Aku Bukan Nona Malam

Aku Bukan Nona Malam
Eps. 123


__ADS_3

Kini Widia tengah berada di sebuah caffe, dia tengah menunggu kedatangan Sonia dan juga Faizal karena mereka berdua mengajaknya bertemu. Dan secara kebetulan mereka bersamaan mengajak Widia untuk bertemu.


Nampak Widia tengah mengetuk-ngetuk meja, karena sudah hampir 30 menit Widia menunggu kedatangan mereka berdua tapi mereka tak kunjung datang.


"Kemana sih, katanya ngajak ketemu tapi mereka datangnya telat." Oceh Widia.


Lalu tak beberapa lama datang Sonia menghampiri Widia.


"Kakak, maaf tadi di jalan macet jadi datangnya telat." Ucap Sonia meminta maaf sambil duduk di depan Widia.


"Gak papah kok, memangnya ada apa kamu ngajak kakak ketemu." Tanya Widia.


"Memangnya gak boleh aku ngajak kakak ipar ku buat ketemu?" Tanya Sonia.


"Boleh dong." Jawab Widia.


Lalu tak beberapa lama datang Faizal menghampiri mereka berdua.


"Hallo kakak ku yang cantik, maaf aku telat." Ucap Faizal.


"Iya gak papah kok." Jawab Widia.


Lalu mata Sonia langsung menatap sinis ke arah Faizal.


"Ngapain kamu ke sini." Tanya Sonia dengan nada sinis.


"Emang salah aku sini, aku ke sini mau ketemu sama kakak aku. Kalau kamu ngapain ke sini." Tanya Faizal tak kalah sinis.

__ADS_1


"Iya jelas mau ketemu sama kak Widia." Ucap Sonia.


"Alah alesan.. Bilang aja pengen ketemu sama aku." Ucap Faizal.


"Geer banget sih jadi orang." Ucap Sonia.


Widia yang melihat pertengkaran antara Sonia dan juga Faizal hanya bisa tertawa kecil.


"Sudah-sudah kalian itu udah gede tapi masih aja bertengkar kaya anak kecil." Ucap Widia melerai pertengkaran mereka berdua.


"Dianya duluan tuh kak." Ucap Sonia.


"Iya udah, sekarang kalian berdua duduk." Ucap Widia. Lalu Sonia dan Faizal langsung menuruti ucapan Widia. "Kalian mau pesen apa, biar kakak yang bayarin." Ucap Widia.


Lalu Widia memanggil pelayan caffe, dan Widia langsung memesan makanan begitu pun juga Faizal dan Sonia.


"Kalian berdua kenapa ngajak kakak buat ketemu?" Tanya Widia.


"Gak papah kok kak, aku cuman kangen aja sama kakak aku yang cantik ini." Ucap Faizal.


"Aku juga kak, kangen aja sama kakak." Ucap Sonia.


"Apaan sih, suka ngecopy ucapan orang." Ucap Faizal.


"Emangnya ada larangan buat copy ucapan mu." Bela Sonia.


"Udah, kalian ini kaya Tom dan Jerry aja. Berantem terus tiap ketemu." Ucap Widia.

__ADS_1


Sonia dan Faizal nampak langsung membuang muka satu sama lain, dan Widia hanya tertawa kecil. Baginya Sonia dan Faizal seperti sepasang kekasih yang tengah bertengkar.


Sementara itu...


Terlihat kini Andi tengah duduk, dia kini tengah membaca buku. Dan nampak seorang gadis kecil seumurannya mendekati Andi.


Andi yang melihat gadis itu menghampiri hanya bisa acuh, Andi memiliki sifat yang sama seperti ayahnya yaitu sifat dingin ayahnya.


"Ada apa?" Tanya Andi pada gadis kecil itu.


"Aku ingin memberikan ini sebagai tanda terimakasih." Ucap gadis kecil itu sambil menyerahkan sebuah bungkisan kado.


"Tidak perlu, mengucapkan terimakasih. Aku tak menolongmu itu hanya kebetulan saja." Ucap Andi sambil kembali pokus pada bukunya.


Meski usia Andi masih kecil, tapi dia memiliki pemikiran dewasa seperti ayahnya.


Dan gadis kecil itu hanya menatap sendu bungkusan kado yang sengaja dia buat untuk Andi.


Andi yang tak tega melihat gadis kecil itu, lalu dia langsung mengambil bungkusan kado tersebut.


"Baiklah, aku terima ini. Sekarang cepat kau pergi." Ucap andi.


Dan gadis kecil itu langsung tersenyum manis ke arah Andi.


Skip.


Kini hari sudah siang, dan Andi tengah membereskan barang-barangnya yang ada di meja. Lalu dia melihat hadiah yang dia berikan gadis itu padanya, sebenarnya Andi tak tahu siapa gadis itu bahkan Andi tak mengetahui siapa namanya.

__ADS_1


Meski di usia yang masih kecil, Andi sudah bisa bersikap layaknya orang dewasa. Dan itulah kenapa banyak guru yang menyukai Andi bahkan tak sedikit guru yang menyarankan pada Angga dan Widia agar Andi di tempatkan di kelas 5 SD, tapi Widia langsung menolak karena baginya Andi tetaplah seorang anak kecil.


__ADS_2