Bantu Aku Merubah Takdirku

Bantu Aku Merubah Takdirku
bab 19


__ADS_3

(di sekolah)


Lilian yang biasanya bersedih sekarang berjalan ekspresi bahagia. Sesampainya di kelas lilian meletakkan tasnya disebelah kursinya agar tidak ada yang duduk di sana.


Lilian duduk di kursi satu lagi dan membuka tasnya,perlahan-lahan mengeluarkan sesuatu yang berbentuk bulat tapi juga mirip bola salju dengan warna merah terang.


Lilian menekan tombol yang ada disamping bagian bawah bola salju benda itu. Benda itu mengeluarkan musik yang indah. "kotak musik bola salju ya...hadiah yang manis... " gumam lilian dengan ekspresi bahagia.


Semalam sebelum tidur, lilian menatap hadiah yang ditinggalkan untuknya


Mengangkat hadiah yang awalnya di atas dan lilian duduk ditempat tidur sambil memegang hadiah dan meletakkannya di pangkuannya.


'kira kira apa ya isinya?'pikir lilian. Karena tidak bisa menebak isinya, lilian menyerah memikirkannya dan membuka isiinya.


Lilian menunduk dan melihat ke dalam kotak.


"ini!,kotak musik bola salju yang selalu aku inginkan?"kata lilian.


Lilian Menggigit sedikit bibirnya dan mengingat kejadian dimana ia selalu meminta dibelikan hadiah itu kepada orang tuanya.


Lilian mengangkat kotak musik itu dan melihat tulisan yang berisi ucapan selamat ulang tahun.


"siapa yang menyangka ria meninggalkan hadiah ulang tahun ini bahkan sebelum ia pergi..."


"apa yang dikatakan kak erin benar... Ria pergi karena suatu alasan dan bukan karena membenciku". Lilian melihat ke arah jendela dan berkata "kapan kau akan kembali ria? Aku akan selalu menunggumu" kata lilian.


Kembali ke waktu sekarang. Juvelian yang baru sampai sekolah dan keluar dari limosin terkejut dengan rudan yang berlari menghampirinya dan memanggil dengan nama panggilan.


Juvelian hanya tersenyum dan mengatakan selamat pagi. Rudan dan juvelian berjalan bersama ke kelas karena masih terlalu pagi jadi tidak terlalu menarik perhatian murid murid yang lain.


'kenapa mereka melihat kami dengan tatapan seperti itu? 'tanya juvelian pada dirinya sendiri. "rudan" kata lian.

__ADS_1


"iya,juju?" jawab rudan dengan ekspresi cerah dan senyuman ceria.


"kyakk! Tampannya!" "suaranya bahkan juga indah!" "tapi apa hubungannya mereka? "


"bahkan jika mereka pacaran aku juga dukung" suara Bisik bisik.


"enggak jadi deh" kata juvelian. Juvelian memegang dan langsung menarik tangan rudan dengan berlari ke arah kelas mereka. 'kenapa aku menarik tangannya?bodoh amat deh, sekarang yang terpenting aku harus sampai ke kelas'kata juvelian dalam hatinya.


Saat sampai di pintu kelas juvelian melepaskan genggamannya dan terkejut mendengar suara musik. "suara ini..."gumam juvelian. Juvelian Melihat ke arah suara dan terkejut dengan kotak musik yang lilian miliki


Juvelian langsung duduk di kursinya. 'bagaimana kotak musik itu bisa bersamanya? Jelas-jelas itu kotak musik yang akan kuberikan kepadanya di ulang tahunnya yang ke enam belas, apa aku lupa membawanya?'


'dimasa lalu aku memberikan itu padanya karena lili sangat menginginkan kotak musik,


Tapi karena orang tuanya selalu sibuk lili tidak pernah mendapatkannya...' kata juvelian dalam hatinya.


'dari pada itu sebenarnya apa maksud kak luxia, kalau dia bukan anak papa mama?


Jika begitu siapa orang kandung kakak dan bagaimana bisa kakak menjadi keluargaku?' pikirnya.


"juju,apa tidak ada yang ingin kau katakan?" tanya rudan. 'Yang ingin ku katakan?,bodoh amat deh. 'pikir juvelian. "apa kau menunggu aku datang? Jika begitu sudah berapa lama? " tanya juvelian.


"iya! Aku menunggu kau datang tapi tidak lama Kok! Cuman kira kira 10 menit" jawab rudan sambil tersenyum cerah dan ceria.


"apa?! 10 menit? Tapi kenapa kau menungguku? " tanya juvelian.


"karena aku ingin masuk kelas dengan juju" jawab rudan. Mendengar jawabannya rudan,juvelian berpikir 'siapa pun yang mendengar pasti akan mengira kita pacaran.


Aku benar benar bersyukur karena di kelas cuman ada kita bertiga'.


Juvelian membuka tasnya dan mengeluarkan buku yang lumayan tebal, dan meletakkannya di atas meja.

__ADS_1


'dari pada pusing memikirkan perkataannya lebih baik aku belajar saja'.


Melihat juvelian mengeluarkan buku,ia memiringkan badannya untuk melihat apa juvelian lihat. "juju, kau baca apa?" kata rudan yang memiringkan kepalanya dengan juvelian.


Menyadari kepalanya dengan kepala rudan berdekatan ia hampir berteriak sakin kagetnya. "hanya buku lama" jawab juvelian. Dari arah pintu,suara memanggil rudan.


Mendengar seseorang memanggilnya rudan bangkit dari kursi dan pergi keluar kelas.


'syukurlah dia sudah pergi,akan gawat jika ada orang yang tau tentang buku ini' kata juvelian dalam hatinya.


Juvelian membuka halaman buku dan melihat isi buku. "tulisan tangan... " gumam juvelian.


'Kak memang bilang bahwa buku ini ditulis oleh temannya tapi tetap saja ada yang aneh kenapa tulisannya...' pikir juvelian.


"sedikit mirip dengan milikku?" gumam juvelian yang melihat ke arah buku.


berpikir bahwa itu cuman kebetulan


Juvelian membuka halaman buku dan membacanya. [manusia terdiri dari tubuh dan jiwa. Berbeda dengan tubuh,jiwa bukanlah bentuk fisik. Jadi jiwa tidak akan mati. ]


[kadang ada saatnya seseorang yang mati meninggal kan suatu perasaan menjadi hantu atau bisa karena kutukan untuk orang lain. dalam beberapa kejadian, ini terjadi sebelum mati orang itu entah itu karena kehilangan orang yang dicintainya,ada seseorang yang berharga dan ingin dilindunginya dan lainnya .]


[dalam pengalaman hidup ku ini terjadi karena seseorang yang kukenal kehilangan tunangannya karena tunangannya berpura pura mencintai orang lain.]


[seseorang yang kukenal itu bunuh diri dan mengutuk orang yang dia cintai dengan kutukan orang yang pura pura dicintai oleh orang dia cintai merasakan perasaan kehilangan orang yang dia pikir mencintainya dan ia cintai.]


[awalnya kutukan itu tidak terlalu terlihat tapi seiring berjalannya waktu orang yang kena kutukan itu akan sulit tidur,terlalu sering melamun dan bola mata akan memerah seiring berjalannya waktu.]


'bola mata merah?sebelum kembali kemasa lalu aku melihat mata jiho... ' kata lian dalam hatinya.


 

__ADS_1


~Bersambung~


 


__ADS_2