
"?? ini naga? serius?"
'Coretan nggak jelas ini kau sebut naga?' sambil berpikir begitu dia menatap Jiho dengan tanda tanya
Melihat Juvelian yang menatapnya Jiho dengan bangganya berkata "Kenapa? kau pasti terpesona dengan sketsa gambarku yang setampan diriku"
"Aku sudah tau kalau aku ini tampan tanpa perlu kau katakan tapi sayangnya kau akan punya pacaran, aku nggak mau di cap sebagai perusak hubungan orang"
Dengan ekspresi jijik, Juvelian membalas dengan nada merendahkan "Kepedeaan banget kau jadi orang. emangnya kau pikir kau itu tipe ku?"
Juvelian segera menambahkan dengan jempot ke balik "Aku lebih suka sama pria-"
ketika dia ingin melanjutkan perkataannya, Juvelian tersentak melihat seseorang di belakang Jiho
Dia mencoba untuk menyuruh Jiho geser jangan menghalangi jalan orang itu
"Jiho awas itu"
"Ha? apa?" tanya Jiho sambil melihat ke belakang
Tidak ada gunanya Juvelian mengatakannya karena Jiho yang melihat ke belakang tidak sengaja menyenggol minuman soda di tangan orang itu
Seketika Jiho yang kaget berusaha menepis minuman yang akan jatuh mengenai seragamnya dan jatuh ke meja Juvelian
Sebelum itu terjadi Juvelian refleks menghindar, kaleng soda itu jatuh dengan posisi berdiri dengan isinya yang lompat ke udara
Sesaat waktu seperti berhenti, percikan air itu menciptakan pemandangan yang indah rasanya seperti sedang melihat air mancur tapi begitu jatuh malah menyebar ke beberapa tempat
Pupil mata mereka melebar ketika airnya akan mencapai mereka meski sudah menghindar pun tetap ada juga yang mengenai seragam atau rambut mereka
"Ehh, menyebalkan rambut ku jadi lengket"
"Duh, baju putih ku..." mereka bergumam dengan nada mengeluh dan takut di marahi ibu mereka karena baju putih yang terkena noda
Juvelian merasa bersyukur dirinya masih memakai jaket jika tidak bajunya akan berubah warna
'Tunggu! mejaku' dia baru tersadar jika kaleng soda tadi jatuh di mejanya pasti sketsa gambarnya tidak mungkin tertolong bagaimana pun di sana titik jatuhnya paling banyak
Dengan ragu melirik ke meja, dia kaget ketika melihat kertas gambar penuh warna, Jiho mengangkat bagian pinggir kertas yang tergulung itu
Karena terkena air mungkin kertas itu menjadi sangat rapuh, begitu dia mengangkatnya kertas itu koyak jadi dua bagian, dengan wajah kesal dan emosi dia menatap tajam Jiho
"Juvel, kau nggak papah?"
"Iya, aku sangat baik baik saja sekarang"
"Tapi kenapa wajahmu begitu?" tanya Jiho yang merasa takut melihat wajah Juvelian yang mengeluarkan aura menakutkan tapi malah tersenyum lebar
__ADS_1
Meremas kertas gambar Jiho dan memutarnya sampai lurus, Jiho menyadari itu bukan pertanda baik
Sebelum Juvelian memukulnya dia sudah lari lebih dulu ke luar kelas menyisakan debu
"Jiho awas saja kau kalau kutangkap!!!" teriak Juvelian segera mengejar
"Apa kau tau aku sampai begadang tadi malam karena mengambar, aku cuman tidur lima jam hari ini tapi kau malah dengan mudahnya menghancurkannya!"
"Kau sendiri, kenapa kau malah mengerjakan nya tengah malam?"
meski kesal tapi Juvelian tetap menjawab "Aku sangat sibuk sampai lupa!"
Teman sekelas mereka bengong melihat kejadian di depan mereka dan baru membantu Jiho ketika mereka sudah jauh
"Hei, cepat jauhkan dia dari ku tidak hentikan dia" ini pertama kalinya mereka melihat Jiho seperti itu
Mendadak terlihat seseorang berjalan di depan mereka, itu adalah Rudan! pikir Juvelian, wajah Juvelian menjadi cerah "Rudan, tangkap dia!"
Dengan seringai di bibirnya dia menjawab "Baiklah~"
Jiho kaget, "Kau tidak mungkin mengorbankan temanmu karena seorang gadis kan?"
Anehnya Rudan membiarkan Jiho melewatinya, dia pikir Rudan mendengar perkataannya
Dengan senyum di bibirnya Rudan dengan kuat memegang kerah baju Jiho "Kau benar benar mengorbankan temanmu?"
"Kita bahkan bukan teman" jawaban singkat yang tetap mengenai hati
Rudan mencium Juvelian hampir mengenai bibirnya karena keributan tadi banyak orang yang mengintip di pintu, mata mereka hampir ke luar sakin kagetnya
Artinya dia mencium Juvelian di depan banyak orang, wajah Juvelian sangat merah saat itu sambil menutupi wajahnya dengan rapat
Menggeser dua jari dari mata dia melirik Rudan yang kelihatan puas "Apa kau lakukan?"
"Hm~ apa yang aku lakukan? menunjukkan kasih sayang pada pacarku" dia menjawab dengan wajah cerah
Ada seseorang yang tidak melewatkan kesempatan itu dengan mengambil foto mereka sementara Jiho, dia akan menuruti perkataan Juvelian selama satu tahun penuh
Beruntung anggota OSIS atau guru tidak melihat mereka jika tidak mereka akan di hukum dan juga masih ada 20 menit sampai pelajaran di mulai Juvelian menggunakan waktu itu sebaik mungkin
Jiho menawarkan diri untuk membantunya tapi Juvelian menolak dengan bilang "Lebih baik aku tidak dapat nilai dari pada di tertawakan satu kelas"
Anehnya Jiho juga merasa heran kenapa gambarnya bisa berubah jadi coretan nggak jelas tapi kemudian dia bisa menduga satu orang tatapannya di penuhi kebencian
Kembali ke waktu sekarang sambil menunggu Jiho mereka membicarakan hal yang seru
Pada saat itu Juvelian teringat dengan perkataan para gadis yang lewat tadi, dia memegang tangan Arin dan menarik tangan Arin pergi dari sana
__ADS_1
"Lili, aku bawa Arin dulu ya"
"Ah, iya" jawabnya dengan bingung
Juvelian berbalik sebentar dan berkata
dengan singkat "Ada yang mau aku tanya
kan padamu"
Mereka berhenti di belakang gedung kafetaria yang jarang di datangi orang orang melihat situasi sepi, Juvelian bertanya "Arin, apa benar kau akan ikut grup nongkrong malam ini?"
Arin memutar matanya dengan hati hati dan memegang kedua tangan Juvelian dengan erat untuk meyakinkan nya sambil menjawab "Aku enggak ikut"
"Benarkah?"
Arin menceritakan awalnya Mina bertanya dengan sedikit bujukan tapi dia menolaknya karena ibunya akan memarahinya dan juga dia merasa nggak nyaman berada di tempat yang ramai
Juvelian menggoyangkan kedua tangannya ke kanan ke kiri dengan suasana hati yang
gembira
'Tunggu, bagaimana dengan Mina?'
Mereka kembali ke kafeteria yang di penuhi manusia yang jumlahnya tidak bisa di hitung dengan jari
Dan di dalam perjalanan kembali Juvelian baru teringat pada Mina dan memikirkan alasan untuk menghindarkan Mina dari kekacauan itu
'Arin pernah bilang ada film baru yang
ingin dia lihat tapi orang tuanya terlalu sibuk bekerja'
'Apa aku ajak aja Mina pergi ke bioskop
bersama dengan Lili dan Arin, kami juga
uda lama nggak jalan jalan bersama
apa lagi aku nggak pernah keluar jalan
jalan sama Mina'
'ya! itu ide yang bagus dengan begitu dia bisa keluar dari kekacauan'
Namun, Juvelian tidak tau idenya akan
membuat hati orang lain sakit dan terluka
__ADS_1
untuk waktu yang lama mungkin juga
seumur hidup