
"Haah...? kalian ini ke-" kata Mina yang terhenti
Sebelum Mina menyelesaikan perkataan nya suara pintu yang di banting terdengar keras
'Astaga, aku pikir pintunya copot'
'Orang gila mana yang ingin cari masalah dengan guru'
'Aku ramal dia akan di marahi habis habisan'
Awalnya mereka memang mendengar suara langkah kaki seseorang tapi hanya mengabaikannya karena kawasan ini memang banyak orang yang berlalu lalang
Seseorang dari luar pasti membuka pintu dengan kuat sampai suara pintunya yang di banting sekuat itu
'Apa tadi lupa aku kunci?' pikir Juvelian sambil sedikit memiringkan kepalanya
Seseorang itu tidak lain dan tidak bukan adalah Joni yang terengah engah, dia tadi bergegas menuruni tangga karena seseorang sedang menggunakan lift
Tapi Mina yang berpikir itu adalah gadis yang tadi, dia hampir saja berteriak berkata dengan marah "Ngapain lagi kau kesini?! eh?"
Melihat wajah yang tidak pernah Lilian
lihat sebelumnya, dia bertanya dengan sopan "Anda siapa?"
Juvelian menyipitkan matanya seakan akan dia pernah melihat wajah Joni tapi tidak tau di mana 'Dia bukan ketua OSIS yang aku lihat hari itu, wajahnya memang mirip tapi aura nya berbeda
Dalam sekejap dia teringat siapa orang yang berdiri di depan nya sekarang 'Kakak yang waktu itu sama kak Kirana kan? Ngapain dia ke sini?'
'Namanya siapa ya?' Juvelian berpikir keras mengingat namanya tapi tidak kunjung ketemu. tentu saja tidak ketemu Kirara tidak pernah memperkenalkan Joni pada nya
Tidak lama kemudian ramalan Juvelian terjadi "Siapa yang tadi membanting pintu?" teriak seseorang yang kedengaran sangat marah
Tuk tuk tuk, suaranya semakin keras, karena kantor guru tidak jauh dari sini tidak memerlukan waktu lama sampai guru itu datang
Wajah pak guru sangat merah, seperti baru saja ada asap yang keluar dari telinganya seperti air mendidih di dalam ceret
Keheningan terjadi, mereka tanpa ragu dan rasa bersalah serentak menunjuk ke Joni, pak guru segera memarahi Joni dengan dia yang terus meminta maaf
Sebagai anggota OSIS kamu seharusnya memberikan contoh yang baik bukanya memberikan contoh yang buruk, apa lagi kamu adalah senior sekarang
Omelan itu terus berlanjut, mereka hanya menyaksikan nya dengan tatapan kosong tanpa perasaan iba
"Ngomong ngomong, orang Yeri ada di mana? bukannya mereka juga ke UKS?" tanya Juvelian yang melihat ke sana kemari
"Oh, mereka kayaknya uda kembali ke kelas. Waktu aku di papah ke sini aku berpapasan dengan mereka di koridor"
Pak guru yang memarahi Joni membiarkan nya kali ini karena guru lain memanggil nya
hukuman berdiri di lapangan sambil melihat bendera dengan memberi hormat dapat di elakan kali ini
"Jadi, kenapa kamu ke sini?" sakin malunya di marahi di depannya adik kelasnya dia bicara melantur "I,itu toilet..."
Hah? mereka heran "Tapi toilet ada di dekat tangga"
Joni yang tersadar langsung buru buru mengubah perkataan nya yang tadi "Bukan, bukan toilet!"
"Jadi?"
__ADS_1
'Hm?'
"...?"
Dia bergumam dengan jelas beberapa kali seperti sedang mencari kata yang tepat
mereka menunggu jawaban
"Jadi... saya..." mata Joni hanya menatap mata Mina dengan wajah yang memerah sambil berbicara enggak jelas
'ah, angin musim semi sedang berembus ya...'
Sebagai orang yang pernah pacaran dengan Jiho selama beberapa tahun meskipun itu tidak bisa di bilang pacaran
Dan sudah pacaran dengan Rudan selama satu tahun setelah kembali ke masa lalu
Juvelian bisa dengan mudah menyadari ada yang aneh dengan kakak kelasnya yang terus menatap mata temannya
Dia pun mendadak menunjukkan senyum nakal di bibirnya sambil berpikir dengan semangat 'Kayaknya seru juga kalau jadi makcomblang sesekali!'
Dia tidak benar benar tau apa arti menjadi makcomblang tapi yang pasti adalah menjodohkan seseorang dengan orang lain atau bisa di bilang sebagai perantara
"Arin Lilian, Ayo kita pergi. entar lagi
mau bel"
Arin memutar matanya memikirkan ulang dan mengangguk menurut pada Juvelian tapi Lilian yang khawatir pada Mina bertanya
"Gimana dengan Mina?"
Pada saat itu memberikan celah untuk Mina berbicara dan ikut bersama dengan mereka keluar dari sana
Dengan mudahnya Juvelian berkata "Dia
istirahat aja dulu di sini, kan tinggal satu
pelajaran lagi setelah itu kita istirahat"
Juvelian mendorong punggung Lilian dan
Arin untuk segera keluar dari ruang UKS dengan senyum cerah "Selesai kan lah urusan kalian, jangan hiraukan kami"
'Hei, teman teman! Kalian mau kemana?!'
teriak suara hati Mina yang juga ingin pergi dan merasa terhianati
Dengan sengaja Juvelian menutup pintu meninggalkan mereka berdua di dalam sana
Mina yang melihat nya benar benar tidak berdaya 'Hei, jangan tinggalkan aku kalian teman macam apa?!'
Sementara di luar pintu, Juvelian memberikan semangat pada Mina 'Kak, aku mendukung hubungan mu dengan calon kakak ipar'
Alasan Juvelian menyebut Mina dengan
kakak adalah karena Mina satu setengah
tahun lebih tua darinya
__ADS_1
Dan rahasia yang tidak di ketahui adalah seharusnya Mina sekarang kelas12 karena dia, Joni dan Jake sudah satu kelas dari tk
tapi karena suatu alasan dia jadi ada di kelas11
Juvelian memang tidak mengetahui cerita ini karena Mina tidak menceritakannya tapi dia pernah bertanya berapa umurnya
"Luka mu sudah membaik?" tanya Joni sambil melangkahkan kakinya berjalan ke arah Mina
Segera Mina menjawab dengan apatis
"Mimisannya sudah berhenti"
Namun, tak berapa lama Joni menjadi ragu untuk bertanya, dia kemudian memberanikan dirinya untuk bertanya
"Nanti malam kau ada waktu?"
'Apa?' tanya Mina yang dalam hatinya wajahnya memerah
'Tenang Mina, atur ekspresi dan hati mu'
"Emangnya kenapa?" Mina bertanya balik untuk berjaga jaga karena sebenarnya dia tidak akan ke mana mana malam ini
"Kalau enggak keberatan kau mau menemani ku nonton film di bioskop?"
Dia menyentuh lehernya "Teman sekelas ku merekomendasi kan film yang baru di rilis, kata nya itu film bagus"
"Genre?"
"Romanca, fantasi"
'Kau bercanda kan?' tatapan yang bilang begitu
"Tapi aku tidak punya teman yang bisa ku ajak, jadi aku ingin bertanya apa kau bisa menemani ku?"
"Bukannya kau bisa pergi dengan Jake?"
Wajah Joni menjadi suram 'Ah, aku lupa anak ini kan enggak punya hubungan baik dengan Jake'
Menggoyang kan kakinya sambil
memikirkan tawaran Joni, dan menemukan alasan untuk menolaknya
"Aku akan ikut nongkrong nanti malam dengan kenalanku"
"Oh, enggak bisa ya..." gumam Joni yang merasa kecewa
kemudian, pada saat berikutnya, Joni berbalik dan ingin berjalan keluar dari ruangan ini
Meskipun Joni ingin berjalan keluar, dia melihat ke belakang untuk memeriksa Mina berharap mungkin saja dia bisa mengubah keputusan nya
"Ada apa lagi?"
~Bersambung~
tunggu bab selanjutnya, tiga hari lagi~
Terima kasih sudah membaca novel ini
__ADS_1
Dan terima kasih sudah memberi semangat dengan like, vote dan komentar