Ayah Dari Anakku

Ayah Dari Anakku
Penjahat Wanita


__ADS_3

"Apa ini?" tegur Gwen. Haley terkejut melihat istrinya datang sambil melepar sebuah dokumen di meja kerjanya.


Haley memeriksa dokumen itu dan syok karena menemukan gugatan cerainya ada di sana. Harusnya ia melayangkan surat ini setelah Gwen menandatangani persetujuan spin off perusahaan Alvonz dan perusahaan keluarga Gwen.


"Aku bisa jelaskan. Aku juga tak tahu ini maksudnya apa. Jangan percaya hasutan orang lain," kilah Haley. Ia harus pastikan Gwen masih mendukungnya.


Gwen tak mau kalah beragumen. Ia wanita pintar dan tentu tak terima menjadi korban pembodohan suaminya selama empat tahun berumah tangga. Sekali lagi Gwen melempar dokumen lain ke meja Haley.


"Kamu pikir selama ini aku tak tahu kau menghabiskan banyak uang untuk Cloena? Kau juga memberi uang pada wanita lain. Aku sudah cukup sabar, tapi sekarang aku mulai muak dengan kebohonganmu!" bentak Gwen.


Haley bangkit. "Aku ini suamimu. Kenapa kau lebih percaya dengan orang lain. Semua ini palsu. Mereka hanya ingin menjebakku." Haley masih berkilah.


Gwen berkacak pinggang. Ia perlihatkan kekuasaanya di depan Haley kini. "Aku tidak akan membiarkan Alvonz communication lepas dari genggamanku dan kamu tak perlu menggugat cerai. Aku akan lebih dulu mengajukan perceraian," tekan Gwen.


Akhirnya saat itu tiba bagi Haley untuk melawan istrinya sendiri. Ia bertepuk tangan sambil tertawa melihat betapa sombong dan sok berkuasa istrinya itu. "Silakan. Hanya saja kau jangan mendadak lupa. Direktur di perusahaan ini, mereka adalah kolegaku. Tanpa kamu sadari orang-orang ayahmu kini berada di pihakku. Sebentar lagi, aku akan menurunkan jabatanmu di perusahaan ini. Tinggal pilih saja, melepas Alvonz atau aku kuasai perusahaanmu sendiri," ancam Haley.


Gwen berjalan mendekati suaminya. Ia hendak menampar pria itu, tapi Haley dengan sigap menahan tangan istrinya. "Si alan kau! Beraninya kau menipuku!" bentak Gwen. Ia hampir menangis melihat bagaimana suaminya tega padanya. Selama ini ia selalu percaya Haley tulus padanya. Bahkan banyak cara Gwen lakukan agar Haley menjadi miliknya.

__ADS_1


"Sadar diri kau, Gwen! Apa kau secantik dan semenarik Cloena hingga aku harus bangga memiliki dirimu?" ledek Haley sambil tertawa puas. Gwen semakin emosi, urat-urat di tangannya menegang. "Kau itu dingin dan membosankan. Pria mana pun tak akan tahan dengankau!"


Kali ini Gwen tak ingin merasa menyedihkan sendiri. "Lalu apa bagusnya wanita itu? Apa kamu lupa dia sudah pernah menjadi mainan Dira Kenan?"


Jelas Haley meradang diingatkan dengan hal itu. "Karena itu, dia harus membayar karena sudah berani menyentuh wanitaku," tekan Haley.


Gwen tertawa puas. "Kau salah, Dira Kenan bukan lawan sepadan untukmu. Kau salah menilainya." Setidaknya Gwen lihat kemampuan Dira ketika pria itu membeberkan permainan Haley padanya. Dalam hitungan hari, Dira membongkar kebusukan Haley.


"Satu-satunya hal yang bisa kau manfaatkan adalah video panas simpananmu dengan Dira, kan? Hanya kau tak akan berani menyebarkannya. Tentu kamu gak mau indahnya tubuh wanita itu dilihat oleh orang lain." Gwen semakin geram menghadapi pria itu. Ia masih merasa bodoh akibat percaya dan mencintai Haley hingga memercayakan perusahaan. Ternyata pria itu mengkhianatinya.


Gwen menatap Haley tajam, ia tersenyum sinis lalu berjalan pergi. Percuma ia hadapi Haley sekarang. Gwen sudah siap melihat bagaimana Dira Kenan akan menjatuhkan Haley. "Aku pastikan kau memohon ampun padaku," batin Gwen.


"Keluar rumah sakit sekarang dan ikut aku. Kamu tentu gak mau berakhir di penjara, 'kan?" ancam Haley.


Kaget sudah Cloena. Ia pikir Haley tak akan bergerak secepat itu. "Kenapa? Kau tak takut oleh istrimu lagi? Apa kau sudah merasa pantas menjadi pendampingku? Jika belum, lebih baik sadar diri," hina Cloe.


Haley mengambil jasnya. Ia berjalan keluar kantor dengan tergesa-gesa. "Jangan macam-macam, kau sekarang tak bisa menggertakku lagi. Kau tak punya bukti. Lebih baik menyerah baik-baik dan turuti keinginanku," tekan Haley.

__ADS_1


Cloe memandang mainan Divan yang berserakan di meja. "Kau hanya ingin aku, 'kan? Kalau begitu jangan macam-macam dengan Dira Kenan. Aku tak mau hidupku banyak tekanan lagi. Kita pergi dan hidup tenang."


Setelah itu Haley menutup telpon. Tak lama pintu kamar Cloena terbuka. Bia dan Divan muncul dari sana. "Cynthia mana?" tanya Cloe.


Bia menunjuk ke arah luar. "Katanya mau mencari camilan ke mini market," jawab Bia. Kebetulan ia berpapasan dengan Cynthia setelah kembali dari mini market. Divan ingin coklat dan merengek, jadi Bia sempatkan turun ke mini market.


Bia kembali duduk di sofa. Ia membuka bungkus coklat untuk Divan, sementara Cloe masih duduk dengan kaki menggantung di ranjangnya.


"Kamu tahu Dira menyakitimu. Kenapa mau kembali padanya? Kalau aku jadi kau, aku tak akan kembali padanya." Cloe mengompori.


"Divan selalu menangis memanggil papahnya jika sedang tidur. Dia butuh Dira, ayah yang bisa melindunginya. Selain itu, aku tahu dia meninggalkanku karena kau menjebaknya," jawab Bia.


"Jadi anak sangat butuh ayahnya? Apa anak akan bahagia jika ayahnya bersa ma dengannya?" tanya Cloe.


"Tanyakan pada dirimu sendiri. Bukannya kau punya orang tua yang lengkap?" Bia ingat Dira pernah bilang, hubungan Cloe dengan orang tuanya tidak baik.


"Ibuku tak seperti kamu dan ayahku tak seperti Dira. Mereka lebih suka uang, bukan aku," jawab Cloe lirih. Bia terdiam. "Jika saja mereka membelaku, sekarang aku tidak akan menjadi begini. Aku tidak akan merebut kekasih orang lain, aku tidak akan menjual diriku juga bersikap kasar pada orang lain. Aku hanya marah pada dunia ini. Marah karena hidup orang lain begitu bahagia. Mereka punya orang lain di sisi mereka. Sementara aku tidak," ucap Cloe.

__ADS_1


Matanya tak menatap Bia saat mengatakan itu. Ia seperti mengawang melihat ke atas pintu. "Ah, aku mau susul Cynthia. Tunggu di sini, jangan ikuti aku. Jaga tasku itu, aku tak ingin ada orang yang mengambilnya lagi."


🍁🍁🍁


__ADS_2