Bantu Aku Merubah Takdirku

Bantu Aku Merubah Takdirku
Bab 61


__ADS_3

Selamat membaca


Lilian yang selalu menarik perhatian orang


-orang yang lewat baik itu di sekolah atau


pun di jalan raya pasti akan ada anak laki laki


yang meminta nomornya


Jika di hitung minimal ada 5 orang yang


meminta nomornya dalam sehari


Tapi Lilian yang terlalu baik tidak mungkin


bisa menolak atau berbohong dengan bilang


dia sudah punya pacar


Juvelian yang dulu harus menjadi perisai


Lilian yang selalu melindungi nya dari orang


-orang yang Juvelian anggap menyebalkan


Sampai suatu hari Lilian bertanya dengan


polos nya kenapa banyak orang


mengerumuninya


Juvelian yang lelah menjadi perisai Lilian


sehari hanya tersenyum dan menjawab


entahlah tapi di dalam hatinya berkata


'perkataan yang mengatakan Orang polos


dan bodoh itu beda tipis itu memang benar


di saat seperti ini'


'Benar semua kenangan itu semua masih


segar di dalam ingatan' pikirnya sambil


mengangguk kan kepalanya, melihat kedua


tangannya dan bersender pada kursi


Untuk sementara waktu sampai kak Erin


kembali, kami akan pulang bersama tapi


sekarang bertambah satu orang lagi


Tentu saja, orang yang ku maksud adalah


Mina


Dengan alasan keselamatanku, Mina akan


pulang bersama kami meskipun sebenarnya


kami akan mengantarkan nya sampai cafe


Manager cafe selama beberapa tahun ini


adalah ibu Mina


Yang sudah bekerja di cafe Caelum sejak


berusia 18 tahun, karena sudah bekerja


untuk waktu yang lama, kak Luxia


mempercayakan cafe itu kepadanya


Tapi satu hal yang aku tahu, baik ibu Mira


atau Mira mereka berdua mengetahui


tentang tangga rahasia yang terhubung


dengan ruang bawah tanah tempat


digunakan teleportasi


Dari awal memang ada yang aneh sih


Kenapa saat aku datang pertama kali, Mina


seperti sudah tahu kalau aku akan datang


ke cafe suatu hari nanti


Sebelum kembali ke masa lalu, Juvelian


memang pernah sekali datang ke cafe itu


tapi hanya untuk bertemu dengan empat


sekawan dan Lilian


Berbeda dengan di masa lalu Rudan yang


bersekolah di sekolah Miater saat kelas 11


tidak pernah menjadi salah satu lima


sekawan yang ada hanya empat sekawan


(Ian, Daniel, Jiho dan Nine)

__ADS_1


Apa lagi hubungan mereka tidak baik dari


pertama kali bertemu sampai lulus kuliah


Terutama Lilian yang sangat membenci


Rudan dekat dengan Juvelian


Setiap kali bertemu Lilian selalu memaki


Rudan tapi Rudan hanya mengabaikannya


dan terus memperhatikan Juvelian yang saat itu sudah berpacaran dengan Jiho


Memperhatikan nya dari kejauhan dan di


tempat yang tidak diketahui seperti di atas


pohon atau menyamar sebagai orang lain


bahkan pernah menyamar sebagai


perempuan


Tapi dia menjadi salah satu dari 'Sepuluh


Laki Laki Tampan Miater'


Berkat sifatnya yang baik dan selalu tersenyum pada siapa saja, dia juga di kenal di sekolah lain


Tapi menjadi anak anjing dan serigala di saat bersamaan saat di depan Juvelian


Teman sekelas mereka yang menyaksikan


nya selalu mendukung mereka


Juvelian yang tidak sekelas dengan empat


sekawan dan Lilian dari kelas 11 sampai


lulus membuatnya menjadi lebih dekat


dengan Rudan


Ingatan terakhir Juvelian tentang Rudan


hanya lah dia yang menghilang tiba -tiba


tanpa kabar selama bertahun tahun semenjak lulus kul, matanya tertunduk


dengan perasaan bersalah


Sebenarnya saat Rudan menembak Juvelian


yang menjadi Riana, hubungan mereka


menjadi meregang selama beberapa hari


Rudan yang bisa berpikir dengan cepat dalam memahami situasi di sekitarnya


Untuk pertama kalinya merasa bingung mau


Hanya diam menghadap ke jendela yang


terbuka lebar dengan mata tertunduk


melihat ke luar jendela


Tangannya di kepal menumbuk pipinya


dengan posisi duduk membelakangi


Juvelian yang duduk di sampingnya


Rambut pirangnya yang bergoyang di


hembus oleh angin dan berkilauan terkena


sinar matahari serta punggung yang


membelakangi nya masih terasa asing


Suasana canggung di antara mereka yang


sudah menjadi kebiasaan selama beberapa


hari membuat orang lain merasa tidak


nyaman, guru yang masuk juga bisa


merasakan ada yang aneh dengan kelas


mereka


Bahkan teman sekelas mereka yang selalu


menggoda dan mendukung mereka berdua


hanya diam seribu seperti seseorang yang


kehilangan harapan atau tidak ingin ikut


campur dalam masalah cinta


Tidak ingin berpapasan atau melihat wajah


Juvelian, Rudan yang memang datang lebih


cepat ke sekolah dari teman sekelas nya


karena masalah di rumahnya


Malah datang lebih cepat dari siapa pun di


kelas mereka dan lompat dari jendela saat

__ADS_1


jam pulang sekolah, beberapa anak


perempuan merasa kagum dengan Rudan


Tapi berbeda dengan Juvelian yang bisa


merasakan Rudan berusaha menghindari


nya, hanya menatap kosong dengan linglung


Tidak ada yang tahu apa yang terjadi


padanya, Rudan kembali tersenyum cerah


seperti biasanya, seperti tidak terjadi apa


apa sebelumnya


Memperlakukan Juvelian seperti biasanya,


setelah hari itu mereka hanya menjadi teman


seperti biasanya


Tapi begitu lulus kuliah, Rudan pergi tanpa


berpamitan


Seperti gedung pencakar langit yang di bangun


dengan kuat dan Kokoh


Tapi suatu hari nanti runtuh seiring bejalan nya waktu, jika tidak di perhatikan


Bencana alam yang menakutkan dan


gedung yang sudah tua di satukan


Gedung yang dulunya terlihat sangat kuat dan


kokoh runtuh begitu saja


Saat itu juga Juvelian tersadar kalau dia


tidak tahu apa apa tentang Rudan


Dari di mana dia tinggal dan siapa orang


tuanya, Juvelian tidak mengetahui apa pun


Tidak heran saat tahu Rudan adalah anak


dari teman mamanya dan putra dari pemilik


perusahaan besar, Juvelian sangat terkejut


Seakan ia melihat halaman yang koyak dari


buku


Juvelian melirik ke arah seseorang di


sebelah nya yang memegang buku dengan


kedua tangannya dan duduk dengan


menyilangkan kakinya


Tidak tahu apa isi buku yang Mina pegang


sampai hanya menatap fokus pada buku


yang di pegang dan sangat terhasut dengan


apa yang dia baca


Dia memasang wajah kagum yang bersemangat dan matanya berbinar dengan


satu tangannya di dekat bibir sambil menatap ke arah buku


Tidak berapa lama, Mina tertawa sendiri


dengan mata yang di cipitkan Juvelian yang merasa tertarik dengan buku yang di sama Mina


Diam -diam melirik ke arah isi buku tapi,


mata Mina mulai merah dan berkata kata


saat dia berkedip beberapa air mata menetes dan mengalir di wajahnya


Juvelian yang melihatnya berkata pada


dirinya sendiri 'Anak ini tidak sakit kan?'


Melihat ke sebelah lain, Alan tertidur dengan


kepala mengangguk menunjukkan betapa mengantuk nya dia


Tidak sampai beberapa detik kepalanya


terbentur kaca jendela di sampingnya


Dia langsung tersentak terbangun dan


membuka matanya lebar -lebar seperti akan


keluar


Melirik raut wajah Juvelian yang sangat


terkejut


Menyilangkan kakinya dengan dagunya di


atas tangannya yang di gepal dengan lembut

__ADS_1


yang di sandar kan di dekat kaca


~Bersambung~


__ADS_2