
Kini Angga sudah selesai dengan acara mandi yang sangat menyusahkan. Lalu Angga langsung berjalan ke dapur untuk makan malam dan di sana terlihat Widia tengah menyiapkan alat makan.
"Udah mandinya?" Tanya Widia. Dan Angga hanya menganggukkan kepalanya.
Lalu Angga langsung duduk di depan meja makan, nampak keningnya berkerut saat melihat makanan yang tersaji di meja makan.
"Sayang." Panggil Angga. Dan Widia langsung menghampiri suaminya itu.
"Ada apa?" Tanya Widia.
"Makanan apa ini?" Bisik Angga karena takut jika kang sobur dan mertuanya mendengar ucapannya.
"Ini daun singkong atau kalau orang Sunda bilang ini tuh lalab, ini ikan teri, ini tempe, ini sambel." Ucap Widia menjelaskan.
"Daun singkong?" Ucap Angga.
"Iya memangnya kenapa?" Tanya Widia.
"Apa kau kira aku kambing di kasih makan daun singkong?" Ucap Angga sedikit berbisik.
"Tapi enak loh, di sini daun singkong emang suka di makan di jadikan lalab." Jelas Widia.
__ADS_1
Dan Angga hanya bisa menepuk keningnya frustasi. "Jika tahu begini aku bakal pesan makanan secara online saja." Ucap Angga dalam hati.
Lalu tak beberapa lama datang Andi dan langsung duduk di samping ayahnya.
"Ayah kenapa?" Tanya Andi.
"Gak papah kok nak." Jawab Angga.
"Kalau begitu ayo kita makan. Tapi sebelum itu kita berdoa dulu." Ucap kang sobur.
Setelah selesai berdoa nampak semua orang langsung mengambil makanan yang ada di meja, berbeda dengan Angga. Dia bingung harus makan apa, karena makanan yang ada di depannya itu bukan makanan untuknya.
"Sayang kok diem ayo makan." Ucap Widia. Dan Angga hanya tersenyum. "Kalau begitu aku ambillin yah." Ucap Widia sambil mengambil piring untuk Angga, lalu dia langsung mengambil nasi, ikan teri, tempe, sambel dan jangan lupa juga lalab. "Ini." Ucap Widia sambil menyimpan piring tersebut.
Suapan demi suapan, terus Angga paksakan sampai akhirnya dia tak sanggup lagi. Lalu Angga langsung berdiri dari tempat duduknya, "Saya sudah selesai." Ucapnya sambil menutup mulutnya dengan tangan.
Lalu tanpa menunggu jawaban dari orang-orang yang ada di meja makan, Angga langsung berjalan menuju kamar mandi dan...
Angga langsung memuntahkan semua isi perutnya. "Sial-sial." Ucap Angga sambil mengelap mulutnya.
Dan Angga langsung berjalan menuju kamar tempatnya tidur, Angga sangat lemas karena rasa mual yang dia rasakan.
__ADS_1
Dan sesampainya di kamar tidur Angga langsung menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang, lalu tak beberapa lama Widia datang menghampiri Angga.
"Ada apa denganmu sayang." Tanya Widia. Dan Angga tak menjawab ucapan Widia, "Kamu sakit?" Tanya Widia.
"Aku mual sayang." Ucap Angga.
"Mual kenapa?" Tanya Widia.
"Karena makanan yang tadi kau berikan padaku." Ucap Angga.
Dan Widia hanya bisa menahan tawa. "Dasar orang kota." Ucap Widia. Sebenarnya dia tak tega memberikan Angga makanan itu tapi mau bagaimana lagi karena Widia tak sempat untuk belanja makanan jadi terpaksa Angga harus makan itu.
"Kalau begitu kamu makan mie instan aja yah." Ucap Widia.
Dan Angga hanya bisa menganggukkan kepalanya. "Kalau begitu tunggu sebentar, aku masak dulu mie instan untuk kamu." Ucap Widia, dan untungnya Widia ingat kalau di dalam mobil ada mie instan.
Setelah mengambil mie instan di dalam mobil, Widia langsung memasak mie instan tersebut.
Sementara itu, Angga sudah lemas tak berdaya. Di lidahnya masih terasa rasa tak enak dari daun singkong yang tadi dia makan.
Dan tak beberapa lama datang Widia dengan satu mangkuk berisi mie instan. "Ini sayang." Ucap Widia, tanpa basa basi lagi Angga langsung mengambil mangkuk tersebut dan memakan mie instan itu.
__ADS_1
"Makannya pelan-pelan saja, mienya masih panas." Ucap Widia khawatir.
Tapi Angga tak mendengarkan ucapan Widia. "Mau panas sekali pun bodo amat yang penting bisa menghilangkan rasa tak enak daun singkong tadi." Ucap Angga dalam hati.