Bantu Aku Merubah Takdirku

Bantu Aku Merubah Takdirku
Empat sekawan


__ADS_3

Kulit putih halus, rambut panjang tergerai berwarna merah dan bola mata hijau cerah, hanya satu orang yang aku kenal memiliki penampilan seperti itu


'Orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah Lili' pikirku sambil menghela napas lelah, kenapa aku harus bertemu dengan dia?


Dia adalah teman masa kecilku, kami sudah kenal dari taman kanak kanak sampai lulus tapi dia adalah orang yang membuatku terbunuh


Aku menggigit bibirku saat mengingat hal itu, saat jantungku terasa sakit dan seluruh organku seakan akan mau hancur


Dengan tersenyum cerah dia menyapaku seperti dulu dan segera meraih tanganku ketika memegang kedua tanganku dia berkata "Ria, ayo cepat kita bisa telat"


'Apa dia memang seceria ini?' aku sedikit tersipu dengan senyuman manisnya 'Tapi jika dia memang seceria ini di masa lalu siapa yang akan curiga kalau dia bermuka dua'


"iya!" jawabku dengan ceria, dia mengaitkan tangan ku dengan tangannya dan segera berjalan dengan langkah ringan


Kami sangat bahagia sampai tersenyum bahagia sampai aku kembali tersadar


'Tunggu, ini tidak benar!!' teriak ku dalam hati


'Harus tidak begini, skenario nya aku akan menjauh darinya bukannya makin akrab'


Aku menarik tanganku darinya, dia terlihat terkejut dengan tindakan ku yang tiba tiba, aku mengabaikannya dan langsung berlari ke sekolah


Memejamkan mataku dengan kuat sebentar aku berkata 'kuatkan hatimu Ria!'


Dengan ragu dia bertanya sambil berlari mengejarku "R, Riiaaa, kenapa kau berlari...?"


"Ju, justru kenapa kau mengejarku...!"


'Arghh! kenapa larinya cepat banget'


Tapi tetap saja dia tidak bisa mencapai ku karena aku ini termasuk yang paling cepat kalau berlari


Saat aku berada di persimpangan aku melihat sekeliling dan ingin berlari menyeberang zebra ross tiba tiba lampu berganti


'Kenapa harus sekarang sih!!' saat aku melihat ke belakang Lilian yang tadi hanya berbeda beberapa langkah sudah di belakangku


Dia sedikit membungkuk sambil memegang lututnya dengan suara terengah engah Lilian bertanya "Rih, Riaa, kenapa... kau... berlari begitu cepat...?"


"Karena kita bisa telat" aku menjawab tanpa berpikir, apa kau pikir dia akan percaya? aku tersenyum tanpa tujuan

__ADS_1


'Ha! kenapa kau menjawab pertanyaannya!! Kau kan ingin menjauh darinya!' berdebat dengan diri sendiri


Lilian yang terkejut dengan jawaban ria kemudian berkedip dua kali sambil tersenyum cerah dia berkata "Begitu, ya!"


Tiba tiba Lili mengandeng tanganku aku tidak menyadari gerakannya yang mendadak, Lilian berkata dengan suara ceria khasnya "Aku pikir kamu membenciku ternyata karena kita hampir terlambat"


Suara indah Lilian menarik perhatian pejalan kaki yang lain dan itu membuat ku menjadi orang jahat yang memanfaatkan gadis polos


Semua mata mereka tertuju padaku yang menusuk kepalaku, melihat lampu berganti aku langsung menjawab sambil menariknya bersamaku


"Mana mungkin aku membencimu, ayo kita pergi"


'Dia mengandeng tanganku seperti di masa lalu' aku merasa jijik sekarang seolah olah ada ular yang melilit ku


'Pada akhirnya aku malah tetap pergi ke sekolah dengannya' kakiku bergerak menuntun ku ke sini jadi tanpa sadar kami sudah berdiri di depan bangunan sekolah


Setelah melihat papan absen Riana dan Lilian berada di kelas 1-6, tempat duduk memang belum di tentukan


Jadi mereka bisa duduk bebas tapi dengan mudah Lilian membuat mereka duduk bersama seperti masa lalu...


'Aku hanya perlu bertahan sampai 5 hari lagi' Kata ku dengan semangat


Tapi kenapa begitu tenang? Harusnya aku merasa bersyukur setelah masuk empat orang laki laki yang membuat kelas menjadi ribut, hatiku yang tenang sudah hilang


"Wow, dia sangat keren ..." (Aku akan muntah)


"Aku ingin bertanya namanya!" (Siapa yang maksud?)


"Bagaimana ada orang setampan itu!" (mana ku tau)


Beberapa gadis tampak seperti kerasukan saat mereka memandang orang orang yang baru masuk seolah olah mereka adalah artis terkenal


Karena orang orang yang barusan masuk adalah Ian, Daniel, Jiho dan Nine


Mereka duduk didekat jendela seperti dulu, apa mereka memang menyukai sinar matahari?


Nine menoleh untuk berbicara dengan daniel dan Jiho, yang duduk di belakang, meskipun Jiho membalas dengan apatis tapi dia tetap tersenyum


Dia sudah tampak menikmati percakapan dengan mereka

__ADS_1


'Mungkin karena mereka memiliki sesamaan dalam selera makan, hobi atau mungkin mereka sedang membahas tentang hal yang menarik


'Hm, kalau di pikir pikir di masa lalu mereka punya julukan kan? apa ya?' aku menelusuri ingatan ku yang samar


Kemudian suara seseorang menghantam kepalaku yang masih tidak bisa mengingat seperti petir disiang hari


“Anak-anak itu, bukankah seharusnya kita memanggil mereka empat sekawan?"


'Itu dia julukan gilanya'


'Hahahahaha!' aku tertawa seperti orang gila


'Ha, haaah' aku menundukkan kepala karena terkejut dengan bibir yang melengkung seperti mau muntah


Syukurlah aku tidak makan apa-apa jika aku makan kue, aku akan meludahkan semuanya sekarang! aku berhenti menunjukkan wajah mual dan duduk biasa.


Jika mereka benar-benar menggunakan kata itu, percakapan kita akan seperti ini


"Hei lihat itu, ian dari empat sekawan akan pergi ke sekolah!"


" Lihat di sana, ada juga Jiho dari Empat sekawan!”


Aku akan merasa akan muntah sampai mati jika aku mendengar semua itu!


aku hendak bertanya apakah mereka serius tapi kayaknya mereka nggak akan mendengarkan ku deh


'Mereka berempat saja seperti baru bertemu hari ini'


“Hei, itu ide yang keren 'empat sekawan', bahkan terdengar bagus!”


“…” mereka membuatku terdiam


Bahkan tidak beberapa menit sampai semua gadis di kelas menggumamkan 'Empat sekawan''.


'Tidak!, apa aku harus menghabiskan waktu sekolah dengan mendengar kata kata mengelikan itu sama seperti dimasa lalu !!' teriak suara hati Riana dengan ekspresi datar


 


~Bersambung~

__ADS_1


 


__ADS_2