Aku Bukan Nona Malam

Aku Bukan Nona Malam
Eps. 114


__ADS_3

Kini Widia tengah berjalan riang menuju ruangan tempat suaminya bekerja, dan di sepanjang jalan banyak karyawan yang memberikan hormat pada Widia karena mereka tahu jika Widia adalah istri kesayangan bos mereka.


Kini Widia sudah berada di depan pintu ruangan Angga tanpa basa basi Widia langsung membuka pintu tersebut.


"Sayang..." Panggil Widia, dan panggilan tersebut membuat Angga langsung kaget.


"Kau mengagetkan ku." Ucap Angga.


"Hehehe.. Maaf." Lalu Widia berjalan mendekati Angga yang tengah duduk di kursi kebesarannya itu.


"Ada apa?" Tanya Angga sambil menarik Widia untuk duduk di pangkuannya.


"Enggak papah, emang gak boleh aku ke sini?" Tanya Widia.


"Boleh kok." Ucap Angga sambil memeluk pinggang Widia.


"Muuachh.." Kecup Widia di pipi Angga. Dan Angga hanya tersenyum.


"Kok di pipi sih, bibirnya enggak." Ucap Angga.


"Enggak ah, nanti aja." Ucap Widia.


Tapi Angga malah langsung mencium bibir Widia dengan ganas, dan tanpa ada perlawanan Widia juga membalas ciuman dari Angga. Saat keduanya tengah bercinta tanpa ada ketukan di pintu Riko langsung masuk ke dalam ruangan Angga.


"Tuan Angga, saya ingin..." Tapi ucapannya langsung terhentikan karena melihat bos nya tengah bercinta dengan istrinya.


Widia dan Angga yang melihat hal itu langsung menghentikan aktivitas panas mereka, dan Widia langsung buru-buru bangkit dari pangkuan Angga.


"Maaf tuan saya tak bermaksud..." Tapi ucapan Riko langsunh di potong oleh Angga.


"Ada apa?" Tanya Angga.

__ADS_1


"Saya hanya ingin memberikan berkas-berkas yang tadi anda minta." Ucapnya sambil menyimpan berkas-berkas tersebut di atas meja.


"Apa masih ada lagi?" Tanya Angga.


"Tak ada tuan." Jawab Riko.


"Kalau begitu kau boleh pergi." Ucap Angga, lalu Riko langsung berjalan pergi tapi saat dia baru sampai di pintu keluar.


"Tunggu.." Ucap Angga, mendengar hal itu Riko langsung menghentikan langkahnya dan langsung membalikkan badannya. "Untuk lain kali kau harus mengetuk pintu terlebih dahulu, apa kau mengerti?" Ucap Angga sambil menekan kata-katanya.


"Saya mengerti tuan." Ucap Riko sambil berjalan pergi meninggalkan ruangan Angga.


Kini terlihat Widia tengah duduk di sofa yang tersedia dia ruangan Angga, lalu Angga langsung berjalan ke arah Widia.


"Ada apa?" Tanya Widia.


"Kita lanjutkan kegiatan yang tadi sempat tertunda." Ajak Angga.


"Enggak, aku lagi gak bergairah." Ucap Widia.


Skip.


Kini terlihat Angga tengah merapihkan pakaian miliknya itu, dan terlihat Widia tengah tertidur dnegan tubuh t*lanjang yang di tutupi oleh jas milik Angga.


Kali ini Angga melakukannya dengan sangat hati-hati dan perlahan karena dia tak ingin kandungan yang ada di rahim Widia terganggu karena ulahnya.


setelah merapihkan pakaiannya, Angga langsung kembali berjalan menuju meja kerjanya dan menyelesaikan semua pekerjaan yang sempat tertunda, sambil sesekali melihat wajah Widia yang tengah tertidur. Lalu matanya melihat ke area leher dan juga dada Widia, nampak bekas-bekas merah terlihat jelas di dada dan juga leher Widia.


Di tempat lain...


Nampak Yasmin tengah duduk sambil beristirahat karena dia baru beres pemotretan, dan saat dia tengah beristirahat datang ericko menghampirinya.

__ADS_1


"Hayyy" Sapanya.


"Hayy juga." Balas Yasmin.


"Yasmin kan?" Tanya Ericko.


"Iya." Jawab Yasmin.


"Boleh aku ikut duduk?" Tanya Ericko.


"Tentu." Jawab Yasmin. Lalu Ericko mengambil kursi dan duduk di dekat Yasmin.


"Aku sangat salut padamu, kau sangat profesional." puji Ericko.


"Terimakasih atas pujiannya, kau pun sama." Jawab Yasmin seraya tertawa.


"Hehehe.. Oh, iya aku tadi ke depan dan sengaja membelikan jus mangga ini untukmu. Sebagai tanda perkenalan." Ucap Ericko sambil menyodorkan jus mangga tersebut pada Yasmin.


"Aku terima ini, terimakasih." Ucap Yasmin sambil menerima dan meminum minuman yang Ericko berikan padanya.


Lalu mereka terlihat bercanda gurau bersama, dan dari kejauhan nampak Irwan hanya bisa menatap kesal pemandangan yang tengah dia lihat.


Lalu Irwan langsung kembali berjalan menuju ruangannya, dan tak lupa dia juga langsung membuang makanan dan minuman yang tadi dia beli untuk Yasmin.


Silvia yang melihat Irwan berjalan dengan raut wajah kesal langsung mencoba menghampirinya.


"Pak Irwan." Sapa Silvia.


"Ah, silvia. Ada apa kau kemari?" Tanya Irwan.


"Tidak aku ke sini hanya ingin membicarakan tentang desainku." Ucap Silvia.

__ADS_1


"Kalau begitu mari ikut ke ruangan saya." Ajak irwan, tanpa Irwan sadari jika Yasmin melihatnya.


Dan Yasmin hanya menatap sendu kotak makan siang yang dia bawakan untuk Irwan, lalu Yasmin langsung berjalan pergi.


__ADS_2