
Seorang gadis dengan rambut hitam dan mata coklat tua yang seumuran dengan lilian berdiri dengan tatapan dingin. "aku tanya siapa kau" kata gadis itu.
Anak kecil yang tadi berbicara dengan lilian berteriak "Kak arin! " dan memeluk gadis itu.
Arin mengelus kepala anak itu dengan senyum hangat.
Lilian membuka mulutnya dan bertanya "seharusnya aku yang bertanya siapa kalian? apa kau tinggal ini?". " aku arin dan ini adikku, aku tinggal di tempat ini dari beberapa hari yang lalu" jawab arin.
"apa kau tahu dimana orang yang dulu tinggal dirumah ini? " tanya lilian.
"tidak tahu, aku bahkan tidak pernah melihat pemilik dari rumah ini yang sebelumnya" jawab arin.
"tapi tunggu di sini dulu..." kata arin.
Arin berlari ke dalam rumahnya dan kembali dengan memegang kotak hadiah.
"apa namamu lilian?" tanya arin. "iya tapi bagaimana kau mengetahuinya" kata lilian.
Arin mengarahkan hadiah itu ke arah lilian dengan kedua tangannya dan berkata "pasti ini untukmu,disini tertulis untuk lilian".
Lilian mengambil hadiah itu dan mengucapkan terima kasih dan selamat tinggal.
__ADS_1
Lilian pulang ke rumah dengan ekspresi sedih sambil membawa hadiah itu di tangannya. Begitu membuka pintu rumah,erin bertanya dengan bahagia.
"apa kau sudah menyelesaikan masalah-" belum menyelesaikan kalimatnya erin terkejut melihat ekspresi sedih lilian dan bertanya lagi "lili ada apa denganmu? Kenapa kau bersedih? ".
Lilian Yang meneteskan air matanya dan berkata "kak erin... Ria...dia..." belum menyelesaikan kata katanya lilian menangis keras. Erin yang kaget, langsung bertanya "lili, apa yang terjadi apa ria ?kenapa kau menangis? ".
Erin bangkit dari tempat duduk dan berjalan ke arah lilian dengan ekspresi khawatir.
Erin memegang bahu lilian dengan memiringkan sedikit kepalanya dan berkata "lili, duduklah dan tenangkan dirimu dulu".
Erin ke dapur membawa secangkir air hangat dan memberikannya pada lilian yang sedang duduk dengan berusaha menenangkan dirinya. "terima kasih" kata lilian,erin menjawabnya dengan tersenyum.
Erin duduk di sampingnya lilian dan dengan tangan gemetar lilian perlahan-lahan meminum air hangat yang diberikan oleh erin. "apa kau sudah merasa lebih baik? " tanya erin.
"jadi...maksudmu ria pergi tanpa memberi tahumu dan meninggalkan hadiah untukmu,begitu?" tanya erin.
Lilian mengangguk, "kalau menurutku ria tidak dengan sengaja meninggalkanmu".
"jika begitu tidak mungkin ria meninggalkan hadiah ini. lili apa kau ingin membuka hadiah ini, disini? Tanya erin. Lilian menggelengkan kepalanya dan berkata "aku akan membukanya sendiri dikamar nanti".
"lu.xi.a! Apa yang dikatakan oleh mira itu benar? " tanya papa lian dengan nada menakutkan dan tatapan sinis yang duduk berhadapan dengan luxia.
__ADS_1
"iya... Yang dikatakan oleh ibu mira itu benar"
Jawab luxia dengan duduk santai sambil makan biskuit yang ada meja. "apa kau tahu betapa berbahayanya belajar menggunakan kekuatan di tempat banyak orang? " tanya papa lian.
"banyak orang?dirumah hanya ada dua belas pelayan, satu koki,ibu mira, lian,alan dan aku yang ada di Rumah". Kata luxia dengan tatapan tidak peduli. Mendengar perkataan luxia,papa lian memasang wajah kesal.
Beberapa waktu yang lalu...
Begitu mama papa lian dan allen pulang, ibu mira langsung menceritakan apa yang terjadi tadi siang. Setelahnya mengajukan banyak pertanyaan seperti " apakah kau baik baik saja? Tidak ada yang terluka kan?" pada juvelian/lian.
'Setelahnya papa memberikan banyak pertanyaan pada kakak luxia dengan tatapan sinis seperti sedang mengintrogasi. Aku memang berpikir kak luxia dan papa tidak memiliki hubungan yang baik' kata juvelian dalam hati.
'tapi... Bukankah ini sangat buruk!' teriak juvelian dalam hatinya.
"kau sudah menghapus ingat orang orang yang ada di tempat kejadian kan? " tanya papa juvelian.
Luxia menghelan napas dan menunjukkan senyum cerah di wajah sambil berkata "apa yang p.a.p.a katakan?bukan hanya menghapus ingatan mereka,aku bahkan membuat dua kubah. Yang satu untuk lian berlatih dan yang satu lagi untuk di sekeliling rumah"
Begitu mendengar kata papa dari mulut luxia, papa juvelian merinding karena merasa itu hal yang mengelikan. Melihat reaksi papa juvelian,juvelian dan yang lainnya menahan tawa tapi alan yang tidak bisa menahan tawa sambil memukul dinding di ruangan itu.
Mendengar alan tertawa,papa juvelian membalikkan badannya dan melihat ke arah alan sambil tersenyum seram ia berkata"a.l.a.n. apa kau bisa diam". Alan langsung diam karena takut dimarahi.
__ADS_1
"jadi luxia,kenapa kau mengajarkan lian mengendalikan kekuatannya?" tanya papa juvelian. "apa papa lupa perjanjian kita dimasa lalu?dan sejak awal anda bukan orang tua kandungku" Jawab Luxia.
~Bersambung~