Aku Bukan Nona Malam

Aku Bukan Nona Malam
Eps. 150


__ADS_3

Bandung.


Nampak Kila tengah berjalan menyusuri lorong sekolah, karena saat tadi dia sedang belajar tiba-tiba kepala sekolah memanggilnya karena ada seseorang yang ingin bertemu dengannya.


"Apakah itu Tante." Pikir Kila dengan raut wajah senang, karena sudah lama dia tak bertemu dengan Tante Widia.


Dengan langkah senang Kila terus berjalan menuju ruang kepala sekolah, tak beberapa lama dia pun sampai di depan ruangan kepala sekolah.


Tok, tok, tok...


"Masuk." Ucap seseorang dari dalam ruangan.


"Selamat siang pak." Sapa Kila.


"Selamat siang Kila, ini ada seseorang yang ingin bertemu denganmu." Ucap kepala sekolah.


"Siapa?" Tanya Kila.


"Nanti kau akan tahu sendiri, dia ada di ruangan yang itu." Ucap pak kepala sekolah sambil menunjuk ke sebuah ruangan.


Lalu Kila langsung berjalan masuk ke ruangan tersebut, terlihat seorang pri tengah duduk di sebuah sofa.


"Om Angga?" Tanya Kila.

__ADS_1


Lalu pria itu langsung membalikkan tubuhnya ke arah Kila. Terlihat sebuah senyuman terukir di wajahnya.


"Aku bukan Angga." Ucapnya. Nampak Kila tak mengerti apa yang di maksud orang di hadapannya itu.


"Aku Anggi. Ayahmu." Ucap Reza.


"Ayahku?" Tanya Kila tak percaya, dan Reza langsung menganggukan kepalanya.


"Tapi bagaimana bisa Kila punya ayah? Terus dulu ayah kemana?" Tanya Kila.


"Maafkan ayah, dulu ayah ada di luar negeri karena mengurus bisnis. Dan sekarang ayah pulang untuk menemuimu." Ucap Reza sambil tersenyum.


Dengan mata berkaca-kaca, Kila langsung memeluk ayahnya itu. Terdengar tangisan pelan dari mulut kecil Kila, Kila sangat bahagia bisa bertemu dengan ayah kandungnya.


"Tapi kenapa muka ayah mirip sama muka Om Angga?" Tanya Kila.


"Hanya kebetulan mirip saja." Ucap Reza.


Awalnya Reza ragu untuk menemui Kila, tapi karena bujukan dari ibunda Lili. Sehingga Reza memiliki keberanian untuk menemui putrinya itu. Dalam hati Reza takut jika Kila akan membencinya dan malah tak mengakuinya sebagai ayah tapi kenyataannya Kila malah tidak membenci dirinya.


"Kila, ayah kemari ingin mengajakmu pulang ke Amerika." Ucap Reza.


"Amerika? Apakah jauh?" Tanya Kila.

__ADS_1


"Sangat jauh, dan di sana ayah akan memberikan semua fasilitas yang kau inginkan." Ucap Reza.


"Benarkah?" Tanya Kila dengan mata berbinar-binar. Dan Reza langsung menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Kila mau ikut ke Amerika." Ucap Kila senang.


"Baiklah, sekarang ayo kita berkemas. Karena hari ini ayah kita akan pergi ke Amerika." Ajak Kila.


Tapi raut wajah senangnya seketika langsung pudar, karena jika dirinya pergi ke Amerika maka Kila tak akan bertemu dengan teman-temannya.


"Ada apa?" Tanya Reza yang melihat perubahan ekspresi wajah putrinya itu.


"Jika Kila pergi ke Amerika, itu berarti Kila tak akan bertemu dengan teman-teman Kila." Ucap Kila sambil menundukkan wajahnya.


"Kila, sekarang jaman yang serba canggih. Kamu bisa lihat temen-temen kamu lewat Videocall." Ucap Reza.


"Benarkah ayah?" Tanya Kila. Dan Reza langsung menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Lalu Reza pun langsung mengurus surat-surat kepindahan Kila, dan tak lupa Kila pun langsung berpamitan kepada teman-temannya.


Setelah itu, Kila langsung naik ke dalam mobil ayahnya itu, nampak Kila terus melihat teman-temannya yang berdiri di depan gerbang sekola.


Tak terasa air mata Kila langsung menetes. "Jangan menangis, nanti kamu juga bakal dapet teman baru di Amerika." Ucap Reza. Dan Kila hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

__ADS_1


Alasan Reza mengajak Kila pergi ke Amerika adalah karena di ingin dekat dengan Kila, dan bisa mengurusnya dengan baik. Dan setidaknya ini bisa menjadi penebusan dosanya karena telah mencampakkan Kila saat dia masih bayi.


__ADS_2