Bantu Aku Merubah Takdirku

Bantu Aku Merubah Takdirku
bab 23


__ADS_3

Juvelian tiba tiba berhenti dan membuka mulutnya tapi menutupnya kembali.


Rudan yang melihat hal itu bertanya apa dia lelah dan ingin duduk.


Juvelian mengangguk dan akhirnya mereka berdua berjalan ke arah kursi yang ada di dekat, mereka duduk dikursi yang dibelakangnya ada pohon rambutan.


Juvelian yang awalnya diam akhirnya berani ingin bertanya "jadi, kau juga adalah anak dari seorang pemilik perusahaan ?". "ah, maaf aku tidak mengatakannya " kata rudan sambil tertawa kecil.


Disisi lain orang tua juvelian dan orang tuanya rudan duduk dengan ekspresi serius.


"apa yakin akan menjodohkan anak kita? " tanya mama juvelian.


"janji tetaplah janji, feliana. Saat masih kuliah kita pernah berjanji akan menikah anak kita saat mereka sudah besar" kata ayah rudan dengan ekspresi amat sangat serius.


"tapi anak pertama dan kedua kami malah laki-laki dan anak ketiga kalian adalah perempuan kita harus menjodohkan mereka" kata mama rudan (jenny) dengan semangat.


"iya,kita memang pernah membuat janji seperti itu tapi kita tidak bisa memaksa mereka dan juga harus mengikuti keinginan mereka" kata (ain)papa juvelian.


Setelahnya rudan dan juvelian masuk dengan suasana aneh diantara mereka.


Rudan dan juvelian duduk disamping ibu atau mama mereka.


"bukankah tadi kau bilang nama mu rudan? " tanya feliana(mama juvelian).


"Iya,bibi" jawab rudan dengan senyum cerah di wajahnya.


"rudan,kau sekolah dimana? " tanya feliana(mama juvelian).


"aku sekolah di tempat yang sama dengan juvelian" jawab rudan dengan melihat ke arah juvelian.


Juvelian yang mendengar jawabannya hampir saja menyemburkan teh yang dia minum


'kenapa dia... Kalo dia bicara seperti itu pasti kami dikira ditakdir kan untuk bertemu' kata juvelian dalam hatinya.


"oh, disekolah yang sama dengan lian" gumam feliana (mama juvelian).


"tunggu! Apa? Kau sekolah di tempat yang sama dengan juvelian? " tanya mama papa juvelian dan ayah ibu rudan secara bersamaan.


"i...iya, kami bahkan duduk bersama" kata rudan dengan ragu-ragu.


Orang tuanya rudan dan juvelian bertukar tatapan dan berpikir hal yang sama 'mereka pasti di takdirkan untuk bersama'.

__ADS_1


Di dalam mobil dalam perjalanan pulang.


Mereka naik mobil karena tidak ingin menjadi perhatian dan papa juvelian yang mengemudikan mobilnya.


"apa pendapatmu tentang rudan, lian? " tanya


Mama juvelian yang melihat ke arah kaca.


"rudan?. Entahlah dia terlihat seperti anak yang baik " jawab juvelian dengan ekspresi tidak peduli.


"apa kau tidak menyukainya?" tanya ain(papa juvelian). "bukan begitu papa, aku hanya mengantuk " kata juvelian dengan ekspresi lelah diwajahnya.


"tidurlah sayang, kami akan membangun kan mu saat kita sudah sampai di rumah" kata feliana (mama juvelian) dengan tatapan hangat.


Juvelian menyenderkan kepalanya di jendela dan menutup kedua matanya. 'bagaimana bisa dia ingin membuat perjanjian seperti itu'


Kata juvelian dalam hatinya dengan nada kesal.


Tiba-tiba juvelian membuka matanya dan berkedip dua kali 'kenapa aku merasa kecewa? Sadarlah juvelian star light kau tidak boleh menyukai siapapun' kata juvelian dalam hatinya sambil menggigit sedikit bibirnya.


Beberapa saat sebelum rudan dan juvelian pergi ke ruang tamu.


Rudan dan juvelian duduk kursi dekat dengan pohon.


"Apa?" Tapi di luar dugaan ekspresi Juvelian


terlihat sangat serius


"pacaran" kata rudan dengan singkat dan


sedikit ragu ragu


"Ya?" tanya Juvelian yang berkedip dengan cepat


Rudan yang panik menjelaskan dengan


cepat "Maksudnya kita pura pura pacaran,


kalau kita pacaran, orang yang akan


melakukan pernyataan cinta pada kita akan

__ADS_1


berkurang"


"oh" gumam Juvelian seolah olah dia mengerti


maksudnya tapi dia memutar matanya seperti


ada yang ganjal di dalam pikirannya


"tapi bagaimana jika salah satu dari kita ada yang menyukai orang lain? " tanya juvelian.


"juju, kau tidak mungkin akan selingkuh di saat kita masih pacaran kan? " kata rudan ekspresi menakutkan dan tatapan tajam.


"se... Selingkuh?" kata juvelian dengan ekspresi tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.


Rudan yang melihat ekspresi wajah juvelian tertawa keras.


"kau... Kau bercanda lagi!" kata juvelian dengan wajah merah karena malu.


"maaf! maaf,tapi ini lucu sekali apa lagi wajahmu yang memerah mirip seperti tomat" kata rudan sambil tertawa kecil.


Juvelian menutupi wajahnya dengan kedua tangannya dan berkata"berhentilah tertawa!"


rudan menghentikan tawanya dan melihat ke arah juvelian


"tapi perkataanku tentang pura pura pacaran bukanlah bercanda" kata rudan.


"dan... bahkan jika kau jatuh cinta pada orang lain, aku akan selalu menghargai keinginanmu".


Kata rudan sambil tersenyum tulus. tapi karena sinar matahari mengenai wajah rudan


Itu mengingatkan juvelian dengan mimpinya.


Juvelian menatap rudan dengan wajah terkejut seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja ia rasakan.


Wajah rudan tersipu dan jantungnya yang berdebar terdengar, rudan bertanya "ju... Juju, kenapa kau menatapku seperti itu?".


Juvelian langsung tersadar dan berkata "rudan apa kau sakit? Kenapa wajahmu memerah? ".


Rudan mengipas wajah dengan tangan kanannya dan berkata "mungkin karena di sini terlalu panas". "tapi apa kau sudah memutuskan akan melakukan perjanjian ini?".


Juvelian menundukkan kepalanya dan berkata "beri aku waktu untuk memutuskan nya... ".

__ADS_1


Rudan mengulurkan tangannya "baiklah, mari kita masuk karena disini terlalu panas" kata rudan sambil tersenyum tulus.


__ADS_2