Aku Bukan Nona Malam

Aku Bukan Nona Malam
Eps. 110


__ADS_3

Kini Angga sudah selesai berganti baju, lalu dia langsung pergi ke sawah mengikuti petunjuk yang Widia berikan padanya. Dan untungnya Angga tak tersesat dan tak jauh dari tempatnya berdiri sekarang, terlihat Widia dan juga Andi tengah bermain-main dengan lumpur yang membuat pakaian mereka menjadi kotor.


Dan Angga hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu Angga langsung berjalan ke arah Widia. Dengan langkah hati-hati dan perlahan Angga terus menyusuri jalanan yang kotor dan penuh dengan lumpur.


"Khem.."


Suara dehaman seseorang membuat Andi dan juga Widia langsung menghentikan aktivitas mereka.


"Ayah.." Panggil Andi sambil berlari ke arah ayahnya.


"Stop." Ucap Angga.


Dan Andi hanya tersenyum mendengar ucapan Angga. "Ada apa denganmu nak, kenapa bajumu kotor seperti itu." Ucap Angga sambil menatap Andi.


"Kau sama ibu bermain lumpur. Seru loh yah." Ucap Andi.


Lalu Widia berjalan mendekati Angga. "Ada apa dengan mu sayang. Apa kau sehat?" Tanya Widia.


"Apa maksud perkataan mu itu. Ya tentu aku sehat." Jawab Angga.


"Lantas kenapa kau memakai pakaian formal seperti itu." Tanya Widia yang melihat Angga memakai kemeja berwarna biru Dongker dan juga celana panjang berwarna hitam, tak lupa juga dengan sepatunya yang mengkilat.


"Apa yang salah?" Tanya Angga.


"Tentu salah lah, kita ini pergi ke sawah bukan pergi ke kantor." Ucap Widia.

__ADS_1


"Aku hanya ingin menunjukkan kalau aku pria yang terhormat." Ucap Angga sombong.


"Tapi kau salah kostum sayang." Ucap Widia.


"Bagiku tidak, mau kemana pun aku pergi. Aku harus mencerminkan diriku yang sesungguhnya agar orang tahu siapa aku." Ucap Angga.


"Terserah kau saja sayang." Ucap Widia, lalu Widia menarik tangan Andi.


Tanpa sepengetahuan Angga, Widia dan Andi sudah menyiapkan rencana licik untuk mengerjai Angga.


Lalu Widia kembali berjalan ke arah Angga, Angga yang melihat Widia kotor dengan tanah mulai sedikit menjaga jarak.


"Kok jaga jarak gitu sih. Biasanya juga kamu suka nempel ke aku." Ucap Widia.


"Ayah." Panggil Andi. Lalu Angga langsung melihat ke arah Andi, saat Angga melihat ke arah andi. Widia langsung memeluk Angga dan mengajaknya untuk terjatuh ke sawah yang penuh dengan lumpur.


"Hahahaha..." Terdengar tawa Widia dan Andi saat melihat Angga berlumuran lumpur.


Dan Angga hanya bisa tersenyum jengkel pada ibu dan anak itu. "Awas ya kalian berdua." Ucap Angga sambil bangkit dan hendak berlari mengejar Widia dan Andi tapi saat Angga berlari, Angga langsung terjatuh karena sepatunya tersangkut di lumpur dan membuat wajah Angga penuh dengan lumpur.


Widia yang melihat hal itu hanya bisa tertawa sekencang-kencangnya. Dan dia pun berjalan untuk membantu suaminya berdiri, "Uh.. Sayang maafkan istrimu ini. Hahahaha.." Ucap Widia sambil terus tertawa.


Dan Andi pun membantu mengambil sepatu ayahnya yang tersangkut di dalam lumpur.


"Awas yah kalian berdua." Ucap Angga. Lalu Angga mengabil lumpur dan membalurinya pada wajah Widia. "Hahahaha..." Tawa Angga terdengar saat melihat istrinya berlumuran lumpur sama seperti dirinya, sementara Widia hanya memonyongkan bibirnya.

__ADS_1


"Hahahaha.. ibu wajahmu kotor." Ucap Andi sambil terus tertawa.


"Sudah-sudah. Ayo kita bersih-bersih." Ajak Widia. Lalu Angga langsung mengikuti Widia dan tak lupa juga andi mengikuti langkah ibunya sambil membawa sepatu ayahnya yang penuh dengan lumpur.


Kini mereka berada di sebuah sungai yang cukup besar atau orang Sunda bilang wahangan. Karena airnya masih jernih dan tak ada sampah sedikit pun, lalu Widia langsung membersihkan wajahnya yang penuh dengan lumpur, sementara Angga hanya diam membisu.


"Sayang, ayo bersihkan dulu lumpurnya. Tenang aja airnya bersih." Ucap Widia.


Lalu Widia membantu angga membuka kemaja miliknya, terlihat dada bidang milik Angga yang sangat menggoda. Dan Angga langsung membersihkan wajah dan juga tubuhnya dengan menggunakan air sungai.


Sementara Andi tengah berendam sambil bermain air, tak lupa dia juga mencuci bersih sepatu milik ayahnya. Meski tak menggunakan sapun tapi lumpurnya sudah hilang.


"Ayah sepatu ayah udah aku bersihin." Ucap Andi sambil menunjukkan sepatu milik ayahnya.


"Buang saja nak, ayah udah gak mau pake lagi." Ucap Angga.


"Tapi sayang loh yah. Masih bagus." Ucap Andi.


"Buang aja sayang. Kamu lupa ayahmu itu orang kaya." Ucap Widia sambil menekan kata orang kaya.


"Itu kamu tahu." Ucap Angga sombong. Dan Widia hanya menatap jengkel suaminya itu, dan tak jauh dari sana ada sekelompok gadis tengah mencuci di sungai dan mereka terus melihat ke arah Angga yang notabennya sangat tambah di tambah dengan tubuhnya yang atletis.


Widia yang menyadari hal itu hanya menatap tak suka pada sekelompok gadis-gadis itu. "Dasar cewek-cewek genit, suami orang terus aja di liatin." Oceh Widia di dalam hati.


Lalu Widia langsung mengajak Angga dan juga Andi untuk segera pergi meninggalkan sungai tersebut.

__ADS_1


__ADS_2