Ayah Dari Anakku

Ayah Dari Anakku
Memasang Perangkap


__ADS_3

Pagi itu Dira mendapat kejutan luar biasa. Pagi sekali sekretarisnya memberi tahu jika Haley Alvonz datang berkunjung. Dira bisa saja menolak, tapi rasa penasaran membuat ia ingin menjebak pria itu.


Haley masuk dalam ruangan kantor Dira. Pria itu Dira sambut di ruang tamu kantornya. Haley melihat ke sekeliling ruangan. "Anda beruntung mendapat ruangan kantor sebesar ini. Pantas saja, saya mendengar jika anda berhasil menaikkan nilai saham Kenan Manufacture," puji Haley sambil duduk di atas sofa.


Dira mengangguk. "Benarkah? Saya malah merasa tak pantas. Maksud saya, selama ini yang bisa saya lakukan hanya menyanyi dan membuat berita di televisi," timpal Dira.


Haley menegakkan bahunya. "Anda terkenal dengan kemampuan yang sama dengan kakek anda dalam hal bisnis."


Dira terkekeh. "Mungkin karena itu juga banyak orang yang tak suka saya kembali pada keluarga Kenan," kelakar Dira. Haley hanya memasang senyuman. Sepertinya pria itu tak sadar jika Dira sedang memberi sindiran telak.


"Saya dengar Alvonz Communication pernah sangat menginginkan Kenan manufacture," pancingan pertama sedang Dira kerahkan.


Haley menggeleng. "Itu keinginan orangtua saya. Anda tentu tahu pabrik di sculleaf tidak memberi banyak keuntungan akibat membayar upah pegawai terlalu tinggi. Mereka ingin menutup pabrik penyedia chip itu dan memindahkannya ke Emertown. Hanya saja otoritas di sana tidak mengizinkan pabrik baru."


"Memang sekarang anda tak menginginkan pabrik keluarga Kenan?" tegur Dira.


"Membeli chip jauh lebih murah dibanding memproduksi sendiri," jawab Haley dengan enteng.


Dira mengangguk saja seolah percaya. Tentu tak semudah itu memercayai orang yang menusuknya dari belakang setelah bertahun-tahun lamanya. "Baguslah, pikiran saya jadi semakin tenang. Skandal saya tidak lagi dibahas dan pabrik tidak lagi diharapkan orang untuk bangkrut," kelakar Dira.


Haley ikut tertawa dibuatnya. "Iya, saya lihat bagaimana respon orang atas kasus Cloena Parviz. Begitu keras. Bahkan mendengar wanita itu bunuh diri, tak ada yang peduli satu pun."

__ADS_1


Dira mengangkat alis. Ia ingat dengan foto yang Matteo temukan di rumah Cloena. Sedikitnya Dira adalah artis. Ia berakting saat shooting video klip dan iklan. "Kasihan sekali dia, saya tak pernah membayangkan akan berakhir seperti itu. Saya berencana menolongnya," dusta Dira.


Haley terbelalak. Dira bisa membaca ekspresi kilat pria itu yang resah meski tak lama Haley berusaha terlihat santai. "Apa tidak salah? Bukannya dia pernah berniat menyakiti anda dan istri anda?"


Dira berdecak. "Ayolah, bagaimanapun saya dan Cloena pernah tinggal bersama. Saya pikir anda tahu hal itu. Bagaimana saya dan dia tidur bersama," pancing Dira. Haley diam tanpa ekspresi, jelas sekali ucapan itu mengganggunya.


"Sepertinya anda tahu, anda menemukan rekaman video saat kami tidur bersama, kan? Sayang sekali kalau tidak ditonton," kelakar Dira sambil tertawa.


Haley tertawa sedikit dan jelas ia menjadi gusar. "Jika anda menontonnya, anda akan lihat betapa indah tubuh Cloena Parviz," celetuk Dira.


Hal yang paling Dira perhatikan saat mengucapkan itu adalah tangan Haley. Jelas sekali tangan itu mengepal menahan amarah. "Dia tak suka mendengarku bersama Cloena. Dia cemburu," pikir Dira.


"Jika istri anda dengar, saya yakin ini akan jadi masalah," timpal Haley.


Dira berdiri lalu membelakangi Haley Alvonz. Ia tersenyum licik kemudian berbalik. "Saya akan menjemput Cloena secepatnya. Tunggu sampai dia pulih."


Haley tertawa. Dibanding lucu, itu malah terlihat getir. "Lakukanlah apa yang ingin anda lakukan. Saya tidak bisa banyak membantu."


Dira mengangguk. "Anda sangat sibuk. Saya melihat bagaimana rekam jejak anda selama ini. Luar biasa. Padahal Alvonz com. dulu sempat diakuisisi oleh Artech media. Hanya dalam tiga tahun Alvonz mulai menjadi perusahaan independent lagi," puji Dira.


"Itu bukan apapun. Saya hanya berusaha membuat bangga keluarga."

__ADS_1


"Saya dengar Artech Media adalah perusahaan milik keluarga istri anda. Apa mereka tak masalah jika anda mulai memisahkan diri?" tanya Dira pura-pura polos.


Haley menggeleng. "Saya bersama atau tidak dengan Artech Media tidak ada hubungannya dengan istri saya. Masalah keluarga dan perusahaan tentu hal yang berbeda."


"Syukurlah jika Nyonya Gwen sangat pengertian. Mungkin pencapaian anda hanya kurang satu, memiliki seorang anak," ucap Dira.


Haley menyandarkan punggung di sofa. "Kami sedang berusahan sebisa mungkin agar memiliki keturunan untuk menggantikanku kelak dan menjadi pewaris keluarga Alvonz dan Artech Media."


Mata Dira melebar. Obrolan mereka setelah itu masih berlanjut dengan masalah bisnis yang rumit. Tak lama setelah Alvonz pergi, Dira memanggil sekretarisnya.


"Berikan salinan surat itu padaku," titah Dira. Sebuah map hitam diberikan langsung oleh sekretarisnya. Dira membuka map itu kemudian tertawa. "Berusaha memiliki anak?" sindirnya.


"Surat ini masih disimpan oleh pengacaranya. Nyonya Gwen belum tahu apapun," jelas Abiel, sekretaris Dira.


"Perusahaan Alvonz akan mengumumkan spin off dari Artech Media dalam waktu dekat dan setelahnya ia mengumumkan perceraian. Bukankah sangat jelas jika itu hanya pernikahan bisnis?" tebak Dira.


Abiel tersenyum. "Lebih dari itu, Pak. Meski Alvonz memisahkan diri, saham Tuan Haley Alvonz masih ada di Artech Media. Lebih tepatnya, keadaan mulai dibalik."


Dira mendengus. Ia sandarkan punggung di kursi kantornya. "Awasi Cloena Parviz. Jika sampai sekali saja Haley Alvonz datang ke sana, kabari aku. Aku tak akan ikut campur jika memang itu hanya masalah pribadi dia dengan Cloena. Hanya saja kita harus hati-hati jika akhirnya dia menjadikan Kenan Grouph sebagai sasaran. Belum lagi ia dendam padaku karena pernah bersama Cloena."


🍁🍁🍁

__ADS_1


Haley memilih lawan yang salah.


__ADS_2