Ayah Dari Anakku

Ayah Dari Anakku
Konser Yang Memisahkan Kamu dan Dia


__ADS_3

Jari-jari Dira sudah sangat mahir memainkan layer, rhytm dan tempo. Sejak usia 5 tahun Dira belajar teknik fingering dari kakeknya. Kini ia sudah pintar menggunakan feeling untuk bermain lambat dan cepat ketika menggunakam touching.


Pergerakan jemari yang lincah ditambah suara bass yang seksi dan serak basah. Dira membuat seisi venue menggerakkan tangan ke kanan dan kiri, menikmati lagu dalam konser malam itu.


Setelah denganmu


Ku bahagia


Membagi hati yang kesepian


Karena kamu pemilik rindu


Yang tak pernah terlupa dalam waktuku


Dalam jalan ini


pegang tanganku


Menulis kata yang ku sebut cinta


Aku ingat dan merasa baik


Karena aku tahu ku ingin kamu


Jika suatu hari nanti ku buat kau menangis


Ku mohon maafkan aku


Karena tanpamu hidupku hancur


Juga hilang tujuan


Saat ada kamu

__ADS_1


Aku merasa senang


Mencari arti cinta yang benar dan nyata


Bukanlah mimpi bukan harapan


Tapi ketulusan dalam hatimu


Ketika kau ada - Dira .G. Kenan


Bahkan sebelum MC meminta tepukan tangan, suara tepukan membahana ketika suara tuts piano Dira berhenti berdenting. Pria itu bangkit lalu menunduk tanda hormat pada seluruh fansnya. Setelah itu dengan bimbingan MC, Dira duduk di kursi yang disediakan di atas panggung untuk sesi QNA.


Lampu sorot utama dimatikan dan berganti dengan nyala lampu panggung serta lampu ke arah penonton. Dira duduk di kursi bundar hitam dan bersebelahan dengan MC. Mereka duduk di kursi yang berbeda.


"Kak Dira, lagu ini kakak ciptakan untuk siapa?" tanya seorang fans yang mendapat kesempatan bertanya melalui undian.


Dira tertawa. "Dia wanita tentu," kelakarnya membuat tawa hampir seluruh penonton.


MC yang memandu acara tersebut juga tidak ingin kalah dengan topik saat itu. "Mungkinkah sang mantan?" tebaknya.


Dira selalu ahli membuat fansnya senang. Bukan hanya karena lagu yang nyaman didengar dan suara yang indah, cara ia bicara juga kadang sangat jenaka.


"Pernah punya keinginan gak buat punya pacar lagi dalam waktu dekat?" tanya fans lain.


Kali ini wajah Dira merona. "Daripada pacaran lama akhirnya putus, lebih baik cari yang bisa langsung pantas untuk dinikahi," jawab Dira begitu lancar.


"QNA dibuka juga untuk pertanyaan di IG yang telah dipilih juri. Ada tiga akun pilihan," jelas MC. Dira mengangguk. "Pertanyaan pertama dari akun bernama Tiara. Kak Dira, ada rencana mengeluarkan album baru?"


Dira terkekeh. "Wah, ini berat. Waktunya terlalu sempit karena kontrak saya juga akan selesai beberapa bulan lagi. Doakan saja yang terbaik," jawab Dira.


"Selanjutnya dari akun bernama Nia Andriyana. Kak Dira, sebelum lahir doanya apa? Kenapa bisa jadi anak sultan?"


Pertanyaan kali ini membuat Dira tertawa hingga sakit perut. Dia memainkan mic lalu bersiap menjawab ketika mendapat jawabannya. "Sepertinya saya amnesia. Nanti kalau ingat saya DM langsung."

__ADS_1


MC ikut tertawa. Entah kenapa pertanyaan itu bisa lolos seleksi. "Ini pertanyan terakhir dari akun Tri Manggono. Kak Dira, sejak kapan sudah glowing?"


Tawa menggelegar seisi venue dan sisi mata Dira ikut basah karena tertawa lebih keras dari tadi. "Sepertinya sampai sekarang saya gak glowing, karena belum punya niatan jualan lampu. Kalau sudah niat, nanti saya iklanin di feed IG."


Selesai konser pertama malam itu, Dira beristirahat di hotel. Tak seperti biasanya di mana ia ingin lekas tidur, dalam pikirannya tersimpan rasa rindu pada putra kecilnya. Dira menghubungi nomor Bia, dari ponsel yang ia belikan untuk wanita itu.


"Si ganteng tidur?" tanya Dira lewat pesan chat. Ia pikir Bia juga sudah tidur karena waktu menunjukkan pukul satu malam. Namun ia cukup kaget karena status pesannya dilihat dan Bia sedang mengetik.


Bia : sudah tidurlah. Nyenyak banget.


Dira : ibunya kenapa gak tidur?


Bia : nyoba hp baru penasaran. Waktu kerja gak sempat.


Dira : 🤣 Jangan dicoba buat nonton porno!


Bia : mati saja kau sana!


Perut Dira rasanya sakit karena tertawa membaca respon Bia. Ia iseng menekan video call. Namun, ketika diangkat wajah Divan yang terlihat. Anak imut itu sedang tidur pulas.


Bibirnya mengerut-ngerut seakan dalam mimpi sedang berceloteh. Ah, wajahnya sangat memancing rindu. Dira mengusap layar ponselnya.


"Tuh! Tidur!" Terdengar suara Bia yang masih terdengar kesal. Dira bisa menebak sumbernya karena surat yang ia tulis. Ia sempat bingung bagaimana memperbaiki hubungannya dengan Bia. Hingga terlintas satu cara, mereka dekat karena saling meledek satu sama lain. Itu berhasil ternyata.


"Mana? Anaknya saja. Aku juga mau lihat ibunya," protes Dira. Terdengar suara Bia mengumpat sambil berbisik.


Bia tetap mengarahkan kamera ke arah Divan. "Lihat saja di mimpimu ya, sayang!" timpal Bia. Nada bicara saat mengucapkan sayangnya terdengar menyebalkan. Malah seakan terdengar seperti mengatai. Setelah itu ia langsung mematikan panggilan.


"Ish, dia itu nyebelin!" protes Dira. Ia raih bantal kemudian memeluknya. "Tapi menggemaskan!" tambahnya sambil memeluk bantal dengan erat dan tersenyum malu.


Banyak yang tidak tahu tapi Bia adalah sumber inspirasinya dalam membuat lagu. Tiga albumnya selama ini berisi perasaannya pada Bia. Setelah ia dan Bia berpisah, Dira tidak pernah menulis lagu lagi.


🌿🌿🌿

__ADS_1


NGERI YAK LIAT DAUN INI


🤣🤣 KALAU MERASA ANEH DENGAN NAMA-NAMA AKUN YANG INDONESIA SEKALI, CEK SAJA RANKING VOTE NOVEL INI. PASTI KETEMU PENCERAHAN.


__ADS_2