Aku Bukan Nona Malam

Aku Bukan Nona Malam
Eps. 106


__ADS_3

Tak terasa kini Widia, Angga dan Andi sudah memasuki kawasan Bandung dan mereka hampir sampai di rumah Bu Rahayu.


"Emang kamu tahu alamat ibuku?" Tanya Widia.


"Tahulah." Jawab Angga singkat.


Kemudian Angga mengeluarkan handphonenya dan mengklik aplikasi google maps. Dan Angga langsung menuliskan alamat Bu Rahayu yang Riko berikan padanya, dan ternyata rumahnya sudah tak jauh lagi.


"Aku udah gak sabar pengen ketemu sama ibu." Ucap Widia senang. Sementara Angga Hanya tersenyum melihat istrinya bahagia, tapi Angga takut jika mertuanya itu tak menyukainya dan malah langsung mengusirnya.


Dan kini mobil milik Angga berhenti di sebuah rumah sederhana yang masih terbuat dari kayu, tapi terlihat sangat indah dan nyaman di tambah dengan hamparan sawah yang ada di sekeliling rumah tersebut.


Butuh perjuangan untuk sampai ke rumah Bu Rahayu karena rumahnya ada di daerah yang jauh dari jalan raya dan untungnya masih bisa di lalui oleh mobil.


"Apa itu rumah nenek, Bu." Tanya Andi.


"Kata ayah iya, itu rumah nenek." Jawab Widia.


Lalu Widia langsung membuka sabuk pengamannya tapi dia melihat Angga hanya diam mematung.


"Kok diem, ayo turun." Ajak Widia.


Dan Angga hanya tersenyum sebagai jawaban. Entah kenapa nyalinya langsung menciut saat sudah sampai di kediaman mertuanya. Kemudian Angga langsung mengikuti Widia dan juga Andi yang sudah duluan turun dari dalam mobil.


"Assalamualaikum." Ucap Widia memberi salam, tapi tak ada jawaban. "Assalamualaikum Bu. Ini Widia Bu." Ucap Widia sambil mengetuk-ngetuk pintu tapi tetap tak ada jawaba.


"Apa mungkin nenek lagi gak ada di rumah." Ucap Andi.


"Kayaknya." Jawab Widia.


"Sekarang bagaimana?" Tanya Angga


"Kita tunggu saja." Jawab Widia.

__ADS_1


Lalu Angga, Widia dan Andi langsung duduk di kursi yang ada di teras depan rumah Bu Rahayu.


"Rumah nenek sejuk yah Bu. Kaya rumah kita dulu." Ucap Andi.


"Iya nak." Jawab Widia.


Dan Angga hanya bisa diam, yang sekarang dia pikirkan adalah bagaimana cara membuat mertuanya itu bisa menerimanya menjadi menantu.


Lalu tak beberapa lama terlihat seorang pria yang berumur sekiar 40 tahunan lebih berjalan ke rumah tersebut, dan dia nampak terkejut saat melihat ada mobil mewah terparkir di halaman rumahnya.


"Assalamu'alaikum." Ucap pria paruh baya itu.


"Wa'alaikum salam." Jawab Widia, Angga dan Andi secara bersamaan.


"Aya periogi naonnya ka bumi abdi." Ucap pria itu.


Dan Angga hanya diam tak mengerti. "Maaf kami tak mengerti." Ucap Angga.


"Kalian ini ada keperluan apa di rumah saya." Ucapnya lagi dengan memakai bahasa Indonesia.


"Memangnya kalian siapanya Bu Rahayu?" Tanyanya lagi.


"Saya anaknya Bu Rahayu." Ucap Widia.


"Kamu Widia?" Tanya pria itu.


"Iya kok bapak tahu yah?" Tanya Widia.


"Ya ampun wi, wi. Kamu udah lupa sama uwa (Paman)." Ucapnya.


"Uwa..? Ah, uwa sobur." Jawab Widia.


"Iya wi, ini uwa." Ucapnya.

__ADS_1


"Ya Allah, uwa kumaha damang? (Ya allah, Paman gimana sehat?)." Ucap Widia.


"Alhamdulilah wi, sehat." Jawabnya.


"Syukur ari sehat mah wa. Ari ibu dimana? (Sukur kalau Paman sehat. Kalau ibu dimana?" Tanya Widia.


"Ibu lagi di sawah wi, dan ini siapa?" Jawabnya.


"Oh, ini suami Widia namanya Angga dan yang ini putra Widia namanya Andi. Andi salam sama Paman." Ucap Widia.


Lalu Andi langsung mencium tangan pamannya dan begitu juga dengan Angga.


"Jadi ini suami kamu wi." Tanyanya lagi.


"Iya wa." Ucap Widia.


Lalu kang sobur langsung melihat penampilan Angga dari atas sampai bawah.


"Wa, kalau ibu masih lama di sawahnya." Tanya Widia.


"Bentar lagi pulang kok." Ucap kang sobur.


"Ada yang ingin Widia tanyain sama Uwa. Boleh?" Tanya Widia.


"Boleh wi, memangnya mau tanya apa." Ucap kang sobur.


"Uwa tahu kenapa ibu gak kasih alamatnya ke Widia dan kenapa ibu dulu gak datang di acara pernikahan Widia." Tanya Widia.


"Oh, soal itu nanti kamu tanyain sendiri saja sama ibu kamu." Ucap kang sobur.


Dan Widia hanya bisa tertunduk diam, lalu Angga langsung menepuk pundaknya dan memberikan senyuman agar Widia tak seduh lagi.


Kemudian kang sobur langsung membuka pintu rumahnya. "Mari masuk, nunggunya di dalem aja." Ucap kang sobur.

__ADS_1


Lalu Angga, Widia dan Andi langsung masuk ke dalam rumah kang sobur. Dan kang sobur adalah saudara ibu Rahayu, dan tak lain adalah kakak kandungnya ibu Rahayu.


__ADS_2