Aku Bukan Nona Malam

Aku Bukan Nona Malam
Eps. 92


__ADS_3

Di kediaman angga dan widia.


Terlihat widia tengah menyisir rambutnya, angga yang merasa jika istrinya tengah menyembunyikan sesuatu.


"Ada apa denganmu?" Tanya angga. Bukannya menjawab widia malah mengacuhkan angga.


"Widia." Panggil angga dengan nada sedikit membentak. Lalu widia langsung melihat ke arah angga.


"Ada apa?" Tanya widia malas.


"Apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya angga.


"Aku tak sedang memikirkan apa-apa." Balas widia.


"Kau berbohong. Aku paling tak suka jika ada orang yang berbohong padaku." Ucap angga.


Lalu widia hanya bisa menunduk, apa mungkin widia harus menceritakan masalah ini pada angga.


Lalu angga berjalan mendekat ke arah widia, dan di pegangnya kedua pundak widia.


"Jika kau ada masalah ceritalah, karena kita ini sudah menjadi sepasang suami istri." Ucap angga pelan.


Lalu secara perlahan, widia mulai menceritakan masalahnya. Setelah beberapa menit widia menceritakan masalahnya pada angga. Nampak angga langsung di buat kaget dengan apa yang dia dengar.


"Kenapa kau tak menceritakan hal ini pada ku wi." Ucap angga.


"Maaf, aku berpikir karena ini masalahku." Ucap widia.


"Masalahmu adalah masalahku juga, dan juga ini merupakan kesalahanku. Dan bahkan saat aku menikahimu, aku tak meminta restu pada ibumu. Jadi, wajar jika dia tak menyukai ku." Ucap angga.


Lalu widia menatap sendu suaminya itu. "Kita pasti bisa mendapatkan restu ibuku. Tapi ada masalah lain." Ucap widia.


"Masalah apa?" Tanya angga.


"Aku tak tahu, dimana sekarang ibuku berada." Ucap widia.


"Tenang saja. Itu hal gampang." Ujar angga.

__ADS_1


"Hal gampang?" Tanya widia.


"Apa kau lupa siapa aku?" Tanya angga.


"Iya, aku lupa. Suami ku ini adalah orang hebat." Jawab widia sambil memutar bola matanya.


"Baguslah jika kau ingat. Sekarang kau tidur, dan besok atau lusa kita akan menumui ibumu." Ucap angga.


Kemudian widia langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang empuk miliknya dan angga pun ikut membaringkan tubuhnya.


Sambil memeluk tubuh angga, widia kemudian langsung terlelap dalam tidurnya.


Angga yang melihat widia sudah terlelap dalam tidurnya, kemudian tangan angga melepaskan pelukan widia pada tubuhnya. Lalu angga langsung beranjak dari ranjang miliknya dan berjalan menuju meja rias milik widia dan langsung mengambil handphonenya yang ada di atas meja rias tersebut.


"Hallo! Ada apa tuan?"


"Aku ada tugas penting untukmu, riko."


"Tugas apa tuan?"


"Aku ingin kau mencari tahu tentang keberadaan ibunya widia."


"Nanti aku kirim rinciannya, yang terpenting aku ingin tahu keberadaannya. Dan besok kau harus menyerahkan informasinya kepadaku."


"Baik tuan."


"Bagus, dan tenang saja. Kau akan mendapatkan bonus 2x lipat."


"Baik tuan."


Lalu angga langsung mematikan panggilan tersebut, kemudian angga menyimpan kembali handphonenya dan langsung berjalan ke ranjang miliknya dan kembali tidur di samping widia.


Di tempat lain...


Terlihat sonia tengah berjalan dengan muka yang sedang menahan kesal dengan mata yang masih bengkak habis menangis.


Hari ini sonia melihat kekasihnya berselingkuh dengan seorang wanita, dan yang lebih parahnya kekasihnya malah membela selingkuhannya.

__ADS_1


Flasback.


Sonia tengah berjalan cepat menuju sebuah caffe, karena dia mendapat telpon dari temannya jika kekasihnya yang bernama rudi sedang bersama seorang wanita.


Kini sonia sudah ada di caffe tersebut, dan ternyata benar. Rudi kekasihnya sedang berduaan dengan seorang wanita dan mereka terlihat sangat mesra.


Tanpa pikir panjang lagi, sonia langsung menghampiri mereka berdua.


Brakk..


Sonia langsung menggebrak meja tersebut, nampak para pengunjung caffe langsung melihat ke arahnya. Dan rudi nampak sangat kaget melihat kedatangan sonia.


"Beraninya kau selingkuh di belakangku." Bentak sonia pada rudi.


"Karena kau sudah tahu, tak ada yang perlu aku sembunyikan lagi." Ucap rudi sambil menatap sonia.


"Dasar kau pria b*jingan. Dan aku dasar wanita tak tahu malu." Ucap sonia lalu tangan sonia mengambil minuman yang ada di atas meja dan menyiramnya di kepala selingkugan rudi.


"Aww.. Apa yang kau lakukan dasar wanita j*lang." Maki wanita tersebut.


Rudi yang melihat selingkuhannya di siram oleh sonia langsung mendorong sonia.


"Apa yang kau lakukan sonia." Bentak rudi.


"Dia memang pantas mendapatkan itu." Balas sonia.


Plak...


Satu tamparan mendarat di pipi kanan sonia, dan sonia langsung memegangi pipinya yang di rasa perih, dan tak beberapa lama air mata sonia lolos dari ujung matanya.


"Kau menamparku?" Tanya sonia tak percaya.


"Iya, kenapa memangnya? Jika kau sekali lagi menyakiti amel. Aku tak segan-segan menyakitimu lebih dari ini. Oh, iyah. Satu lagi, kita putus." Ucap rudi. Lalu dia langsung menarik amel, dan terlihat amel hanya tersenyum penuh kemenangan karena rudi lebih memilih dirinya.


Saat rudi dan amel hendak keluar dari caffe tersebut, semua pengunjung caffe melempari mereka dengan sampah dan meneriaki mereka.


Di sisi lain, hati sonia kini telah hancur. Dia tak menyangka jika kekasihnya yang selalu bersikap lembut padanya bisa melakukan hal itu.

__ADS_1


Flasback off.


__ADS_2