Bantu Aku Merubah Takdirku

Bantu Aku Merubah Takdirku
bab12


__ADS_3

Lian mengikuti pelayan cafe dan dibawa ke dapur. Setelah pelayan itu pergi, lian membuka mulutnya dan berkata ke koki tersebut "pie mawar biru dengan teh hijau".


"di sini tidak ada teh hijau" jawab koki tersebut.


"maka bawakan aku teh apa saja yang ada" kata lian.


Koki tersebut tersenyum dan memberi hormat sambil berkata " selamat datang,nona".


"mari ikut saya"kata koki tersebut.


Lian mengikutinya ke suatu ruangan yang di sana duduk seseorang yang seumuran dengan lian. Koki membisikan sesuatu ke anak itu.


Anak itu mengangguk dan berkata " ikut aku" Lian mengikutinya ke arah gudang cafe.


Lian dan anak itu menggeser lemari yang di belakangnya ada dinding putih polos.


Lian menyentuh dinding itu dan mengingat perkataan kakaknya.


"lian setelah melihat dinding putih dibelakang lemari,sentuhlah dinding itu dan katakan..."


"takdir,takdir,tolong bawa aku ke tempat orang yang kucintai berada" kata lian sambil mengingat perkataan kakaknya.


Dinding itu hilang dan muncul tangga menuju kebawah.


"lian jangan takut, turunilah tangga itu dan katakan kau ingin kemana" kata kakak lian.


Saat lian baru menuruni satu anak tangga,anak itu berkata " semoga anda sampai pada tujuan dengan selamat".


"terima kasih!tapi,kalo boleh tahu siapa namamu? " tanya lian.

__ADS_1


Anak itu tersenyum dan berkata "mina,nama ku adalah mina! ".


Dinding itu tertutup dan ruangan menjadi gelap. Lian tetap berjalan sampai anak tangga ke lima dan berkata" bawa aku ke tempat kakak perempuanku".


Tiba tiba muncul Cahaya biru yang menyilaukan di bawah sepatu lian yang mirip sebuah pola.


Karena cahaya yang begitu terang lian tidak bisa melihat dengan jelas.


Cahaya biru mulai menghilang, lian mulai bertanya-tanya pada dirinya sendiri dimana ia berada. Lian hanya melihat dinding dan pintu kayu berwarna putih kebiruan, ia mulai melihat ke atas setelah melihat langit-langit ruangan yang familiar.


Lian berbalik melihat kebelakang, seseorang yang ia rindukan berdiri di ujung ruangan itu.


Kakak lian yang melihat lian hampir menangis karena tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


Lian berlari untuk memeluk kakaknya sambil berkata " kak luxia aku merindukanmu".


Sambil memeluk lian, luxia bertanya " lian,ini benar-benar kamu? ".


" lian syukurlah kau memilih untuk kembali" kata luxia.


Luxia yang bahagia, langsung menyuruh para pelayan menyeduh teh dan membawa beberapa desert.


(ruang kerja luxia)


Lian dan luxia duduk dikursi yang ada di dekat meja kerja dengan meja yang dipenuhi oleh banyak desert,satu teko dan dua cangkir.


"jadi lian bagaimana kau bisa sampai disini? " tanya luxia


Lian menceritakan bagaimana ia dari ke cafe sampai bagaimana ia muncul disini.

__ADS_1


Luxia menghelan napas karena legah dan berkata " lian, lain kali jika ingin datang beritahu aku dulu. Kali ini kau beruntung karena saat kau datang, tidak ada orang di ruang kerja".


Lian mengangguk tanda ia mengerti.


"kak,bagaimana kakak bisa tahu tempat seperti itu? "


Luxia menjawab " aku hanya tidak sengaja menemukannya" dengan mata melihat kearah lain.


"oh,begitu" kata lian.


"percayalah padaku lian" kata luxia yang hampir berteriak karena takut lian curiga.


"iya,iya. Kakak tidak perlu khawatir" kata lian.


" jadi kapan kau kembali ke rumah, lian?"


Tanya luxia.


" waktu hari minggu" jawab lian.


Luxia mengerutkan keningnya dan berkata" kenapa tidak memberitahuku?"


"eh?,bukannya papa mama sudah memberi tahu kakak ?" tanya lian dengan ekspresi binggung. " tidak ada tuh. " jawab luxia.


"mungkin mereka lupa" kata lian.


"iya mungkin saja" kata luxia.


Tapi lian tidak tahu orang tuanya melakukannya dengan sengaja dan luxia menyadari hal itu.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2