Ayah Dari Anakku

Ayah Dari Anakku
Laki-laki Pengecut dan Wanitanya


__ADS_3

Mungkin ini satu-satunya cara Cloe menebus dosa. Ia harus kembali merasakan penderitaan saat pria yang ia benci menikmati setiap inci tubuhnya. Cloe merasa kotor dan menyedihkan. Lebih dari itu, ia tak bisa berbuat apa-apa.


Hanya suara lenguhan kenikmatan Haley yang ia dengar didalam keheningan kamar itu. "Kau tak berubah, tetap memuaskan seperti dulu."


Kecupan demi kecupan Cloe rasakan dari bibir Haley. Pria itu sedang menikmati kemenangan atas kesabarannya selama ini. "Kau tahu, Gwen tak sepertikau. Dia membosankan. Aku ingin kau, hanya ingin kau," tegas Haley. Ia hentakkan tubuhnya hingga membuat Cloe tersentak. Wanita itu tetap pasrah mengikuti keinginan Haley.


Cloena memang tak ada bedanya seperti boneka. Ia didandani dengan cantik dan digerakkan seperti apapun yang diinginkan pemiliknya.


"Bodoh, kenapa aku menikmatinya," maki Cloe dalam batin. Ia tak bisa menahan diri saat Haley terus menerus membawanya dalam permainan.


"Kenapa? Kau dulu sangat senang setiap kali kita bersama," tegur Haley saat tak mendengar suara Cloena yang menimpali apa yang ia sedang nikmati.


Haley mendengus. Ia paksa renggut bibir Cloena untuk kesekian kali. Cloe lagi-lagi hanya bisa pasrah. "Kau lupa? Dulu kau begitu mencintaiku. Kau bahkan rela memberikan kesucianmu. Berikan lagi padaku, cintamu yang seperti dulu." Kembali Haley menghantam Cloe demi memuaskan kerinduannya selama ini.

__ADS_1


Malam semakin larut dan Haley masih menjelajah keindahan Cloena. Ia tak peduli meski ia sadar tatapan kebencian wanita itu. Ia hanya akan memaksa Cloe hingga wanita itu kembali padanya, bukan hanya tubuh juga hatinya.


Ketika pagi datang dan Haley meninggalkannya sendiri di kamar itu, Cloe hanya menangis memeluk selimut yang menutupi tubuhnya tanpa sehelai kain pun. Pakaiannya berantakan di lantai bersama pakaian yang Haley kenakan semalam. Tempat tidur tak ada bedanya. Bagian paling menyedihkan, hanya Haley yang bahagia melihat keadaan itu ketika bangun di pagi hari.


Dengan tubuh gemetaran, Cloe pergi ke kamar mandi. Ia membersihkan diri dan berpakaian. Seperti dulu, Haley selalu menyediakannya pakaian yang cantik. Hanya, dulu ia masih bisa pergi ke luar, jadi artis yang tampil di televisi. Kini, Cloe tak beda seperti burung di dalam sangkar. Haley memastikan seluruh pelayan tak membiarkan Cloe kabur dari sana.


Cloe sudah pasrah meski suatu hari Gwen menemukannya lagi dan menyiksanya seperti dulu. Ia masih ingat bagaimana mertua Haley mengatainya sebagai perebut suami orang. Ia ketakutan dan saat ia meminta perlindungan orangtuanya, ibu dan ayahnya hanya berkata, "Tahan saja, Tuan Haley pasti akan melindungimu. Kau ingin hidup miskin? Kalau bukan karena Haley, kau tidak akan jadi artis. Ibu dan ayah juga butuh modal untuk bisnis kita. Kau tahu keluargamu sekarang bangkrut."


Cloe menatap cermin dan menertawai dirinya sendiri. Bagaimana bisa orang tuanya malah senang melihat ia jadi simpanan suami orang. Cloe memeluk perutnya. Jika saja Haley dulu lebih berani seperti Dira, ia juga tak akan membenci pria itu. Meski seumur hidup harus dijadikan simpanan sekali pun. Sayangnya, Haley hanya peduli pada dirinya sendiri.


"Duduk di sini," tunjuk Haley pada kursi yang berhadapan dengannya. Suasana ruang makan nampam damai dengan suara burung dan cahaya matahari yang mengintip dari jendela.


Cloe menurut. Ia duduk di kursi yang Haley tunjuk. Pelayan langsung memasangkan serbet untuknya. Tak lama hidangan pagi itu langsung diantar ke atas meja. Setelah semua tersedia, Haley meminta pelayannya meninggalkan ruangan agar ia bisa bersamaan dengan Cloe.

__ADS_1


Jemari Cloe mengambil sendok dan garpu. Ia mulai menikmati sarapan yang ditemani segelas jus kiwi. Haley masih terpaku pada kecantikan Cloe pagi ini. Rasanya seperti mimpi memiliki wanita itu setelah tiga tahun lepas darinya.


"Kamu luar bisa tadi malam. Aku puas," puji Haley.


Cloe memasukan sarapannya ke dalam mulut tanpa menghiraukan ucapan pria itu. Haley merasa kecewa. Hanya ia tahu harus bersabar. "Kamu ingat waktu kita jalan-jalan ke Miami? Waktu itu kita main di kamar mandi hotel tempat kamu menginap. Padahal harusnya kamu shooting. Sangat menegangkan."


"Kamu berkata seolah-olah itu terjadi atas keinginan kita berdua. Faktanya kamu menyeretku ke sana dan memperkosaku," keluh Cloena.


Haley tertawa puas. "Harusnya kamu layani aku saat itu. Aku menjadikanmu artis karena tahu itu cita-citamu. Bukan agar sibuk dan melupakanku," protes Haley.


Cloe menyimpan sendok dan garpu di meja. "Terus kamu puas menjadikan aku begitu? Di depan orang aku harus jadi panutan, sementara di depanmu harus jadi pelac*r."


Mata Haley melebar. "Cloe, aku sudah janji akan menikahimu, kan? Jika saja kamu gak menipuku dan lari dengan Dira Kenan."

__ADS_1


"Karena aku muak. Setiap kali istrimu tahu hubungan kita, dia menyiksaku seperti binatang. Lalu kamu? Hanya diam saja melihat itu semua terjadi. Apa salahku? Sejak awal kita bersama, Gwen yang datang diantara kita. Namun, aku yang dikatai pelakor."


...🍁🍁🍁...


__ADS_2