Anak Genius : Antara Benci Dan Rindu

Anak Genius : Antara Benci Dan Rindu
Wedding Party


__ADS_3

Hanya tersisa waktu tiga puluh menit lagi sebelum resepsi pernikahan berakhir, keluarga Amanda baru saja tiba di hotel. Selama hampir satu bulan ini pergi keluar negeri guna mengurusi urusan pekerjaan dari cabang perusahaan yang berada di Amerika. Ketiganya baru menyempatkan diri hadir dalam momen bersejarah penyatuan dua insan manusia dalam ikatan sebuah pernikahan.


Abraham, menguatkan diri untuk tetap tersenyum walau hati rasanya hancur ketika melihat wanita yang dicintai kembali duduk di pelaminan dengan orang yang sama.


'Come on, Abraham, kamu pasti sanggup melewati ini semua. Bukankah dulu kamu telah berhasil melewati penderitaan ini? Jadi, seharusnya tidak masalah jika dirimu terluka untuk kedua kali.' Abraham bermonolog seraya menatap nanar pada pasangan suami istri yang duduk di pelaminan. Tania tersenyum lebar dan wajahnya pun semringah seolah mengatakan pada dunia bahwa malam ini ia begitu bahagia bisa bersanding kembali dengan pria yang begitu dicintai.


Menepuk pundak pelan dan berbisik, "Berlapang dadalah, Kak, jangan sampai kesedihan Kakak justru merusak kebahagiaan orang lain. Kasihan Kak Tania jika mengetahui kalau ternyata Kakak masih menyimpan rasa kepadanya."


"Aku yakin, cepat atau lambat Kakak pasti dipertemukan dengan seseorang yang bisa mencintai dan menyayangimu dengan tulus. Terpenting Kakak tepat semangat dan jangan mudah putus asa." Cleo mengepalkan sebelah tangan kanan di depan dada dan berseru, "Semangat!"


Amanda ikut menimpali ucapan anak bungsunya. "Apa yang dikatakan adikmu benar, Abra. Anggap saja jika kalian memang tak jodoh. Sekeras apa pun berusaha, tapi jika ada campur tangan Tuhan maka kamu tak dapat berbuat apa pun. Kamu hanya mendapatkan luka di hati karena cintamu tak terbalaskan."


Abraham terdiam ketika kalimat itu mulai menelusup ke relung hati yang terdalam. Sedikit banyak membenarkan semua perkataan Amanda dan Cleo, adik satu-satunya.

__ADS_1


Semasa kuliah dulu Abraham telah melakukan segala macam cara untuk menarik perhatian Tania. Mulai dari memberi perhatian kepada wanita itu, membelikannya makanan karena tahu jika sang pujaan hati selalu telat makan apabila sedang dihadapkan dengan setumpuk tugas yang diberi dosen sampai mengirim bunga dan cokelat pada saat hari Valentine tiba. Namun, semuanya berakhir sia-sia sebab hati wanita itu telah dimiliki Xander, putera dari sang bibi.


"Ya sudah, kita temui kedua mempelai dan Paman, Bibi serta keponakan kalian yang begitu menggemaskan."


"Selamat menempuh hidup baru, semoga kali ini pernikahan kalian langgeng sampai maut memisahkan," ucap Amanda mengawali percakapan mereka. Terselip doa tulus dari untaian kata dari bibirnya yang tipis.


Dalam pelukan Amanda, Tania menjawab, "Terima kasih, Tante. Doamu begitu berarti bagi rumah tangga kami. Benar begitu, Xander?" ucapnya seraya melirik pada sosok pria jangkung di sebelahnya.


Lalu kini giliran Cleo memeluk Tania. "Sekarang aku percaya bahwa cinta sejati itu benar adanya, buktinya Kak Tania kembali lagi dengan Kak Xander setelah tujuh tahun berpisah. Kalau bukan cinta sejati kalian pasti telah hidup bahagia dengan pasangan masing-masing."


Xander menjawab, "Tania tercipta memang hanya untukku seorang. Sekalipun kami terpisah jauh, tapi akan kembali bersama seperti sedia kala."


Pria itu melingkarkan tangan di pinggang, kemudian menarik tubuh sintal Tania hingga tubuh mereka bersentugan. Sengaja memamerkan kepada Abraham bahwa Tania hanya miliknya seorang.

__ADS_1


Suasana tiba-tiba mencekam. Udara sekitar terasa menyesakan dada. Tatapan mata kedua pria tampan terlihat begitu tajam bagai sebilah pisau yang baru saja diasah.


"Sekali lagi, aku ucapkan terima kasih atas kedatangan Tante Amanda, Cleo dan juga Abraham dalam pesta pernikahanku."


"Jangan sungkan! Ini memang sudah menjadi kewajiban kami untuk turut hadir dalam momen bahagia kalian berdua."


Amanda menghadiahkan paket bulan madu ke Paris selama empat hari lamanya. Sementara Abraham menghadiahkan tiket pesawat plus penginapan bagi pengantin baru selama mereka pergi berbulan madu, sedangkan Cleo yang masih belum berpenghasilan hanya mampu memberi hadiah berupa tiket berlibur ke Disneyland berikut tiket pesawat dan penginapan selama empat hari tiga malam.


"Abra, Cleo, kita temui Paman dan Bibi kalian. Mama ingin menyapa mereka dulu sebelum pulang ke rumah."


Sejak video yang beredar, Amanda belum pernah bertemu dengan Miranda sebab dirinya disibukkan dengan urusan pekerjaan sehingga membuatnya belum bisa berbicara secara empat mata dengan kakak kandungnya itu. Kini, saat ada kesempatan maka Amanda ingin memanfaatkannya dengan sebaik mungkin. Mencoba memperbaiki hubungan kekeluarga yang sempat renggang di antara mereka. Karena bagaimanapun mereka bersaudara dan saudara tidak boleh saling bermusuhan.


...***...

__ADS_1


__ADS_2