
Keesokan paginya, nampak semua orang tengah sarapan di meja makan begitu pun dengan Andi dan juga Kila.
Hari ini adalah hari dimana Kila akan pergi bersekolah dan tinggal di asrama, nampak Kila memakan makanannya dengan lahap. Sementara Andi nampak sinis melihat Kila yang duduk di sampingnya.
"Kalian berdua makan yang banyak yah." Ucap Widia.
"Iya Tante." Jawab kila.
Sementara Andi hanya bersikap acuh dan tak peduli dengan ucapan ibunya itu, dan Widia yang melihat anaknya seperti itu hanya bisa tersenyum.
Tak beberapa lama sarapan pun selesai, lalu semua orang masuk ke dalam mobil.
Angga, Widia dan Andi akan mengantarkan Kila ke sebuah sekolah yang ada di Bandung. Memang Angga sengaja mencarikan asrama terbaik untuk Kila, dan di sekolah itu bukan hanya jenjang SD saja tapi SMP dan SMA pun ada jadi jika Kila sudah lulus SD dia pun akan tetap di sekolahkan di sana.
"Tante Kila akan sekolah dimana?" Tanya Kila.
"Pribadi Billingual School Bandung." Ucap Widia.
"Dimana tempatnya Tante?" Tanya Kila.
"Tempatnya ada di Bandung, dan lumayan jauh dari Jakarta." Ucap Widia. Dan Kila hanya menganggukkan kepala meski sebenarnya dia kurang mengerti apa maksud dari Widia.
"Apa nanti Tante bakal nemuin Kila?" Tanya Kila.
__ADS_1
"Tentu saja, iya kan sayang?" Tanya Kila pada Angga.
"Iya tentu, yang penting kamu jangan nakal di sana. Jadilah anak baik." Ucap Angga.
"Baik om Tante." Ucap Kila.
"Bisakah kau diam." Ucap Andi.
"Memangnya kenapa?" Tanya Kila.
"Suara mu yang cemprengnya itu membuat telinga ku sakit." Ucap Andi.
"Enggak kok, suara Kila gak cempreng suara Kila merdu kak." Ucap Kila. Dan Andi hanya memutar bola matanya kesal percuma dia berbicara dengan Kila yang hanya memiliki IQ rendah tak seperti dirinya yang memiliki IQ tinggi.
Sebenarnya Andi tak ingin ikut mengantar Kila tapi Widia memaksanya dan mengatakan jika ini merupakan perpisahan dengan Kila, dan mungkin mereka tak akan menemui Kila dalam waktu dekat. Jadi secara terpaksa Andi harus ikut untuk mengantarkan Kila ke sekolah barunya.
Perjalanan di lalui dengan cukup lama, di tambah macet dan juga kadang Angga memberhentikan mobilnya untuk sekedar istirahat dan mengisi perut mereka.
Perjalanan menuju sekolah baru Kila pun tak terasa sudah hampir memakan waktu 5 jam karena macet parah. Kini mobil milik Angga berhenti tepat di parkiran Pribadi Billingual School Bandung.
"Sekolahnya bagus." Ucap Widia yang melihat gedung-gedung yang sangat bagus dan kokoh.
"Iya tentu, aku tak pernah salah dalam memilih tempat." Ucap Angga.
__ADS_1
Lalu tak beberapa lama datang kepala sekolah, dan dia langsung menyapa Angga dan juga Widia.
"Apa ini pak Angga." Ucapnya.
"Iya." Jawab Angga.
"Saya kepada sekolah di sini, nama saya Ahmad Fauzi." Ucapnya memperkenalkan diri.
"Saya Angga dan ini istri saya Widia." Ucap Angga.
Lalu kepala sekolah tersebut pun langsung mengajak Angga dan juga Widia beserta Andi dan Kila untuk ikut bersamanya dan juga untuk mengisi beberapa data.
Setelah melakukan beberapa prosedur-prosedur yang ada di sekolah tersebut, kini Kila sudah resmi menjadi salah satu siswi di sekolah ini.
"Jaga diri kamu baik-baik yah." Ucap Widia.
"Apa Tante akan langsung pulang?" Tanya Kila.
"Iya, maafkan Tante. Tante tak bisa di sini lebih lama lagi karena om sedang sibuk bekerja." Ucap Widia meminta maaf.
"Iya Tante, tak apa kok." Jawab Kila. Lalu Widia memeluk tubuh Kila dan mencium keningnya.
Sementara Angga hanya melihat saja, dan dia pun juga sudah memindahkan barang-barang milik Kila ke asramanya. Sebenarnya Widia merasa keberatan saat Kila akan di sekolah secepat ini karena usianya baru lima tahu dan bulan depan dia akan berusia 6 tahun, tapi karena perintah Angga maka Widia hanya bisa menuruti ucapan suaminya itu.
__ADS_1
Dan setelah perpisahan tersebut, widia, Angga dan juga Andi langsung meninggalkan sekolah tempat Kila belajar.
Nampak Kila hanya menatap sendu kepergian mobil milik Widia, tak terasa air matanya pun ikut menetes. Sekarang dia sendiri lagi, tak ada teman atau pun keluarga.