
Di dalam kamar irwan terus terpikir akan cerita bu rahayu, dia penasaran bagaimana sekarang kondisi anak bu rahayu.
Di rumah widia...
Terlihat widia tengah duduk di atas ranjang, entah apa tang sedang di pikirakan tapi tak berangsur lama air mata jatuh dari ujung matanya.
"Hiks, hiks, hiks." Terdengar suara tangisan widia. "Apa salah ku tuhan, kenapa kau memberikan cobaan yang begitu berat." ucapnya sambil terus menangis.
Lalu tangisan widia sudah tak terdengar.
"Kau jangan sampai putus harapan widia , kau harus memulai hidup baru." Ucap widia pada diri nya sendiri lalu widia beranjak dari menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah selesai dengan acara mandi nya widia keluar dan berjalan menuju lemari dan memilih beberapa baju lalu ia mengenakan baju tersebut dan setelah selesai berpakaian widia duduk di meja rias nya menatap cermin besar yang ada di kamarnya.
Di lihatnya kantung mata yang berwana hita dan kulit wajah yang menjadi kusam lalu kemudian dia membuka sebuah kotak yang berisi beberapa masker wajah, dia tak ingin terus terpuruk karena pria ******** itu lalu ia memakai masker wajah tersebut.
__ADS_1
20 menit kemudian...
Setelah di rasa cukup, widia langsung membersihakan masker wajah yang menutupi wajahnya.
Lalu di lihatnya, wajah yang tadi nya kusam kembali cerah meski kantung mata masih sedikit terlihat hitam.
"Hmmmm.... Sentuhan terakhir." Ucapnya sambil mengoleskan make up pada wajahnya.
Senyum mengembang terlihat di raut wajah widia ketika melihat dirinya kembali cantik lalu mata nya kemudia terlihat sedih.
"Percuma cantik, aku juga sudah bukan gadis lagi, tak kan ada pria yang mau dengan ku." ucap widia pada dirinya sendiri, terlihat raut wajah sedih widia sambil menatap pantulan dirinya di cermin.
"Mereka lagi." Ucap widia ketika melihat segerombolan ibu-ibu tukang gosip.
"Ehh... tuh si widia tuh." Ucap bu ida.
__ADS_1
"Iya tuh bu." Ucap bu ani.
"Udah putus kali yah urat malunya, berani banget di keluar rumah, kalau aku jadi dia pasti udah malu banget." Ucap bu irma dan ibu-ibu yang lain langsung tertawa mendengar ucapan bu irma.
"Eh.. Widia, kamu udah sembuh. Denger-denger kemaren kamu gila." Ucap bu irma.
"Yang gila itu ibu kali yah, bisa nya aja ngurusin hidup orang, hidup sendiri aja belum bener tapi so-soan mau ngurusin hidup orang." Ucap widia sambil melenggang pergi.
"Berani banget yah sekarang, dasar j*lang gak tahu malu." Ucap bu irma dan widia hanya menengok dan menatap mereka dengan tatapan dingin lalu langsung meninggalkan kerumunan ibu-ibu rempong yang pasti sedang membicarakannya.
Setelah sekian lama berjalan widia tak menemukan lowongan pekerjaan, letih itu yang dia rasakan. Tanpa di sadari di bertabrakan dengan dada bidang seorang pria.
"Aduhh..." Lirih widia.
"Maaf aku tak sengaja." Ucap pria itu sambil menyodorkan tangannya untuk membantu widia berdiri.
__ADS_1
"Hmmmm..." Ucap widia lalu melenggang pergi.
Dan pria yang bertabrakan dengan widia hanya diam me.bisu, dia baru pertama kali melihat wanita yang cuek padanya. "Cantik." Itu kesan pertama pria itu pada widia.