Aku Bukan Nona Malam

Aku Bukan Nona Malam
Eps. 83


__ADS_3

Terlihat yasmin dan irwan sekarang tengah berada di sebuah restauran bernuasa klasik. Karena yasmin sangat menyukai restauran yang bernuansa klasik maka irwan memutuskan untuk mengajaknya makan di restauran yang bernuansa klasik.


"Hem, yasmin."


"Apa?"


"Siapa nama wanita itu?"


"Maksudmu wanita yang sempat aku ingin rebut suaminya."


Dan irwan menganggukkan kepala sebagai tanda jawaban.


"Namanya itu widia dan suaminya itu Angga aji gumilar." Ucap yasmin.


Terlihat irwan langsung membulatkan mata karena terkejut, dia tak menyangka jika wanita di hadapannya itu mempunyai hubungan dengan angga dan widia.


"Widia dan angga?" Tanya irwan memastikan kembali jikalau pendengarannya salah.


Dan yasmin hanya menganggukkan kepalanya.


"Hahahaha..." Terdengar suara tawa irwan.


Dan yasmin hanya mengerutkan halisnya tak mengerti. "Kenapa kau tertawa, memang ada yang lucu?"


"Tidak, hanya saja tak ku sangka jika dunia memang sempit."


"Maksudmu?"


"Apakah kau ingat tentang ceritaku, saat pertama kali kita bertemu."


Terlihat yasmin mengingat kembali cerita irwan saat mereka bertemu. "Iyah, aku ingat."


"Dan kau tahu siapa mantan yang ku maksud."


Yasmin menggelenggkan kepalanya sebagai jawaban.


"Mantanku itu widia dan suaminya itu angga."

__ADS_1


Seketika yasmin langsung terkejut dan tertawa mendengar ucapan irwan. "Hahaha.. Tak ku sangka kita memiliki nasib yang sama." Ucapnya sambil terus tertawa.


"Iyah, dan kau tahu kesalahan besar apa yang aku lakukan?" Ucapnya.


"Memang apa?"


"Aku telah menyia-nyiakan istriku karena saat itu aku masih mencintai widia."


"Dan sekarang istrimu kemana?"


"Kami sudah bercerai, itu juga karena perintah kakekku. Dia tak tega jika melihat tasya yang terus aku lukai." Ucapnya dengan nada sendu.


"Bukan kau saja yang membuat kesalahan fatal di masa lalu, aku juga sama. Kau tahu apa yang ku lakukan."


"Memangnya apa yang kau lakukan?"


"Saat itu aku berpacaran dengan angga lalu perusahaanya berada di ambang kebangkrutan karena aku tak mau hidup susah lantas aku menikah dengan pria tua bangka. Emang soal materi aku tercukupi tapi coba kau bayangkan yah! Aku harus melayani dia setiap malam yang umurnya itu beda jauh denganku. Iuhhh... Betapa jijiknya aku. Saat barang miliknya masuk ke dalam punyaku dan saat tubuhku di sentuh-sentuh oleh tangannya yang sudah keriput. Dan saat dia mati aku sangat bersyukur." Ucap yasmin dengan semangat menceritakan ceritanya.


"Hehehe.. Kau sangat vulgar ternyata, dan kau sangat jahat sekali. Suami meninggal kau malah bersyukur."


"Yah, setidaknya aku bisa lepas darinya."


"Hem, yasmin. Sekarang kau kerja apa?"


"Aku? Aku tak bekerja."


"Kenapa?"


"Tak ada lowongan pekerjaan untukku, di tambah pengelamanku sedikit."


"Hem, bagaimana jika kau bekerja di perusahaanku saja."


"Benarkah? Kerja apa?"


"Yah, karena kau memiliku tubuh dan wajah seorang model bagaimana jika jadi model di perusahaanku. Lagi pula kami belum ada model untuk mengiklankan produk terbaru kami."


Dengan cepat yasmi menganggukkan kepalanya tanda setuju. Sementara irwan cukup terkekeh melihat sikap yasmin.

__ADS_1


Karena yasmin dulu dan sekarang sangatlah berbeda, dulu dia selalu harus di tuntut untuk tampil dewasa dan elegan tapi sekarang dia sudah masa bodo dengan itu semua.


Di tempat lain...


Terlihat kini widia mendatangi rumah mertuanya karena dia sangat merindukan andi.


"Andi." Panggil widia.


Andi yang mendengar ibunya memanggil langsung berlari ke aranya. "Ibu." Ucap andi sambil memeluk widia.


"Ibu, kangen banget sama kamu. Nak." Ucap widia.


"Andi juga kangen sama ibu."


Terlihat sonia menghampiri widia. "Kakak ipar."


"Eh, sonia. Bagaimana kabar kamu. Terus bunda mana?"


"Aku baik kak, biasa bunda lagi ngumpul sama temen-temen arisannya itu."


Dan widia langsung menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


"Aku dengar bentar lagi ada yang mau punya dede bayi. Nih." Ucap sonia.


"Kamu tahu dari mana?" Tanya widia sambil mendudukkan andi di pahanya.


"Kata kak angga. Khem, khem."


"Apa sih, sonia." Tanya widia yang malu.


Terlihat andi tak mengerti apa yang tante dan ibunya tengah bicarakan.


"Ibu, apa yang sedang kalian bicarakan?" Tanya andi.


Tapi sonia langsung menjawab pertanyaan andi. "Kamu bakalan punya adik."


"Adik? Maksudnya ibu bakalan punya anak lagi." Tanyanya sambil menatap wajah ibunya.

__ADS_1


Terlihat widia tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Andi yang mengetahui hal itu langsung berlari pergi meninggalkan sonia dan widia yang tengah kebingungan melihat tingkah andi.


__ADS_2