Ayah Dari Anakku

Ayah Dari Anakku
Pertanyaan Konyol


__ADS_3

Dira tahu, ia tak bisa membela Cloena atas kasus pembunuhan. Bagaimanapun wanita itu harus dihukum karena menghilangkan nyawa orang lain. Namun, Dira berusaha mencari keadilan untuk Cloena.


Makam bayi mungil tak berdosa yang menjadi korban ego orang tuanya akhirnya dibongkar. Setelah dua minggu menjalani tes forensik, tubuh bayi yang kini tinggal tersisa tulangnya dipindahkan ke pemakaman keluarga Kenan di Emertown.


Makamnya yang dulu hanya ditandai sebuah pohon, kini memiliki batu nisan. Di sana tertulis nama bayi sesuai dengan yang Cloena tulis di buku hariannya. "Leona Lovelia Parviz".


Kasus pembunuhan bayi itu sedang diselidiki. Gwen Alvonz dan ibu Haley menjadi tersangka utama. Hingga akhirnya terungkap bayi kecil itu meninggal ditenggelamkan dalam bak air. Pelakunya pelayan Haley dan Gwen juga ibu Haley yang merencanakan.


Masyarakat turun tangan. Mereka melakukan pemboikotan terhadap produk dan jasa milik perusahaan Alvonz dan Artech Media. Mereka juga menuntut agar pelakunya dihukum seberat-beratnya dan memberikan keringanan pada Cloena Parviz karena itu bentuk perlawanan diri.


Hari ini sidang Cloena, Gwen juga ibu Haley digelar untuk kedua kalinya secara bersamaan akibat protes masyarakat atas hasil sidang pertama yang tidak adil.


"Saham keluarga Alvonz anjlok," ucap Bia sambil menyimpan bunga di makam bayi Cloena.


Dira yang berdiri di sampingnya mengangguk. "Aku bersyukur semua ini berakhir sebelum hari ulang tahun Divan. Kita jadi bisa lebih berkonsentrasi," komentar Dira.


Bia bangkit dan memeluk suaminya. "Tahu tidak. Meski aku sempat menderita, aku masih merasa sangat beruntung," ucap Bia.


Dira balas memeluk Bia di bawah salju yang turun perlahan menyambut akhir musim dingin. "Kenapa?" tanya Dira.


"Karena ayah dari anakku adalah Dira Gavin Kenan. Dia mau bertanggung jawab, sayang pada anaknya dan selalu membahagiakan keluarga," jawab Bia.


Dira tertawa. Bibirnya mengecup lembut kening Bia. "Aku juga merasa beruntung karena ibu dari anakku adalah Drabia Azura Louis Kenan. Karena dia kuat, tidak kenal takut dan selalu melidungi anakku," balas Dira.

__ADS_1


Mereka meninggalkan area pemakaman sambil berpegangan tangan. "Apa yang Cloe alami memberi tahu para wanita bahwa tak semua pria seperti Dira."


Terdengar kekehan dari mulut Dira. "Iyalah, kalau semua pria mirip denganku, bagaimana cara membedakan suami mereka. Wajahnya saja sama semua," kelakarnya.


Bia mendesis. "Aku serius, malah bercanda lagi," protes Bia. Keduanya tertawa melewati tahun-tahun berat kehidupan mereka.


"Cloena menulis surat apa untukmu?" tanya Dira penasaran.


Bia mendengus. "Ia hanya menulis surat. Sementara denganmu, ia meminta bertemu," protes Bia.


"Mungkin dia malu bertemu kamu. Tahu sendiri ia hampir membuat seorang wanita bernasib sama dengannya juga membuat seorang anak bernasib sama dengan anaknya," jelas Dira.


Bia mengangguk saja. Ia membaca surat Cloena dan dibuat menangis karena itu. "Dia bilang, dia tak mau hukumannya diperpendek. Katanya ia pantas dihukum begitu karena sudah mengantarkan anaknya sendiri pada kematian. Cloe memang tak tahu nasib Leona akan semalang itu, tapi ia tetap merasa bersalah sebagai seorang ibu."


Bia mengangguk. "Aku tahu Cloena salah. Meski aku terlihat hebat, justru dia jauh lebih hebat. Setidaknya aku menemukan Mrs. Carol dan Melvi. Keluargamu juga menerimaku. Sedang dia, keluarga Haley menolaknya dan orang yang merebut kekasihnya adalah sahabatnya sendiri. Dia juga masih bertahan dijadikan simpanan Haley."


"Membayangkan itu, jika aku di posisinya pasti sudah tak tahan untuk hidup," timpal Dira.


Mereka tiba di mobil Dira. Kali ini Dira ingin bertindak romantis untuk istrinya. Ia bukakan pintu mobil agar Bia bisa langsung masuk. Dira bahkan menutup pintu kemudian setelah masuk lewat pintu satunya lagi, ia pasang safety belt untuk Bia.


"Wouh, ada apa ini?" tanya Bia yang bingung dengan sikap istrinya.


Dira terkekeh. "Anggap saja ucapan terima kasih karena tidak membunuhku setelah memutuskanmu dulu," kelakarnya.

__ADS_1


Bia mencubit lengan Dira. "Memang aku ini Cloena. Lagi pula pria itu memang pantas mendapatkannya. Kamu mendengar kesaksian pelayan Alvonz? Haley hanya diam saja melihat anaknya ditenggelamkan dalam bak air. Ayah macam apa itu? Biad*b! Kenapa Cloe harus menusuknya sih, harusnya ia juga tenggelamkan Haley di bak mandi!"


Dira bergidik. "Kamu serem juga lama-lama," komentarnya.


"Kira-kira kalau Haley mati, dia masuk neraka gak ya?" tanya Bia mengubah topiknya.


Dira terkekeh. "Aku saja sudah percaya diri pasti masuk neraka. Apalagi dia!"


Bia memeluk Dira. Matanya sempat melirik ke arah pemakaman keluarga Kenan. "Dir, besok ke rumah sakit, yuk?" ajak Bia.


Dira mengerutkan jidat. "Ada apa?" tanyanya bingung. Ia memegang jidat Bia dan tidak terasa panas. Kemudian Dira melepas safety beltnya dan memeluk Bia. "Jangan sakit donk sayang. Kalau kamu kenapa-napa nanti aku jadi duda. Divan gimana? Aku gak mau nikah lagi sama orang lain. Aku cuman sayang kamu," pintanya.


Bia memukuli suaminya. "Gak sopan, masa aku dikatain mau mati! Aku cuman telat datang bulan. Mana sudah dua bulan ini."


"Bukannya kamu minum pil KB?" tanya Dira sama bingungnya.


"Dulu juga aku sering minum pil KB, tetap saja jadi Divan," jawab Bia.


Dira nyengir kuda. "Yes, aku jadi ayah lagi! Kan aku bilang juga apa, kita masih dua puluh satu tahun, masih panjang waktu buat bikin kesebelasan," serunya.


"Belum tentu. Habis ini gak kerasa apa-apa. Cuman telat, tapi gak mual juga gak mau aneh-aneh. Moodku juga baik-baik saja," heran Bia.


🍁🍁🍁

__ADS_1


Pengen ngemis minta vote boleh gak? 🤧


__ADS_2