Anak Genius : Antara Benci Dan Rindu

Anak Genius : Antara Benci Dan Rindu
Hasil Tes DNA


__ADS_3

Sebuah mobil berhenti tepat di depan pintu masuk lobi apartemen yang berada di pusat ibu kota. Tampak seorang pria duduk manis di kursi belakang tengah mendongakan kepala, menatap gedung pencakar langit di depan sana dengan tatapan sayu.


"Tuan, kita sudah sampai di kediaman Nona Tania. Anda mau turun sekarang atau meminta saya memastikan dulu apakah Nona Tania ada di dalam atau tidak?" Asisten kepercayaan Jonathan berkata sambil memperhatikan majikannya dari kaca spion. Walaupun lelaki itu mengenakan kacamata hitam, tapi Jonathan bisa merasakan bahwa saat ini dia tengah diperhatikan oleh sopir sekaligus asisten pribadinya itu.


Jonathan terdiam sambil terus memandangi bangunan kokoh berlantai dua puluh di depan sana. "Tidak perlu! Biar saya datang langsung menemuinya. Kamu tunggu saja di mobil. Kalau sudah selesai maka saya akan menghubungimu."


"Baik, Tuan. Saya selalu siap sedia menunggu perintah Anda," sahut Ahmad--pria yang duduk di balik kemudi.


Jonathan melangkahkan kaki menuju salah satu unit apartemen yang disewa mantan menantunya. Sejak melihat Arsenio digandeng Tania, keluar dari ballroom hotel, pria bertubuh jangkung dan bermata biru terang menjadi gundah gulana. Banyak pertanyaan muncul di benak lelaki itu dan membutuhkan jawaban sesegera mungkin.


Menghela napas dalam, kemudian mengembuskan secara perlahan. Jonathan mencoba mengendalikan diri agar tidak terlihat tegang. Bagaimana tidak tegang, ia baru saja mendapati sebuah fakta menarik yang selama ini disembunyikan oleh Tania. Sebuah fakta yang mengatakan bahwa Arsenio, si bocah genius adalah cucu kandungnya sendiri. Di dalam tubuh hacker little B, mengalir darahnya sendiri.

__ADS_1


Beberapa hari sebelum pesta pertunangan digelar, Jonathan memerintah Ibrahim--asisten Xander untuk membawa beberapa helai rambut Arsenio yang sengaja dia gunting secara diam-diam ke laboratorium untuk memeriksa DNA antara si bocah tampan bermata hazel dengan sample milik anak semata wayangnya. Pemeriksaan DNA itu dilakukan sembunyi-sembunyi tanpa diketahui oleh siapa pun, termasuk Arsenio sendiri.


"Bagaimana, apa kamu sudah mendapat hasil DNA dari rumah sakit?" tanya Jonathan pada Ibrahim.


Jonathan menatap dingin pada asisten pribadi Xander. Aura wajah ketegasan dan tajam, berbaut menjadi satu. Ia sudah tidak sabar ingin segera mengetahui apakah Arsenio merupakan cucunya sendiri atau bukan. Kalaupun memang Arsenio bukan darah daging Xander, pria bermata biru terang akan tetap menyayangi bocah kecil itu seperti cucu kandungnya sendiri.


Ibrahim mengangguk. "Sudah, Tuan. Setelah mendapat kabar bahwa hasil pemeriksaan telah keluar, saya segera melajukan kendaraan menuju rumah sakit." Lantas, ia mengeluarkan amplop putih dari balik jas yang dikenakan. Kemudian menyerahkannya ke hadapan Jonathan. "Ini hasilnya, Tuan. Anda bisa membacanya sendiri. Amplop itu masih baru dan artinya tidak ada satu orang pun tahu tentang hal ini."


Jonathan memandangi sebuah amplop putih dengan bagian logo rumah sakit di atas meja. Timbul keraguan dalam diri pria itu. Bagaimana jika seandainya hasil tes DNA mengatakan bahwa Arsenio bukanlah cucu kandungnya? Akankah dia berlapang dada menerima kenyataan pahit itu? Sementara banyak harapan dan impian yang ingin dicapai bersama Arsenio jika bocah kecil itu adalah putera Xander.


Detik itu juga mata Jonathan terbelalak. Napas berhenti sampai sekian detik lamanya. Bibir lelaki itu terbuka sendiri tanpa ia sadari.

__ADS_1


"I-ini? Jadi, Arsenio betulan cucuku? Dalam darah Hacker Little B, mengalir darahku juga, begitu?" ucap Jonathan tergagap. Ia masih belum percaya atas semua yang dilihatnya sekarang.


"Benar, Tuan. Bos kecil yang pernah membantu kita melawan hacker Dark Devil adalah cucu Anda. Dia adalah putera dari Tuan Xander." Ibrahim menegaskan bahwa hasil pemeriksaan itu adalah valid. Arsenio, si bocah genius adalah calon penerus perusahaan V Pramono Group selanjutnya.


Awalnya Ibrahim pun tak percaya saat petugas lab yang dipercaya Jonathan menyampaikan bahwa hasil DNA antara Arsenio dan Xander, 99% cocok. Namun, saat melihat dengan mata kepalanya sendiri, barulah lelaki itu yakin bahwa bocah kecil yang sempat ia ragukan kemampuannya adalah cucu dari pendiri perusahaan tempatnya bekerja.


Setelah kejadian itu, Jonathan segera memerintahkan orang kepercayaannya untuk mencari tahu ada hubungan apa antara Arsenio dengan Tania. Hingga sebuah fakta mengatakan bahwa Tania adalah ibu kandung Arsenio. Dengan begitu sudah jelas bahwa saat Tania diceraikan Xander, telah hadir buah cinta di antara mantan pasangan suami istri itu. Dan kini saatnya Jonathan meminta keterangan dari mantan menantunya itu.


Menarik napas dalam, kemudian menahannya sejenak, setelah itu barulah mengembuskan secara perlahan. "Apa pun yang terjadi, kamu harus tetap tenang dan jangan mudah terbawa suasana," gumam Jonathan. Lantas, ia pun mulai menekan bel pintu unit apartemen yang ada di sebelah kanan.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2