
Hari ini tidak seperti biasanya Lilian mengerutkan dahi dengan wajah super serius di kelas.
Hari selanjutnya lalu hari selanjutnya dan hari selanjutnya juga, dia melakukannya setiap ada waktu sendiri
Dan sepertinya yang lain juga menyadarinya terutama Jiho, setiap dia mengganggu Lilian pasti Lilian akan membalasnya namun Lilian hanya menatap tajam lalu pergi
Arin juga terus mengajak Lilian bermain setidaknya Lilian akan kembali tersenyum tapi setiap ada kesempatan Lilian kembali murung
Tidak tahan melihatnya terus, Juvelian bertekad bertanya pada Lilian apa yang mengganggu di hari kelasnya bersih- bersih sekolah
Jadwal membersihkan sekolah adalah hari kesukaan Lilian setiap uda waktunya dia akan tersenyum bahagia tapi begitu sampai sekolah wajahnya lebih suram dari empat hari sebelumnya
Juvelian meminta bantuan Kirara untuk menempatkan dia dan Lilian di tempat yang sama jadi lebih mudah ngobrolnya
"Li, kau kenapa?" tanya Juvelian
Lilian yang membersihkan jendela menoleh ke belakang "Memang aku kenapa?"
Juvelian sedikit ragu bingung bagaimana menjelaskan "Ya. Habisnya kau terlihat murung. Lagi ada masalah?"
"Nggak kok. Cuma lagi datang bulan..." ngomong dengan pede
"Bohong. Waktunya kan minggu depan"
"Kok tau?" Lilian kaget
"Kan kau yang bilang"
Hari ini Lilian mendapatkan pelajaran jika mau berbohong jangan ungkit hal pribadi pada sahabat
Wajah Lilian memerah malu ketahuan berbohong sementara Juvelian mendapatkan kemenangan.
Melirik Juvelian, Lilian menundukkan kepala
"Kayaknya kak Erin punya pacar deh..." katanya dengan lemas
"Memang iya" Juvelian menjawab tanpa sadar
__ADS_1
Lilian yang tersentak langsung melihat Juvelian meminta penjelasan.
Juvelian membatu pada ucapannya sendiri
dan segera panik
"Memang iya?" dia mengulang kembali dengan intonasi yang berbeda
"Maksudku aku tanya memangnya iya kakak Erin pacaran?" Juvelian berusaha tenang seolah dia sudah melakukan kesalahan dan berusaha menyembunyikannya
Lilian menatap curiga sesaat yang membuat Juvelian gelisah dan menjadi tenang lagi
'Dia kayaknya masih curiga'
Juvelian sangat geram berada di situasi ini karena Lucas
Dia pernah tak sengaja melihat Lucas dan Erin berkencan di cafe Juvelian sontak kaget berniat pergi namun Lucas mengejarnya lalu mengancam Juvelian untuk merahasiakan ini
Lalu dengan serius Lilian berkata "Habisnya nggak biasanya kak Erin ngobrol lama di HP, di tempat sepi lagi"
"Kan bisa aja dia bicara sama temannya atau soal kerjaan" ucap Juvelian
"Arin aja panggil aku 'mami', sesama teman cewek kan uda biasa"
"Tapi kau nguping pembicaraan mereka?"
"Iya. Tapi nggak kedengaran semua cuma kata sayang aja yang terdengar jelas" terlalu jujur
Karena Juvelian selalu tidak setuju pada kecurigaan Lilian, akhirnya dia mengeluarkan senjata terakhirnya
"Kak Erin juga sering senyum- senyum sendiri, sering menghilang malam- malam (Kadang Erin nginap di rumah Lilian kalau orang tuanya sedang pergi), belum lagi aku pernah lihat foto cowok di HPnya"
"Kalau di tanya kapan nikah sama orang kak Erin malu- malu sambil jawab 'Masih belum ada rencana sampai ke situ' bukan 'Belum punya' "
"Jadikan bisa di simpulkan kalau kak Erin punya pacar!" Juvelian tidak bisa membantah keanehan yang Lilian rasakan apa lagi ekspresi serius banget
Juvelian mengikuti jalan pembicaraan "Kalau kak Erin punya pacar terus kenapa? Kalau di lihat usianya kan kak Erin sudah bisa menikah"
__ADS_1
Melirik Lilian dia menambahkan "Kau nggak rela, ya?"
Dia menjawab dengan senyum pahit "Kelihatan banget, ya"
"Habisnya dari kecil aku lebih dekat sama kak Erin jadi bagiku dia adalah segalanya, dia seperti orang tua keduaku" katanya dengan tatapan sangat mendalam
'Ah, aku baru ingat. Orang tuanya kan sibuk bekerja sampai jarang bersamanya, aku yang tumbuh bersamanya juga tahu setiap minggu ada hari di mana kak Erin datang menggantikan keberadaan orang tuanya'
"Tapi...! Aku bukannya sedih karena kak Erin punya pacar hanya saja aku nggak mau kak Erin sama orang yang nggak baik. Jadi aku akan memeriksanya secara langsung seperti apa pria itu"
"Kalau dia sampai menyakiti kak Erin atau melakukan hal buruk di belakang kak Erin. aku akan menggantikan kak Erin memukulnya" Juvelian ikut tersenyum melihat Lilian kembali ceria
"Aku mau periksa apa dia punya hati atau tidak sampai menyakiti kak Erinku yang cantik, baik, dan ramah pada semua orang"
"Jangan lakukan yang terakhir!. kalau mau pukul aku setuju nanti aku ikutan"
Menoleh ke Juvelian, dia bertanya dengan mata berbinar penuh harapan "Kau mau ikut aku memata- matai kak Erin?"
'Nggakk!' teriak dalam hati
Ragu menolak Juvelian bertanya seolah menolak dengan halus "Tapi kita kan nggak tau kapan mereka bakal ketemu, kita tidak mungkin mengikuti kak Erin dari pagi sampai malam kan? Jangan coba- coba bolos nanti aku laporin loh"
"Aku mana mungkin sampai bolos sekolah. Sebenarnya aku sudah memastikannya mereka hanya ketemuan waktu kak Erin nginap di rumahku di sore atau malam hari"
Lilian lalu menggerutu "Mereka aja sampai sembunyi ketemunya. Paman sama bibi pasti juga nggak tau, makanya aku curiga dia bukan pria yang baik"
"Tunggu sebentar. Kau tau mereka janjiannya di mana?"
Dengan santainya di menjawab "Aplikasi pelacak di HP. Sebenarnya ini untuk melacak lokasiku yang terhubung ke HP kak Erin tapi bisa di balik"
Merangkul Juvelian dia bertanya lagi "Kau ikut, ya?"
'Kau sudah merencanakan semuanya hanya perlu teman untuk kena marah...' Juvelian tersenyum tanpa perasaan setelah di jebak Lilian
"Tengok nanti deh. Aku bisa atau nggak"
"Kalau bisa, kabarin aku. Aku kasih tau nanti tempatnya"
__ADS_1
"Pokoknya harus bisa!"