Bantu Aku Merubah Takdirku

Bantu Aku Merubah Takdirku
bab 30


__ADS_3

"baiklah mari kita berangkat! Tapi siapa anak laki-laki yang mirip dengan juvelian itu?"


Kata erin yang awalnya bersemangat tapi berubah menjadi tatapan penasaran.


'jika dia adalah saudaranya juvelian pasti aku pernah melihatnya atau mungkin dia adalah saudara jauh tapi mereka terlalu mirip"


kata erin dalam hatinya dengan berfikir keras.


"ah, dia adalah kakak kembaran ku" kata juvelian yang tersenyum cerah.


"tapi kenapa dia ada di sini?" tanya erin yang penuh dengan perasaan penasaran.


"halo kak erin! Aku ke sini untuk menjaga adik perempuan kesayanganku" kata alan dengan mengangkat sedikit ujung bibir sebelah kanannya.


"menjaga? " tanya erin dengan ekspresi bingung.


"iya menjaganya dari pencuri" kata alan yang menatap sinis ke arah alan.


'sabar rudan! Bagaimana pun dia adalah calon kakak iparmu!' kata alan dalam hatinya yang menghindar dari tatapan sinis alan.


"ayo kita berangkat!" kata arin dengan ceria.


"baiklah" kata yang lain dengan semangat dan mengangkat satu tangan ke atas dengan mengepalkannya.


"tapi berapa banyak mobil yang di gunakan?"


Tanya lilian.


"kita akan menggunakan dua mobil " kata alan.


Di dalam mobil pertama.


Erin duduk di kursi depan sedangkan juvelian lilian arin dan lux(duduk di pangkuan juvelian ) duduk di bagian tengah.


Erin melihat kaca spion bagian dalam dan melihat juvelian, lilian dan arin tidur bersenderan satu sama lain.


"ternyata mereka tertidur ya..." kata erin dengan senyum hangat dari bibirnya.


Sesampainya di pantai


"ayo bangun gadis gadis, kita sudah sampai!" kata erin dengan semangat.


Menggosok gosok matanya juvelian melihat ke arah jendela.


"hei, lihatlah ke jendela" kata juvelian dengan wajah cerah.


"ada... Apa?" tanya lilian yang setengah sadar dengan melihat ke arah jendela. "indahnya..." kata lilian dan lux.


"arin! Ayo bangun!" kata juvelian dan lilian yang mengoyang goyang tubuh arin.


"iya, iya! " kata arin dengan wajah kesal.


Di depan villa.


"kenapa villa kita lebih besar dari yang lain...?" tanya arin dengan wajah kagum dan menunjuk ke arah villa.


"karena ini adalah salah satu villa pribadi milik star light grup" kata juvelian.


"star light grup...? Bukan kah itu artinya ini punya keluarga kalian?" tanya jiho dengan wajah kaget.


"iya... " kata alan dan mengangguk kan kepalanya.


"di lantai pertama ada ruang tamu dan dapur sedangkan di lantai atas ada empat kamar"


Kata alan.


" karena kita tidak bisa menggunakan kamar utama dan kamar di seberangnya" kata juvelian.


"maka mau tidak mau harus menggunakan dua kamar yang tersisa karena itu kamar di samping kamar utama adalah kamar lian saat di sini yang perempuan harus di sana"


Kata alan.


"dan yang laki laki harus menggunakan kamar yang tersisa" kata alan dan juvelian sambil melihat ke arah villa.


"bagaimana dengan pak tio(salah satu supir keluarganya juvelian pernah muncul di bab 6)?" tanya nine.


"di lantai pertama ada kamar satu lagi biasanya pak tio tidur di situ kalau kami menginap di sini" kata juvelian dan alan secara bersamaan.


'aneh, padalah aku tidak ingat pernah menginap di sini tapi bagaimana aku tahu semua itu? Apa ada yang aku lupakan? Jika iya kenapa bisa terjadi...' pikir juvelian dengan keras.


"apa ini yang di namakan anak kembar punya ikatan yang kuat?" gumam jiho yang melihat alan dan juvelian dengan heran.


Setelah membuka kunci villa mereka masuk dan terkejut dengan isinya.


"tempat ini sangat indah... " gumam mereka yang melihat ke atas langit villa kecuali daniel, alan, jiho, dan ian.


"hei, juvelian bukannya kau seharusnya sering ke sini? " tanya arin.


Mendengar perkataan arin wajah juvelian menjadi suram 'bagaimana bisa aku bilang kalau sebenarnya aku tidak pernah datang ke sini karena sudah sepuluh tahun aku tidak bersama keluargaku?' kata juvelian dalam hatinya.


Rudan melihat ke arah juvelian yang memasang wajah seperti itu.


"juvelian tidak terlalu suka datang ke sini jadi pasti dia tidak terlalu ingat dengan tempat ini" kata alan yang melihat ke arah juvelian.


'terima kasih sudah membantuku kak alan'


Kata juvelian dalam hatinya.


"karena kita belum makan bagaimana jika kita makan bekal dari ibu arin!".


"kalian bereskan barang barang kalian, biar aku panaskan makanannya!" kata erin.


"baik! " bawa mereka bersama sama dan naik ke lantai atas.

__ADS_1


Setelah selesai membereskan barang barangnya, juvelian turun ke lantai pertama dan menuju ke arah dapur.


"kak erin, butuh bantuan?" tanya juvelian yang melihat ke arah erin.


"apa kau bisa cuci kan piring yang ada di rak piring itu?" kata arin yang sedang mengeluarkan kotak makanan.


"baiklah" kata juvelian dengan ceria.


"wah... piringnya benar benar berdebu" kata juvelian yang memegang salah satu piring.


"jadi Kak erin akan masak apa sebagai tambahan makanannya?" tanya juvelian yang sedang mencuci piring dan peralatan makan.


"aku tidak akan masak makanan tambahan karena kita akan makan di luar" kata erin dengan memegang kuali yang akan di lap.


[lux, bantu aku dan buat piring piring ini melayang. Biar aku cuci dengan sihir air].


[baik! ] kata lux yang terbang ke juvelian.


"juvelian bagaimana dengan yang lain?" tanya erin yang sedikit melihat ke arah juvelian dan melihat piring dan air sabun yang melayang sesuai keinginan juvelian.


'apa barusan aku melihat piring piring yang melayang?' pikir erin dan melihat lagi ke juvelian.


Yang erin sekarang adalah juvelian yang sedang serius mencuci piring.


"ada apa kak erin?" tanya juvelian dengan tatapan tidak tahu apa apa.


"tidak ada" kata erin dengan panik.


'apa karena terlalu lama menyetir, aku jadi berhalusinasi?' pikir erin.


Di sini lain. 'syukurlah... kak erin tidak merasa ada yang aneh' kata juvelian dalam hatinya yang lega.


Juvelian Menghentakan kakinya dua kali di lantai dengan pelan, tiba tiba dinding hitam muncul di antara juvelian dan erin.


'apa barusan di sebelahku ada dinding hitam? Jangan jangan villa ini berhantu'


Kata erin dalam hatinya dengan kaki yang gemetaran.


'apa yang kau pikirkan erin? Ini adalah zaman dimana orang tidak percaya dengan hantu! lebih baik aku fokus dalam memasak'


Kata erin dalam hatinya dengan tangan yang juga ikut gemetaran.


[lux cepat buat piring dan peralatan makan melayang karena waktu kita cuman sedikit!]


Kata juvelian dengan telepati.


[baik] kata lux yang mencoba melayangkan piringn dan peralatan makannya.


Juvelian mengangkat tangan kirinya ke arah piring yang sudah di cuci untuk menggunakan sihir angin.


angin sepoi sepoi menyelimuti piring dan peralatan makan dengan kilauan hijau.


Di sisi lain di tempat erin.


'apa lagi itu? Kenapa... Ada suara aneh dari sebelahku?' kata erin dalam hatinya yang semakin ketakutan dan sedang memanaskan makanan.


Kata erin dengan wajah pucat.


[lux keringkan piring yang tersisa] kata juvelian. Lux mengeringkan piring yang tersisa dan tidak sengaja menjatuhkan salah satu piringnya.


Suara piring jatuh mengejutkan erin yang ada dibalik dinding hitam.


[maaf! Aku tidak sengaja menjatuhkan piringnya ] kata lux.


[tidak apa apa, kita bisa memperbaikinya dengan sihir. Lux pergilah ke kamar dan istirahat, kau pasti lelah karena menggunakan sihir] kata juvelian dengan ekspresi khawatir.


Lux terbang ke arah tangga dengan kaki dan tangan yang mengantung dengan kepala yang menunduk karena lelah.


"istirahatlah aku akan menyusul ke sana setelah mengeringkan piring dan peralatan makannya ".


'suara piring jatuh dan orang yang mengoceh sendirian? Tidak! tidak, kau harus menenangkan dirimu erin' kata erin yang mematikan kompor.


'akhirnya selesai...' kata juvelian dalam hatinya yang sedang meregangkan tangannya ke atas.


'sekarang, aku harus menghilangkan dindingnya' kata juvelian yang selesai meregangkan tangannya


'satu satu aku sayang ibu'


'dua dua aku sayang ayah'


'tiga tiga aku sayang-' erin yang belum menyelesaikan lagunya di kaget kan dengan suara juvelian.


Menghentakan kakinya dua kali ke lantai dengan pelan, dinding yang menghalangi menghilang.


"kak erin, aku sudah selesai mencuci piring"


Kata juvelian.


Mendengar suara juvelian yang tiba tiba menbuat erin berteriak karena kaget.


'bukannya tadi ada dinding, kemana perginya? ' tanya erin pada dirinya sendiri dengan wajah pucat.


Suara teriak kan erin membuat anak anak yang lain turun dengan terburu buru dan berlari ke arah dapur.


"ada apa kak erin? Kenapa kakak berteriak?" tanya arin dan beberapa anak yang lain. dengan wajah panik.


"juvel, apa yang terjadi?" tanya lilian.


"saat aku memanggil kak erin, kakak tiba tiba berteriak ketakutan..." kata juvelian.


Erin menyentuh wajahnya dengan salah satu tangannya dan berkata "aku hanya sedikit lelah".


"aku akan ke kamar untuk tidur sebentar" kata erin dengan badan yang terhuyung huyung.

__ADS_1


"yang lain tolong bereskan sisanya" kata erin yang berjalan ke arah tangga.


"juvelian, tolong bantu aku" kata erin.


"baik" jawab juvelian dengan cepat.


Juvelian berjalan ke arah erin berdiri dan membantunya berjalan.


Sesampai nya di kamar, erin berbaring di tempat tidur.


"kalau gitu aku akan turun ke bawah kak erin"


Kata juvelian yang membalikkan badannya dan menuju ke pintu kamar.


"tunggu" kata erin.


Juvelian menolehkan kepalanya dan melihat ke erin.


"ada apa kak erin? " tanya juvelian.


"ke marilah sebentar!" kata erin dan menggerakkan tangannya meminta juvelian mendekat.


"apa kau tidak mendengar atau melihat hal aneh?" tanya erin yang membisikkannya ke telinga juvelian dengan suara pelan.


Juvelian menggelengkan kepalanya dengan pelan dan berkata "tidak ada".


"baiklah, kau pergilah ke bawah bersama dengan yang lain. Aku akan tidur sebentar"


kata erin yang berbaring dan meletakkan tangannya di dahi.


"ah, bilang pada mereka, aku tidak mau makan karena sudah kenyang makan cemilan yang ada di dalam mobil" kata erin dan memakai selimut.


mengangukan kepalanya juvelian pergi ke arah pintu.


"bagaimana dengan kak erin?" tanya lilian dengan wajah khawatir.


"kak erin bilang dia akan tidur sebentar" kata juvelian.


Menghelan napasnya lilian bergumam


"syukurlah, kak erin baik baik saja".


"tapi juvel apa kau tidak merasa ada hal aneh saat di dapur?" tanya ian dengan tatapan dingin yang biasa dia gunakan tada semua orang.


"hei, apa kau baru saja mencurigai adikku" kata alan dengan wajah kesal dan tatapan sinis.


"aku bukannya mencurigainya tapi aku merasa ada yang aneh" kata ian.


"tapi tetap saja kau seperti mencurigainya"


Kata rudan dengan senyum menakutkan yang melihat ke arah ian.


"jika ada hal yang aneh itu mungkin adalah kak erin yang bertanya apa aku melihat atau mendengar hal aneh" kata juvelian yang berada di anak tangga terakhir.


"melihat atau mendengar hal aneh?" tanya daniel.


"iya, hal aneh" jawab juvelian.


Keheningan sesaat di antara mereka.


"hei, tidak mungkin kan kak erin mendengar suara hantu" kata arin dengan tertawa kecil.


"hei, tidak mungkin kan ada hantu di zaman sekarang" kata nine dengan sedikit tertawa.


"tapi, tidak ada kemungkinan hantu tidak ada" kata jiho dengan ekspresi amat sangat serius.


"hei jiho, kau jangan menakuti ku" kata arin yang merinding dengan tangan yang dilipat.


"hahaha... Aku tidak tahu kau orang penakut"


Kata nine yang tertawa kecil.


"dari pada membahas hal ini, bukankah lebih baik kita makan?" kata ian yang duduk di ujung kursi.


"benar ayo kita makan! " kata alan dengan semangat.


"tapi bagaimana dengan kak erin?" tanya daniel.


Dia enggak makan? " tanya lilian.


"kak erin bilang begini "bilang pada mereka, aku tidak mau makan karena sudah kenyang makan cemilan yang ada di dalam mobil"


Kata juvelian yang mengulangi perkataan erin.


"makan cemilan di mobil? Kenapa enggak ajak ajak sih! " kata arin dengan ekspresi kesal.


Setelah selesai makan mereka ke ruang tamu untuk melihat TV atau berjalan jalan di sekitar pinggir pantai.


"bagaimana kalau kita pergi sekeliling?" tanya erin yang berjalan menuruni tangga.


"baiklah, bagaimana kalau kita beli Oleh oleh dan jalan jalan sebelum sore" kata jiho.


"wah! Itu ide yang bagus" kata arin dengan wajah penuh semangat.


"tapi, apa kak erin baik baik saja?" tanya lilian.


"setelah tidur sebentar kondisi ku sudah membaik" kata erin dengan senyuman tipis.


"baiklah, mari kita siap siap! " kata arin, juvelian dan lilian dengan semangat.


"kita... jalan kaki ?" tanya lilian.


"iya! " jawab erin dengan semangat.

__ADS_1


"jadi siapa yang akan jaga villa? " tanya nine.


"biar saya saja" kata pak tio yang berdiri di depan pintu villa yang keliatan seperti baru bangun tidur.


__ADS_2