
Dan tak beberapa lama makanan yang widia masak sudah matang, terlihat andi memakan makanan tersebut dengan sedikit lahap dan widia berserta bu rahayu hanya melihat andi dengan senyum terukir di wajah mereka.
Setelah memikirkan matang-matang tentang tawaran menjadi model iklan di jakarta widia sudah memutuskan dia akan pergi ke jakarta.
Dan setelah berbicara dengan menejernya, widia harus berangkat ke jakarta besok dan tak lupa dia juga membawa ibu beserta anaknya untuk pergi ke jakarta karena dia tak mau berjauhan dengan ibunya dan juga putra kesayangannya itu.
Dan kini terlihat widia tengah memasukkan pakaiannya ke dalam koper.
"Wi?"
"Iya bu."
"Kamu membuat keputusan yang bener wi, kamu gak boleh terpuruk dalam masa lalu terus."
"Iyah bu, aku mau mencoba buat bangkit lagi dan ku harap saat di jakarta aku tak bertemu dengan kedua pria itu."
Bu rahayu hanya menatap sedih anaknya, jika bukan karena insiden itu mungkin sekarang widia sudah bahagia bersama dengan irwan.
"Ya sudah wi, sekarang kamu istirahat udah malem."
__ADS_1
"Ya udah, ibu juga harus istirahat kan besok kita akan ke jakarta."
"Iya wi."
Lalu widia langsung beranjak ke atas ranjang, bukannya tidur widia malah melamun sambil memikirkan sesuatu.
"Bagaimana jika nanti aku bertemu dengan mas irwan atau si pria brengsek itu, dan apa mas irwan masih mengingatku dan apakah mas irwan masih memiliki perasaan untukku, tapi mungkin dia sudah tak memiliki perasaan untukku setelah aku mengecewakannya dulu."
Setelah selesai dengan pemikirannya kemudian widia memilih tidur karena besok mungkin adalah hari yang cukup berat untuknya.
Di lain tempat...
Terlihat seorang pria tengah memandang sebuah bingkai foto, dengan air mata yang menetes dia terus menandang foto tersebut dan sesekali dia juga memeluk foto tersebut.
"Ah, aku lagi cari barang sayang."
"Oh, kirain lagi apa. Ayo mas kakek manggil buat makan malam."
"Iyah bentar sayang, mas nanti nyusul."
__ADS_1
Lalu wanita tersebut langsung pergi meninggalkan irwan sendirian di dalam gudang, terlihat kini irwan menghapus sisa air matanya.
Kemudian irwan langsung keluar dari dalam gudang dan berjalan menuju meja makan, terlihat di meja makan sudah berkumpul kakek dan istri irwan tak lupa juga paman dan bibinya karena ayah dan ibu irwan sudah meninggal sejak lama maka sekarang dia tinggal dengan kakeknya.
"Kamu udah dari mana irwan?" Tanya kakek irwan.
"Anu kek, dari gudang abis nyari barang." Jawab irwan.
"Oh, ya udah. Karena semua sudah terkumpul mari kita makan." Ucap kakek irwan pada semua orang yang ada di meja makan.
Dan terlihat istri irwan melayani irwan dengan sangat baik, dan irwan hanya tersenyum saat istrinya melayaninya di meja makan.
Jika ada yang bertanya kenapa irwan sudah memiliki seorang istri. Itu karena saat widia pergi meninggalkannya kakeknya sangat marah dan kemudian dia menjodohkan irwan dengan Tasya angraeni putri dari sahabat lamanya dan karena tak bisa melawan perintah kakeknya maka irwan menyetujui perjodohan tersebut.
Setelah selesai makan, semua orang yang ada di meja makan langsung beranjak pergi ke kamarnya begitu pun dengan irwan dan tasya mereka langsung pergi ke kamarnya.
Terlihat kini hanya ada Indra Setiawan Subrojo yaitu kakek dari irwan.
"Buang semua foto wanita itu yang ada di gudang, aku tak mau jika cucuku terus memikirkan wanita yang tak tahu malu itu."
__ADS_1
"Baik tuan."
Lalu pelayan tersebut langsung mejalankan perintah dari kakek irwan, yang membuat kakek irwan sangat marah pada widia adalah karena widia meninggalkan irwan di saat mereka hampir menikah dan itu merupakan satu penghinaan pada keluarga Subrojo.