Bantu Aku Merubah Takdirku

Bantu Aku Merubah Takdirku
Bab 89


__ADS_3

'Masalah mu apa sih?!'


Wah, sepertinya Daniel berada dalam masalah besar nih~


Di tengah perasaan kesal dia merasa ada yang aneh dengan Daniel yang seperti sengaja mendengarkan percakapan mereka, Mina kembali menatap sinis ke Daniel


Daniel segera bertanya dengan acuh tak acuh "kenapa kau menatapku seperti itu?"


'Kau kan hanya perlu mengatakan nya kenapa menatap ku tidak jelas begitu'


Mina kemudian mengangkat jarinya dan mengarahkan nya ke Daniel sambil memberikan sebuah peringatan keras


Seolah olah Arin dan Daniel sedang berpacaran dan dia yang tidak suka pada Daniel, mencoba membawa Arin bertemu pria lain


'Apa lagi yang mau dia katakan... ' Arin benar benar takut akan terjadi pertengkaran di sini


"Jangan coba coba kau mengganggu Arin


yang akan pergi nongkrong denganku" di nadanya terdapat ancaman yang membuat merinding sesaat


Sama seperti Arin, Daniel nampak tercengang dengan ekspresi jijik seperti baru saja memakan mentega, dia kembali lagi ke tampilan biasanya dan menjawab dengan apatis


"Kenapa aku harus melarangnya? kami


saja tidak pacaran"


Perkataannya memberikan pukulan telak pada Mina tapi dia tidak mundur begitu saja, baginya tidak ada kata kalah dengan memamerkan seringai dia membalas


"Baguslah, kau tidak ikut campur"


Dia mengatakan nya dengan tenang seolah olah dia tidak di takdir untuk kalah


Berbeda dengan biasanya, Daniel ikut campur meskipun berkata dengan acuh tak acuh tapi tetap saja itu mencurigakan


Jika ada Nine, Jiho atau anak anak yang lain dia pasti akan di tanya banyak pertanyaan


yang menyebalkan, dia merasa tenang hanya ada mereka di sana


"Mengapa kalian mau pergi ke grup nongkrong? itu tempat yang payah"


dia mengatakan seakan akan dia pernah ke sana setidaknya sekali


Mereka terangga pada yang baru saja dia


katakan dengan Arin yang rahangnya


seperti jatuh ke lantai


Sebagian anak dari sekolah lain akan ikut nongkrong bukan hanya untuk menghilangkan stres tapi juga menambah temannya atau mencari pacar dan pengalaman dalam bersosial


Tapi jika kata itu keluar dari mulut Daniel yang punya aura dingin bagaikan es dan memasang dinding besi yang sangat tebal


Pada setiap orang yang baru dia temui dan sulit untuk berbaur dengan orang lain akan terdengar aneh


Saat tahun ajaran baru di mulai apa lagi ketika kelas 10, sebagian dari mereka adalah lulusan dari sekolah lain


Jadi bukan hal aneh jika lingkaran tempat kita berdiri hanyalah lingkaran kecil dan

__ADS_1


kita lebih sering bertemu dan bermain dengan teman teman dari sekolah yang dulu


Atau ketika bertemu di jalan kita memperkenalkan teman dari sekolahnya yang dulu dengan teman sekelasnya


Jika mereka mengumpulkan semua teman


mereka dan mendapatkan teman baru yang


cepat atau lambat akan menjadi akrab


seperti sudah mengenal sangat lama pada mereka punya hobi yang sama


Tidak heran banyak orang dari sekolah yang berbeda berkumpul di suatu tempat di pusat kota untuk mencari teman terutama mereka yang punya banyak koneksi


Tapi tidak mungkin itu terjadi pada Daniel yang hanya sibuk dengan game yang sudah seperti dunia kedua baginya pikir mereka


"K, kau pernah pergi grup nongkrong yang aku maksud?" tanya Mina yang sedikit tergagap


'Apa dia benar benar pernah pergi ke sana,


Daniel bukan lah tipe orang yang suka


berbohong atau bercanda dengan orang lain'


Atau mungkin saja dia di ajak ke grup nongkrong yang lain Mina berharap seperti itu tapi masalahnya hanya ada satu di kota ini karena alasan yang tidak di ketahui


Siapa yang membentuk nya juga tidak ada yang tau karena dia seperti bermain di balik layar, tidak ada yang peduli tapi yang pasti dia bukan dari keluarga biasa


Bukan hanya menyiapkan tempat khusus tapi juga mengatur pertemuan mereka sesuai giliran setiap minggunya


melihat ke luar jendela dengan ekspresi


acuh tak acuh


"Terserah, kalian mau percaya atau tidak" jawabnya dengan singkat setelahnya tidak ada suara yang terdengaran lagi


Mina nampak tercengang dengan jawaban Daniel yang nggak jelas sambil menunjuk kan kekesalan di wajahnya


Kemudian Daniel membuka bibirnya seperti ingin mengatakan sesuatu, entah dia memang melakukannya dengan sengaja atau tidak, dia berkata pada dirinya sendiri dengan suara keras yang terdengar sampai ke luar


"Sebagian besar yang akan datang ke grup nongkrong adalah lelaki tampan dan gadis cantik atau lucu yang terkenal di sekolah mereka"


Kata kata Daniel mem buat Arin tersentak dan menundukkan kepalanya sambil tersenyum canggung


"Pasti akan sulit kalo aku ikut" gumam Arin


pada dirinya sendiri setelah mendengar


perkataan Daniel


Jika orang seperti Mina yang kelihatan tegas dan terjiwa bebas tapi wajah cantik dan penampilan yang sesuai dengan sifat akan menarik perhatian


Dan Daniel yang punya mata merah seperti


batu rubi dengan sifat dingin dan aura


tenang pasti akan membuat anak perempuan tertarik padanya

__ADS_1


walaupun hanya menggerakkan jarinya dan bernapas dengan pemikiran seperti itu, Arin merasa tidak percaya diri dengan penampilan nya yang menurutnya biasa biasa aja


Terutama jika ada pembicaraan yang tidak


dia mengerti dan hanya satu kalimat saja bisa menghancurkan keharmonisan yang anak lain ciptakan


Arin langsung terkejut dengan keringat


dingin di lehernya ketika menyadari Mina


mengalihkan pandangannya dari Daniel ke Dia dengan tatapan tajam


Dengan tersenyum menyegarkan, Mina melontarkan pertanyaan pada Arin seolah olah dia tidak pernahmendengar yang Daniel katakan


"Siapa yang peduli apa kau cantik atau enggak? kita ke sana untuk bersenang senang dan menghilangkan rasa lelah karena pelajaran bukannya akan ikut kencan buta"


"Jika ada yang berani mengataimu sesuka hati mereka, aku tidak akan mengampuninya, akan ku pukul mereka"


Perkatan itu membuatnya tertawa kecil tapi juga terdengar seperti hiburan yang indah


sampai menyentuh bagian terdalam dari


hatinya


Dengan hati hati Mina bertanya lagi "Jadi kembali ke pertanyaan ku, Kau mau


pergi bersama kami kan?"


Dia menambahkan dengan berusaha menyakinkan Arin dengan tatapannya "Kalo ada orang yang aneh di sana, kita akan langsung pulang"


Kata katanya sangat menyakinkan sampai Arin sangat sulit untuk menolaknya tapi dia masih dalam pertimbangan antara kedua pilihan


"Um, aku..."


"Ya?" tanya Mina yang sudah menanti jawaban yang dia harapkan dengan mata berbinar


Arin mengaruk pipinya karena malu untuk


menolak setelah percakapan barusan


yang membujuknya "Aku seperti nya tidak


bisa bergabung"


"Eh? kenapa?" tanyanya dengan wajah yang


menunjukkan perasaan bingung


Dari sebelum bertanya pada Arin dia merasa Arin akan menerimanya dengan senang hati tapi sepertinya kali ini firasatnya tidak mendukung


~Bersambung~


tunggu bab selanjutnya, tiga hari lagi~


Terima kasih sudah membaca novel ini


Dan terima kasih sudah memberi semangat dengan like, vote dan komentar

__ADS_1


__ADS_2