Aku Bukan Nona Malam

Aku Bukan Nona Malam
Eps. 97


__ADS_3

Brukkk...


Terdengar suara tubuh angga yang jatuh ke atas tanah, nampak dia memegangi pinggang dan bokongnya.


Widia yang melihat hal itu langsung berlari menghampiri angga.


"Sayang, kamu gak papa?" Tanya widia.


"Gak papa palamu, aku jatuh dari pohon kau tanya gak papa. Dasar istri gada akhlak." Oceh angga dalam hati.


"Gak papa kok wi," Ucap angga sambil tersenyum.


"Yang bener?" Tanya widia khawatir.


"Bener wi, aku strong jadi jatuh dari pohon kaya gitu gak ada apa-apanya." Ucap angga sambil berusaha berdiri. Dan widia langsung membantu angga untuk berdiri.


"Lebih baik pergi ke tukang urut takut ada yang patah." Usul pak bayu.


"Iya, nanti saya akan nyuruh tukang urut buat meriksa suami saya." Ucap widia


Lalu widia dan angga langsung berjalan pergi meninggalkan rumah pak bayu, tak lupa juga dia membawa pete yang tadi angga ambilkan untuknya.


Di dalam rumah Angga.


Terlihat kini angga tengah duduk di sopa, dan widia nampak sangat cemas.


"Kita panggil tukang urut yah." Ucap widia.


"Gak usah wi, aku gak papa kok. Lagi pula tanahnya di tutupi rumput jadi gak terlalu sakit." Ucap angga.


"Hem, maafin." Ucap widia.


"Iya, gak papa." Jawab angga sambil tersenyum. "Sekarang kamu makan pete yang kamu inginkan itu, tapi jangan banyak-banyak." Ucap angga.


Dan widia hanya tersenyum sebagai jawaban.

__ADS_1


.


Di dapur...


Terlihat kini widia tengah makan dengan pete yang angga kasih untuknya, dan tak beberapa lama angga menghampiri widia.


"Udah mandinya?" Tanya widia.


"Hem, ya ampun wi. Mulutmu itu bau banget." Ucap angga sambil menutup hidungnya.


"Gak kok gak bau." Ucap widia.


"Mulutmu itu bau banget, aku sampe mau muntah nyium bau mulut kamu." Ucap angga.


"Lebay." Jawab widia.


"Kamu bilang aku lebay?" Tanya angga.


"Iyalah lebay, bau segitu juga mau muntah." Ucap widia.


"Serah kamu yah wi, pokoknya sekarang kamu mandi dan jangan lupa gosok gigi kamu sampe 10 kali, biar bau mulutnya ilang." Ucap angga.


"Cepetan sanah pergi ke kamar mandi, mandi dan gosok gigi." Ucap angga sambil menarik tangan widia.


"Tapi aku lagi makan." Ucap widia.


"Udah, makannya di lanjut lagi. Yang penting kamu udah makan pete." Ucap angga.


Lalu dengan wajah cemberut widia langsung pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh dan juga mulutnya.


Lalu mata angga melihat pete yang masih tersisa di atas piring bekas widia.


"Mbok." Panggil angga.


"Iya tuan." Jawabnya.

__ADS_1


"Buang pete yang masih tersisa, sekalian buang piringnya juga." Ucap angga sambil berjalan pergi.


Kini angga berjalan ke kamarnya, dia teringat saat dirinya terjatuh dari atas pohon. Dan untungnya angga tak mengalami cedera, karena tanahnya di lapisi rerumputan sehingga tak terlalu sakit.


Di dalam kamar...


Terlihat angga tengah duduk di atas ranjang sambil memainkan handphonenya, dan tak beberapa lama widia keluar dari kamar mandi.


"Bagaimana apa kau sudah menggosok gigimu hingga 10 kali?" Tanya angga.


"Sudah, bahkan hingga 20 kali. Agar kau puas." Ucap widia.


"Bagus." Ucap angga.


Lalu widia mendekatkan tubuhnya pada angga, dan duduk di pangkuan angga.


"Makasih yah, sayang udah nurutin permintaan aku." Ucap widia.


"Tentu aku akan nurutin permintaan kamu, meski permintaan kamu gak masuk akal." Ucap angga.


Lalu widia tersenyum pada angga, dan perlahan bibir widia mendekati bibir angga.


"Stop wi, stop." Ucap angga sambil menghalangi bibir widia dengan tangannya.


"Kenapa? Gak boleh. Biasanya juga kamu suka." Ucap widia.


"Untuk saat ini aku lagi gak mau. Dan sekarang lebih baik kamu pake baju kamu." Ucap angga sambil menyingkirkan tubuh widia dari pangkuannya. Dan berjalan keluar dari kamar.


Angga tak bisa membayangkan jika bibir widia yang habis makan pete, menyentuh bibirnya yang bersih. Seketika angga langsung bergedik ngeri membayangkan hal itu.


♡♡♡♡♡♡


***Jangan lupa mampir ke Novel Author...


-Terpaksa menikahi pria Tuli.

__ADS_1


-Cinta si gadis buta.


Di jamin seru 😊😊😊***


__ADS_2