Anak Genius : Antara Benci Dan Rindu

Anak Genius : Antara Benci Dan Rindu
Kebenaran yang Terungkap


__ADS_3

Menghempaskan tangan Lidya dengan sangat kencang hingga tubuh itu nyaris membentur dinding. "Coba jelaskan sama saya apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kamu bisa bercinta dengan lelaki lain, sedangkan statusmu adalah calon istri dari anak saya? Kamu ... coba selingkuh di belakang anak saya, iya?" cecar Miranda dengan kemarahan yang meledak-ledak. Dada wanita itu kembang kempis disertai deru napas memburu. Merasa amat geram setelah menyaksikan video mantap-mantap di mana pelakunya adalah calon menantu idaman yang menurutnya lebih segalanya dibandingkan dengan Tania--mantan menantunya terdahulu.


Meringis kesakitan sembari menyentuh pergelangan tangan. Cengkeraman tangan Miranda cukup keras hingga menimbulkan bekas kemerahan di sana. "Jadi, Tante percaya begitu aja dengan video yang baru aja ditayangkan? Bagaimana kalau video itu adalah editan yang dikirim seseorang untuk menghancurkan reputasiku sebagai model dan merusak hubunganku dengan Xander? Zaman sekarang orang di luaran sana bisa berbuat nekad, menghalalkan segala macam cara demi menyingkirkan orang yang mereka benci."


Lidya masih belum mengakui jika pelaku dalam video mantap-mantap itu adalah dirinya. Meskipun segala bukti mengarah kepadanya, tapi ia tetap mengelak karena tidak mau namanya semakin hancur di depan calon mertuanya itu. Jadi, selagi bisa membela diri maka akan ia lakukan.


Miranda terkikik pelan mendengar perkataan Lidya. "Usia saya memang udah enggak lagi muda. Banyak aplikasi zaman sekarang yang enggak saya mengerti, tapi jangan karena hal itu membuat kamu berpikir kalau saya adalah orang bodoh yang mudah kamu tipu. Kalau kamu sempat berpikir begitu maka salah besar sebab saya tahu mana yang editan dan mana yang betulan." Saat Miranda menemukan bola mata Lidya tampak membulat terkejut, meski sekilas, nyonya besar Vincent justru melebarkan senyumannya. "Ratunya kadal kok mau dikadalin. Jangan mimpi kamu bisa membohongi saya, Lidya. Kamu itu anak kemarin sore, jadi enggak bisa bohongin saya."


Miranda menatap sinis kepada Lidya. "Apa kamu lupa apa yang pernah saya lakukan enam tahun lalu? Sesuatu yang dianggap enggak mungkin menjadi mungkin tatkala saya turun tangan. Itu semua berkat kemahiran saya dalam menipu orang hingga mampu mendepak Tania dari keluarga Vincent. Coba kamu bayangkan seandainya saja enggak punya ide brilian untuk menjebak Tania agar tidur dengan Abraham, mana mungkin Xander mau bercerai dari wanita sialan itu. Mungkin saja saat ini, wanita miskin dan kampungan itu masih menjadi bagian dari keluarga Vincent."

__ADS_1


"Jadi, itu semua membuktikan bahwa saya bukanlah perempuan yang mudah kamu tipu, bukan?" imbuh Miranda dengan menaik turunkan kedua alis. Sangat puas karena berhasil membuat mulut Lidya bungkam seketika. Sang model dalam balutan kebaya modern bergeming, tak mampu berkata.


"Ooh ... jadi selama ini Mama yang udah menjebak Tania, seolah-olah dia tengah berduaan dengan Abraham, begitu?"


Suara bariton seseorang dari belakang tubuh Miranda sontak membuat dua wanita beda generasi bergeming seketika. Manik coklat keduanya terbelalak sempurna diiringi degup jantung yang berdetak tak beraturan bahkan rasanya hampir meledak karena terlalu cepat memompa dari biasanya saat menyadari Xander sudah berada di tengah-tengah mereka. Sorot mata pria itu memancarkan kemarahan yang tak dapat dibendung lagi.


Xander berdecih. "Awalnya aku memang berada di ruang rias, tapi karena membutuhkan udara segar, aku memutuskan pergi berjalan-jalan menuju taman belakang hotel. Namun, siapa sangka saat menyusuri lorong aku malah mendengar percakapan antara Mama dan Lidya. Andai saja aku berdiam diri di ruangan itu sudah bisa dipastikan kebusukan Mama selama enam tahun lamanya akan terus tertutup rapat."


Pria tampan dalam balutan tuxedo hitam berjalan mendekati Miranda. Ia berdiri tepat di sebelah sang mama. "Katakan padaku, kenapa Mama menjebak Tania? Apa salahku hingga Mama tega memisahkanku dengan satu-satunya perempuan yang aku cintai di dunia ini? Mama tahu, 'kan, kalau aku sangat mencintai Tania? Namun, kenapa Mama malah memfitnah Tania, seakan dia berselingkuh dengan pria lain. Kenapa, Ma? Kenapa?"

__ADS_1


Rasa penyesalan meluap di dada Xander. Melahirkan setitik embun yang menetes di sudut matanya. Ia tak menduga jika wanita yang telah melahirkannya ke dunia ini tega melakukan perbuatan tercela seperti itu. Selama ini berpikir jika Tania adalah wanita murahan, tega selingkuh di belakangnya. Tapi rupanya itu semua adalah perbuatan Miranda yang tega merangkai sebuah cerita hingga akhirnya ia membenci mantan istrinya itu.


Dada Xander terasa sesak dan sakit di satu waktu. Hati pun terasa sakit seakan ada ribuan tangan tak kasat mata meremasnya dan menyayatkan serta menghancurkannya berkeping-keping.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2