
Brakk...
Terdengar pintu rumah di banting, nampak Widia kaget saat mendengar hal itu.
"Mas kau sudah pulang." Ucap Widia sambil tersenyum, nampak Reza menatap tak suka pada Widia.
"Enyahlah kau dari jalanku." Ucapnya.
"Ada apa denganmu?" Tanya Widia.
Lalu Reza menatap Widia, dengan tatapan merendahkan.
"Apa kau tak mendengarkan? Atau kau tuli." Ucap Reza.
"Ada apa denganmu Angga." Teriak Widia.
Plakk..
sebuah tamparan mendarat di pipi Widia, dan Widia hanya memegangi pipinya yang terasa panas, nampak air mata Widia mulai mengalir.
"Sepertinya dulu aku tak mendidikmu dengan baik, dan sekarang aku akan mendidikmu agar kau menjadi wanita yang patuh dan tak melawan." Teriak Reza.
Dan Widia hanya terdiam, lalu tangan rezal mulai mengangkat untuk kembali menampar Widia.
Dor...
"Argh.." Rintih Reza.
Lalu dia melihat siapa yang menembak tangannya, nampak matanya langsung membulat saat melihat Angga.
__ADS_1
"Bagaimana bisa?" Pikir Reza.
"Apa kau menganggap ku orang lemah? Aku Angga Aji Gumilar bukan orang yang mudah untuk di bunuh." Ucap Angga.
Dan Reza hanya bisa tertawa sambil berjalan ke arah Widia, dan Widia hanya bisa diam karena dia tak mengerti kenapa suaminya bisa ada dua.
"Angga-Angga, kau memang orang yang tak bisa di remehkan." Ucap Reza lalu dia menodongkan pisau pada leher Widia. "Letakkan senjatamu atau istrimu akan segera ku kirim ke neraka." Ucap Reza.
"Jangan menguji kesabaran ku Reza." Ucap Angga.
"Jangan panggil aku Reza, aku Anggi." Teriak Reza.
"Meski kau mengganti namamu kau tetaplah Reza." Ucap Angga.
"Harusnya yang lahir dari rahim ibunda Lili adalah aku bukan kau." Teriak Reza.
"Hentikan omong kosong mu itu Reza." Ucap Angga.
"Sudah ku bilang jangan panggil aku Reza, aku Anggi." Ucap Reza.
"Meski wajah kita sama tapi kita bukanlah sodara kembar atau pun kakak beradik kita terlahir dari ayah maupun ibu yang berbeda. Dan kau harus mengerti itu." Ucap Angga.
"Tidak, aku anak bunda Lili." Teriak Reza.
Nampak Widia sudah mulai ketakutan, karena pisau yang di pedang oleh Reza berhasil membuat leher Widia berdarah sedikit.
Lalu Angga langsung memberikan kode pada anak buahnya.
"Akhh.. Lepaskan aku." Teriak Reza saat anak buat Angga berhasil melumpuhkan Reza.
__ADS_1
Dan Widia segera berlari ke arah Angga dan langsung memeluknya.
"Bawa dia pergi dari rumahku, dan pastikan dia membusuk di penjara." Ucap Angga.
Lalu anak buah Angga langsung membawa Reza pergi, "Akan ku balas kau Angga, suatu saat aku akan merebut semua apa yang menjadi milikmu." Teriak Reza.
Nampak Angga langsung menarik Widia untuk mengobati luka di leher dan juga pipi Widia.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Siapa dia? Kenapa wajahnya sama dengan mu?" Tanya Widia.
"Kau tak perlu tahu Widia." Ucap Angga.
"Aku perlu tahu karena aku adalah istri mu." Ucap Widia.
Lalu Angga langsung menatap Widia, "Baiklah, dia adalah Reza tapi dia tak ingin di panggil dengan nama itu tapi dia ingin di panggil dengan nama Anggi." Ucap Angga.
"Lantas apa hubungannya dengan mu?" Tanya Widia.
"Dia tak mempunyai hubungan apa-apa dengan ku." Jawab Angga.
"Tapi kenapa dia mengenalmu dan bunda Lili?" Tanya Widia.
"Begini Widia, dulu ibuku melihat dia di jalanan dan ibuku menyangka dia adalah aku, lalu dia membawa anak itu ke rumah dan mengurusnya layaknya anak sendiri. Dan aku pun pulang bersama ayahku, dan saat ibuku melihat ku dan dia pun menyadari jika anak yang dia bawa bukanlah aku. Tapi Reza sudah menganggap ibuku sebagai ibunya, dan dia ingin ibuku menjadi ibunya dan ibuku tak keberatan tapi orang tua Reza mencarinya dan membawanya kembali. Beberapa cara licik Reza lakukan agar bisa menggantikan posisiku di rumahku sampai dia pernah menyamar menjadi diriku dan dia juga pernah membuatku hampir meninggal. Karena semua perbuatannya ibuku mulai tidak menyukainya. Lalu ayah dan ibuku mulai menjaga ketat rumah kami dan melarang dia untuk mendekati rumah kami, dan dari kejadian itu Reza sangat membenciku karena baginya yang harusnya menjadi anak bunda bukanlah aku tapi dia." Ucap Angga menjelaskan panjang lebar.
"Jadi dia bukan kembaranmu?" Tanya Widia.
"Tentu bukan, jika dia kembaranmu mana mungkin bunda membuangnya." Ucap Angga.
"Tapi bagaimana wajah kalian bisa sama persis." Tanya Widia.
__ADS_1
"Kemiripan itu wajar, banyak orang yang memiliki wajah mirip tapi tak mempunyai hubungan darah." Ucap Angga.
Dan Widia hanya bisa terdiam sambil memikirkan ucapan Angga.