Bantu Aku Merubah Takdirku

Bantu Aku Merubah Takdirku
Bab 107


__ADS_3

Di saat Juvelian sedang bingung, Lux dari arah belakang terbang dengan cepat bahkan suara kepakannya terdengar ketika baru di koridor


Dia menjadikan leher Juvelian sebagai target dan memeluknya dari samping sementara dia merasa bahagia Juvelian tercekik karenanya


"Aku dengar kalian akan pergi ke pasar


malam, aku juga mau ikut!" katanya dengan di penuhi irama semangat dan riang


Lux segera menambahkan dengan bujukan dan mata berbinar


"Karena Juvelian selalu meninggalkan ku di rumah aku jadi bosan, aku mau jalan jalan"


'Memang ini saatnya membahas tentang pasar malam? Lepaskan aku, aku tercekik nih!'


Menarik Lux darinya dan meletakkannya baik baik di atas meja sambil berkata dalam hati 'Wah... Kali ini aku hampir mati tercekik'


Menyentuh bagian lehernya yang terasa tercekik sambil melihat cermin besar di sebelah lemari memastikan apa ada tertinggal bekas di lehernya


Melihat dari pantulan raut wajah Lux memberi tanda tanya, Juvelian memutar kursinya kembali ke posisi sambil bertanya "Kau tahu dari mana?


"Aku melihatnya di internet, itu tempat yang menyenangkan!"


"Benarkah? Kalau gitu sebutkan apa saja yang ada di sana?"


"Ada banyak makanan aneh di sana dari yang mengeluarkan asap tebal sampai bentuk aneh warna warni"


'Kau ke sana pengen jalan jalan atau berburu makanan?'


"Di sana juga ada manusia yang berteriak dari banyak tempat tinggi yang aneh, kapal yang goyang sana goyang sini terus yang terbang tinggi sama mencelat ke langit tapi begitu turun wajah mereka berubah"


'Kenapa citra pasar malam yang biasanya menyenangkan jadi berubah menyeramkan di mulut anak ini?'


"Ah iya!"


'Apa?'


"Aku mau coba minuman yang warna biru bersinar yang pakai sesuatu kayak di dasar laut di atasnya pakai es krim kayak pulau kecil ada pohon kelapa"


Sebelum Lux membuatnya sulit untuk menolak, Juvelian mengalihkan pembicaraan "Dari pada itu bagaimana dengan tugas yang aku berikan pada mu?"


"Tugas yang mana?" Lux yang bertanya seperti itu membuat ekspresi datar


"Tugas yang mana? Tentu saja aku yang menyuruh mu mencari sesuatu yang aneh tentang Lia"


"Aku sampai mengorbankan lima kotak coklat ku loh"


"Kalau belum berhasil menemukan sesuatu jangan harap bisa ikut" katanya dengan dingin


Ketika mendengarnya, Lux yang marah dan kecewa menumbuk bahu Juvelian berkali kali


"Enggak adil, aku juga mau ikut! Juvel jahat! rasakan pukulan ku"


Dia melayangkan satu pukulan yang lebih kuat dari sebelumnya Juvelian

__ADS_1


meledeknya dengan sengaja sambil


menghalangi Lux dengan telapak tangannya


"Lux kan tahu sendiri pukulan mu tidak berpengaruh apa apa"


Begitu kehabisan tenaga, Lux telentang di lantai dengan wajah mengerut


Juvelian membuka laci dari kejauhan


dengan menggerakkan jarinya dan segera


mengeluarkan Hpnya


'Hidup dengan sihir adalah hal yang menyenangkan'


Hal pertama yang dia lakukan sambil menatap layar Hp adahal mencari nama Rudan


Untuk Rudan: [Rudan sebelumnya aku ingin minta maaf emoji menyesal. sepertinya kita tidak bisa pergi hari ini]


Dengan ragu dia mengirim pesan itu sampai berharap Rudan belum membacanya dan berniat menghapusnya, baru saja pesan itu di kirim tapi sudah ada balasan


Dari Rudan: [Kenapa? wajah sedih]


Untuk Rudan: [Sebenarnya aku sama kakak kakakku akan pergi ke suatu tempat malam ini]


Dari Rudan: [Benarkah? bukannya itu menyenangkan. Aku tidak apa apa kok kau pergi saja dengan mereka, kita kan bisa pergi di lain waktu]


Untuk Rudan: [Rudan...]


Dengan perasaan tak keberatan atau curiga dia memberi tanggapan dengan jujur


Dari Jujuku/ pemilik hatiku: [Pasar malam di pusat kota]


Di saat bersamaan Rudan yang melihat jawaban Juvelian "Apa kau begitu percaya sama aku sampai seperti ini..."


Setelah itu tidak ada tanggapan apa pun untuk beberapa saat, Juvelian juga tidak berani bertanya karena tidak ada topik pembicaraan


'Apa dia kecewa?' pikir Juvelian yang menegang dengan tangannya yang berkeringat dingin


Meskipun Rudan bilang begitu tapi dia


tetap merasa bersalah


Untuk Rudan: [Aku benar benar minta maaf, aku tidak tau akan jadi begini]


Dari Rudan: [Jangan di pikirkan, habiskan lah waktu mu dengan mereka kata Juju kan kalian jarang pergi bersama. selamat bersenang senang senyum hangat]


Juvelian terdiam saat sesuatu yang


terasa berat duduk di bahunya


"Apa berat badan mu bertambah lagi?"

__ADS_1


Sambil menopang dagunya dengan kedua tangan dia memjawab "Kayaknya iya, deh. kenapa?" tanya Lux yang menoleh ke Juvelian


"Lux apa kau tau? bahu ku akan patah jika berat badan mu bertambah lagi"


"Aku masih dalam masa pertumbuhan" katanya dengan wajah merona


Juvelian seperti mengatakannya gemuk dan Lux juga berdalih seperti itu karena takut mencurigainya memakan semua coklat yang Juvelian letakkan di atas lemari


Ya, tapi Lux memang memakannya hanya saja dia tidak tau Juvelian memang sengaja meletakkannya di situ untuk dirinya


Sebelum pergi sekolah Juvelian sudah mengatakan nya tetapi Lux yang masih dalam keadaan setengah sadar tidak bisa mengingatnya padahal dia sudah mengangguk dan tidur kembali


'Aku nggak ada niat untuk memakannya, para coklat itu yang menggoda ku dan lompat ke mulut, benar itu yang terjadi'


"Ngomong ngomong Lux, kotak coklat tadi-"


Pada saat itu matanya menuju ke pintu


setelah mendengar suara siulan Lia, pelayan pribadi Juvelian yang dia suruh awasi


"Itu Lia! Aku pergi dulu"


Lux terbang dan menembus pintu, Juvelian tersenyum


'Dia langsung mengikuti nya begitu mendengar suaranya sepertinya dia


melakukannya dengan baik'


Hal lain yang terpikirkan olehnya saat melihat layar HP adalah Arin, entah kenapa hati nggak tenang


Untuk Anakku: [Arin kau lagi ngapain sekarang?]


Dari Anakku: [Aku sedang memilih pakaian, lagi bingung banget. kebetulan sekali Mama apa kau bisa membantu ku?]


Untuk Anakku: [Tentu saja, lagian aku nggak ngapain sekarang. Apa kau bisa kirim foto]


Dari Anakku: [Oke]


Arin segera mengirimkan beberapa foto baju yang dia katakan


Di antara sepuluh foto yang dia kirim, Juvelian memilih yang terakhir


Sementara melihat baju yang Juvelian maksud, Arin mendapatkan pesan lain dari Juvelian [Kenapa mendadak bingung


memilih baju, kau mau pergi ke luar?]


Dari Anakku: [Mama masih ingat tentang grup nongkrong yang kita bicarakan terakhir kali di sekolah?]


[Ya, aku masih ingat] segera memberikan tanggapan dan tak lama kemudian pesan yang lumayan panjang terlihat di layar


[Jangan bilang kau akan ikut? bukankah kau bilang kau sudah menolak nya? Apa anda tidak pernah mendengar perkataan seperti ini berbohong itu tidak baik]


Entah kenapa Arin merasa pesan itu mengeluarkan aura dingin, Arin dengan ragu ragu sejenak bingung untuk menyusun kata kata

__ADS_1


Ingatannya terasa ada yang kosong meski sangat halus tapi itu tetap mengganggunya


__ADS_2