelah di tinggalkan oleh dirinya.
Lalu sebuah senyuman terukir di wajah yasmin. "Cih, mungkin hanya mainan angga. Sungguh cara murahan untuk menaikkan pamornya lalu dia membuat gosip dengan angga untuk naik daun. Dasar wanita-wanit murahan." Ejek yasmin.
Karena yasmin yakin jika hati angga hanyalah untuknya karena angga sangat cinta mati pada dirinya dan wanita-wanita yang dekat dengan angga hanyalah pelampiasan angga atas kehilangan dirinya.
Di lain tempat....
Kini angga sudah berada di rumah susun tempat widia tinggal dulu, dan saat angga keluar dari mobil nampak ibu-ibu yang tengah nongkrong langsung menatap angga dengan tatapan kagum.
"Siapa tuh?" Tanya bu ida pada bu irma.
"Tak tahu." Jawab bu irma.
Tanpa memperdulikan tatapan para ibu-ibu yang menatapnya dengan tatapan memuja, angga langsung berjalan melewati mereka.
Lalu angga menaiki anak tangga menuju lantai 4 karena seingatnya dulu widia tinggal di lantai 4. Cukup menguras tenaga untuk naik ke lantai 4 dan kini angga sudah berada di lantai 4.
"Dimana yah tempat widia tinggal dulu." Angga sedikit lupa tempat tinggal widia, lalu saat angga melihat sebuah pintu kamar yang sangat mirip dengan yang dulu dia ingat.
"Apa mungkin ini?" Tanpa basa basi angga langsung mengetuk pintu tersebut.
Tok, tok, tok...
Dan tak beberapa lama pintu pun terbuka, dan langsung menampilkan sosok yang sangat angga rindukan.
__ADS_1