
Selamat membaca
Lilian yang selalu menarik perhatian orang
-orang yang lewat baik itu di sekolah atau
pun di jalan raya pasti akan ada anak laki laki
yang meminta nomornya
Jika di hitung minimal ada 5 orang yang
meminta nomornya dalam sehari
Tapi Lilian yang terlalu baik tidak mungkin
bisa menolak atau berbohong dengan bilang
dia sudah punya pacar
Juvelian yang dulu harus menjadi perisai
Lilian yang selalu melindungi nya dari orang
-orang yang Juvelian anggap menyebalkan
Sampai suatu hari Lilian bertanya dengan
polos nya kenapa banyak orang
mengerumuninya
Juvelian yang lelah menjadi perisai Lilian
sehari hanya tersenyum dan menjawab
entahlah tapi di dalam hatinya berkata
'perkataan yang mengatakan Orang polos
dan bodoh itu beda tipis itu memang benar
di saat seperti ini'
'Benar semua kenangan itu semua masih
segar di dalam ingatan' pikirnya sambil
mengangguk kan kepalanya, melihat kedua
tangannya dan bersender pada kursi
Untuk sementara waktu sampai kak Erin
kembali, kami akan pulang bersama tapi
sekarang bertambah satu orang lagi
Tentu saja, orang yang ku maksud adalah
Mina
Dengan alasan keselamatanku, Mina akan
pulang bersama kami meskipun sebenarnya
kami akan mengantarkan nya sampai cafe
Manager cafe selama beberapa tahun ini
adalah ibu Mina
Yang sudah bekerja di cafe Caelum sejak
berusia 18 tahun, karena sudah bekerja
untuk waktu yang lama, kak Luxia
mempercayakan cafe itu kepadanya
Tapi satu hal yang aku tahu, baik ibu Mira
atau Mira mereka berdua mengetahui
tentang tangga rahasia yang terhubung
dengan ruang bawah tanah tempat
digunakan teleportasi
Dari awal memang ada yang aneh sih
Kenapa saat aku datang pertama kali, Mina
seperti sudah tahu kalau aku akan datang
ke cafe suatu hari nanti
Sebelum kembali ke masa lalu, Juvelian
memang pernah sekali datang ke cafe itu
tapi hanya untuk bertemu dengan empat
sekawan dan Lilian
Berbeda dengan di masa lalu Rudan yang
bersekolah di sekolah Miater saat kelas 11
tidak pernah menjadi salah satu lima
sekawan yang ada hanya empat sekawan
(Ian, Daniel, Jiho dan Nine)
__ADS_1
Apa lagi hubungan mereka tidak baik dari
pertama kali bertemu sampai lulus kuliah
Terutama Lilian yang sangat membenci
Rudan dekat dengan Juvelian
Setiap kali bertemu Lilian selalu memaki
Rudan tapi Rudan hanya mengabaikannya
dan terus memperhatikan Juvelian yang saat itu sudah berpacaran dengan Jiho
Memperhatikan nya dari kejauhan dan di
tempat yang tidak diketahui seperti di atas
pohon atau menyamar sebagai orang lain
bahkan pernah menyamar sebagai
perempuan
Tapi dia menjadi salah satu dari 'Sepuluh
Laki Laki Tampan Miater'
Berkat sifatnya yang baik dan selalu tersenyum pada siapa saja, dia juga di kenal di sekolah lain
Tapi menjadi anak anjing dan serigala di saat bersamaan saat di depan Juvelian
Teman sekelas mereka yang menyaksikan
nya selalu mendukung mereka
Juvelian yang tidak sekelas dengan empat
sekawan dan Lilian dari kelas 11 sampai
lulus membuatnya menjadi lebih dekat
dengan Rudan
Ingatan terakhir Juvelian tentang Rudan
hanya lah dia yang menghilang tiba -tiba
tanpa kabar selama bertahun tahun semenjak lulus kul, matanya tertunduk
dengan perasaan bersalah
Sebenarnya saat Rudan menembak Juvelian
yang menjadi Riana, hubungan mereka
menjadi meregang selama beberapa hari
Rudan yang bisa berpikir dengan cepat dalam memahami situasi di sekitarnya
Untuk pertama kalinya merasa bingung mau
Hanya diam menghadap ke jendela yang
terbuka lebar dengan mata tertunduk
melihat ke luar jendela
Tangannya di kepal menumbuk pipinya
dengan posisi duduk membelakangi
Juvelian yang duduk di sampingnya
Rambut pirangnya yang bergoyang di
hembus oleh angin dan berkilauan terkena
sinar matahari serta punggung yang
membelakangi nya masih terasa asing
Suasana canggung di antara mereka yang
sudah menjadi kebiasaan selama beberapa
hari membuat orang lain merasa tidak
nyaman, guru yang masuk juga bisa
merasakan ada yang aneh dengan kelas
mereka
Bahkan teman sekelas mereka yang selalu
menggoda dan mendukung mereka berdua
hanya diam seribu seperti seseorang yang
kehilangan harapan atau tidak ingin ikut
campur dalam masalah cinta
Tidak ingin berpapasan atau melihat wajah
Juvelian, Rudan yang memang datang lebih
cepat ke sekolah dari teman sekelas nya
karena masalah di rumahnya
Malah datang lebih cepat dari siapa pun di
kelas mereka dan lompat dari jendela saat
__ADS_1
jam pulang sekolah, beberapa anak
perempuan merasa kagum dengan Rudan
Tapi berbeda dengan Juvelian yang bisa
merasakan Rudan berusaha menghindari
nya, hanya menatap kosong dengan linglung
Tidak ada yang tahu apa yang terjadi
padanya, Rudan kembali tersenyum cerah
seperti biasanya, seperti tidak terjadi apa
apa sebelumnya
Memperlakukan Juvelian seperti biasanya,
setelah hari itu mereka hanya menjadi teman
seperti biasanya
Tapi begitu lulus kuliah, Rudan pergi tanpa
berpamitan
Seperti gedung pencakar langit yang di bangun
dengan kuat dan Kokoh
Tapi suatu hari nanti runtuh seiring bejalan nya waktu, jika tidak di perhatikan
Bencana alam yang menakutkan dan
gedung yang sudah tua di satukan
Gedung yang dulunya terlihat sangat kuat dan
kokoh runtuh begitu saja
Saat itu juga Juvelian tersadar kalau dia
tidak tahu apa apa tentang Rudan
Dari di mana dia tinggal dan siapa orang
tuanya, Juvelian tidak mengetahui apa pun
Tidak heran saat tahu Rudan adalah anak
dari teman mamanya dan putra dari pemilik
perusahaan besar, Juvelian sangat terkejut
Seakan ia melihat halaman yang koyak dari
buku
Juvelian melirik ke arah seseorang di
sebelah nya yang memegang buku dengan
kedua tangannya dan duduk dengan
menyilangkan kakinya
Tidak tahu apa isi buku yang Mina pegang
sampai hanya menatap fokus pada buku
yang di pegang dan sangat terhasut dengan
apa yang dia baca
Dia memasang wajah kagum yang bersemangat dan matanya berbinar dengan
satu tangannya di dekat bibir sambil menatap ke arah buku
Tidak berapa lama, Mina tertawa sendiri
dengan mata yang di cipitkan Juvelian yang merasa tertarik dengan buku yang di sama Mina
Diam -diam melirik ke arah isi buku tapi,
mata Mina mulai merah dan berkata kata
saat dia berkedip beberapa air mata menetes dan mengalir di wajahnya
Juvelian yang melihatnya berkata pada
dirinya sendiri 'Anak ini tidak sakit kan?'
Melihat ke sebelah lain, Alan tertidur dengan
kepala mengangguk menunjukkan betapa mengantuk nya dia
Tidak sampai beberapa detik kepalanya
terbentur kaca jendela di sampingnya
Dia langsung tersentak terbangun dan
membuka matanya lebar -lebar seperti akan
keluar
Melirik raut wajah Juvelian yang sangat
terkejut
Menyilangkan kakinya dengan dagunya di
atas tangannya yang di gepal dengan lembut
__ADS_1
yang di sandar kan di dekat kaca
~Bersambung~