
Sadar ini masalah yang tidak bisa diselesaikan melalui telpon, Dira berangkat ke Heren. Ia meminta Matteo menunggu di depan gedung agensinya. Dira tahu apa hal yang paling berbahaya jika ia kembali ke Heren : wartawan, fans dan Cloena. Karena itu Dira meminta pertemuan pagi dan bertabrakan dengan jam shooting Cloe.
Berhasil, sejauh ini hingga masuk ke ruang rapat di lantai delapan belas Dira aman tanpa berpapasan dengan wanita itu. Petinggi departemen sudah menunggu di ruangan dengan perasan cemas akan apa yang dikatakan Dira. Apalagi pria itu memberi isyarat jika ini kabar buruk.
Akhirnya mereka bertemu, Dira ditemani pengacara keluarganya yang jelas terkenal cakap.
"Aku akan menikah minggu ini," ungkap Dira membuat mata-mata orang yang ada di sana terbelalak.
Matteo menepuk lengan Dira. "Kamu jangan bercanda. Bukannya kamu dan Cloe putus?" tanya Matteo.
Dira mendelik sebentar ke arah Matteo. "Bukan Cloena, tapi wanita lain," tegas Dira.
Mr. Pier, pimpinan departemen yang menaungi bidang musik kontan menunjukkan rasa ketidaksetujuannya. "Memang tidak bisa ditunda. Dunia ini masih gempar dengan berita putus kamu! Sekarang kamu tiba-tiba menikah dengan perempuan lain. Kamu selingkuh apa bagaimana?"
Dira menggelengkan kepala. "Justru dalam masalah ini, Cloe yang selingkuhanku," ralat Dira.
Jidat Mr. Pier mengerut. Ia sama sekali tidak bisa mendapatkan garis lurus dari pernyataan Dira. "Coba kamu jelaskan pelan-pelan. Aku sudah cukup kaget dengan apa yang terjadi."
Kali ini Dira menghela napas. Ia harus merangkai kata agar cerita ini tidak terpotong sebagian. Dira menceritakan tentang siapa Bia dan apa hubungan mereka hingga bagaimana ia terjebak oleh muslihat Cloe dan pertemuan dengan Bia lagi. "Kalau bukan salah satu teman SMAku yang bilang, seumur hidup aku tidak akan tahu punya anak darinya."
Bahkan Mr. Pier sampai memijit tengkuk saat mendengar cerita itu. "Memangnya kamu yakin itu anak kamu?" tanya Mr. Pier. Ia harap bisa memengaruhi pikiran Dira agar tidak mengambil keputusan yang merugikan agensi.
Dengan tegas Dira menggeleng. "Aku tahu Bia dan lagi saat bersama anak itu, perasaanku bilang begitu. Insting seorang ayah gak bisa dibohongi," tegas Dira.
Namun, Mr. Pier tidak mau mengalah begitu saja. "Dir, aku sarankan jangan tergesa-gesa. Perempuan zaman sekarang ingin cari ketenaran dengan mengaku-ngaku itu banyak. Kamu bisa mengulur waktu dengan minta tes DNA. Daripada begini dan karirmu bisa hancur. Nama agensi kita juga dipertaruhkan."
__ADS_1
Suara keras terdengar saat Dira memukul meja dengan keras. "Cari ketenaran? Kalau perempuan itu ingin tenar, sudah ia lakukan sejak dia tahu kalau dia hamil. Untuk apa repot-repot membesarkan anak sendirian? Lalu jika karirku hancur kenapa? Jangan lupa aku masih jatah bagian perusahaan milik keluargaku. Tentang nama agensi, jika kalian takut biar aku yang meminta maaf pada publik!" tekan Dira.
Mata Matteo berbinar. Baru kali ini ia lihat Dira benar-benar keren selain sedang menyanyi di panggung. "Hantam terus, Dir!" batin Matteo. Meski ia tahu jika Dira berhenti jadi artis, ia kehilangan pekerjaan - urusan itu bisa minta tanggung jawab dari Dira - ia mendukung pilihan Dira kali ini.
"Dir, kamu benar-benar tidak sayang dengan karirmu?" tanya Mr. Pier sedikit berhati-hati.
Dira menggeleng. "Aku lebih sayang putraku," tegasnya.
Mr. Pier beberapa kali mendesah. Ia mulai takut karena selama ini agensi mendapat sumbangan penghasilan terbesar dari Dira. "Aku mengerti keinginanmu, tapi kamu butuh kamu. Kontrakmu bulan Desember ini berakhir. Apa tidak bisa kamu sembunyikan dulu pernikahan ini? Aku yakin pasti bisa," ide Mr. Pier.
Punggung Dira bersandar di kursi. Ia gerakkan pergelangan kakinya setengah memutar. Matteo menangkap ide itu dengan baik. "Dir, pikirkan baik-baik. Apa yang dikatakan Mr. Pier benar. Jika kamu terlalu tergesa-gesa, Cloe akan memanfaatkan kesempatan ini dan membuat publik menghujat calon istrimu."
Mulailah Dira gelisah. Perkataan Matteo ada benarnya juga. Ini demi Bia. Dirundung teman satu sekolah saja perempuan itu sudah terlihat menderita apalagi dirundung fans Dira di seluruh dunia.
"Hanya sampai Desember ini. Setelah itu aku tidak bisa melanjutkan kontrak ini lagi. Aku akan fokus pada keluargaku," tekan Dira.
Baru rapat itu akan ditutup, Collin - staff manager Mr. Pier tiba-tiba datang ke ruangan. Wajahnya panik. "Pak, saya pikir anda harus melihat ini," ungkapnya sambil memperlihatkan sebuah video dari tablet PC-nya.
Baru beberapa menit melihat video itu, Mr. Pier langsung menatap Dira. "Sebaiknya kau lihat berita di televisi," saran Mr. Pier.
Matteo bergegas. Ia perlihatkan layar tablet PC yang biasa digunakan untuk menyusun jadwal Dira. Ada Cloena sedang melakukan konferesi pers.
Mr. Pier memukul meja. "Siapa yang izinkan Cloena melakukan ini? Apa dia mau cari mati?"
Dira masih menyimak apa yang Cloe katakan di video. Meski ia bicara sambil menangis, tapi tidak sedikit pun menarik simpati Dira. Laki-laki itu tahu, Cloe hanya berakting.
__ADS_1
"Wanita mana yang tidak sakit tiba-tiba hubungannya diputuskan secara sepihak. Dia malah sengaja memblokir nomor saya. Ia punya waktu untuk manggung di luar kota, tapi tidak beritikad untuk menjelaskan pada saya," ungkap Cloe. Air mata mengalir hingga ke pipi dan ia usap dengan tissue.
Dira mendengus. "Matikan," titahnya pada Matteo. Managernya itu langsung menuruti. Ia menutup video dan menyimpan kembali tablet di dalam tas.
Sementara itu Mr. Pier memijit tengkuknya lagi sambil sedikit condong ke arah meja. "Bagaimana ini?" tanya Mr. Pier bingung.
Dira menggeleng. "Jika kau masih ingin menyelamatkan karirnya, lebih baik suruh ia berhenti sebelum aku ungkap alasan kenapa hubunganku dan dia berakhir," tekan Dira.
Dia tak ingin berada lama lagi di sana. Secepatnya ia harus kembali ke Emertown untuk menikah dan mendaftarkan pernikahan. Mengurus Cloena hanya akan membuang waktunya saja.
"Aku menikah Sabtu ini, lebih baik jangan datang. Jika memang tujuanmu ingin pernikahan ini ditutupi hingga Desember," tegas Dira.
Mr. Pier mengangguk. Ia tidak punya pilihan. Dira bukan lagi anak delapan belas tahun yang bisa ia setir lagi. Sekarang pria itu sudah sadar kedudukannya juga keluarganya.
Matteo menutup pintu ruangan dan mengikuti Dira. "Sementara kau akan jadi bahan hujatan," ucap Matteo.
Dira masih berjalan lurus ke depan. "Sudah tiga tahun aku jadi penyanyi. Kau tahu, warga Livetown percaya jika yang banyak bicara justru yang menyimpan dosa. Sekarang hubungi saja Cynthia, katakan padanya lebih baik kendalikan Cloe sebelum aku yang bicara faktanya," ancam Dira.
🍁🍁🍁
Yang njelimet nyari igku, ini sdh aku ubah ya.
ig : elara_murako
biar dapat spoiler sama foto keseharian mereka. Juga updatean karya author lainnya.
__ADS_1
Btw, kenapa visual gak ditaruh di sini? itu karena kalau pasang foto reviewnya akan lama. bisa berhari-hari. kalau begitu aku gak bisa update tiap hari akibat ketahan review. mohon pengertiannya ya 🙏