
Selamat Membaca
Jangan lupa like dan koment
Memukul kedua tangannya di atas meja dan
bangkit dari bangku sambil melipat bibirnya
karena terlalu senang dan berteriak keras "Benar, itu sebuah helikopter"
Teriak kan nya membuat Mina terkejut
dengan tindakannya yang mendadak
Melihat ke belakang sambil menunjuk ke
langit, Juvelian berkata dengan bersemangat
dan tersenyum ceria "Mina, lihat di sana"
Meletakkan satu tangannya di alis sambil
menatap langit mencari apa yang Juvelian
katakan "Dimana...?" gumamnya
Tanpa di sadari dia mengerut kan keningnya,
suara helikopter itu terdengar semakin keras
dan terlihat semakin membesar di langit
"Ah, anda benar nona"
Suaranya terus bertambah dengan angin
yang berhembus mengitari nya dan
helikopter yang sudah benar benar terlihat
sangat jelas tanpa tertutup awan
Helikopter itu berdiri di atas helipad, angin
menerbangkan rambut mereka dengan Mina
yang menekuk kan kakinya dan
Mempertahankan posisi nya seakan akan dia telah mengerahkan seluruh kekuatan kaki
nya
Sambil memegang payung sekuat
tenaga yang ingin terbang terhempas angin
Sedangkan Juvelian menghalangi angin dan
debu yang masuk ke mata dengan lengan
Sama seperti Mina,dia juga terus mempertahankan posisi nya beruntung
mereka ada senam hari ini di sekolah jadi
tidak memakai rok
Baling baling helikopter itu mulai berhenti berputar tapi seseorang dari
dalam sudah keluar lebih dulu sebelum
baling baling itu berhenti sepenuhnya tap tap tap
Suara sepatu heels pendek dari kulit
hewan dengan warna hitam terdengar dari
orang yang baru saja keluar
Dia memakai crop baju atasan berwarna hitam dan celana jeans pendek
Matanya berwarna ungu cerah terlihat sangat dingin seolah olah ada badai salju di dalamnya dengan bulu mata yang panjang, tumbuh sangat rapi
__ADS_1
Rambutnya yang berwarna coklat kehitaman
dengan tercampur beberapa helai rambut
berwarna biru tua yang di biar kan
tergerai
Beracak acakan terkena angin tapi masih terlihat indah di bawah sinar matahari dengan santai nya dia menyibakkan rambutnya ke belakang telinga dengan tangan kirinya
karena menghalangi pandangan mata nya dengan mata nya yang tertunduk, perlahan lahan terangkat
melihat ke depan,dia terus berjalan ke arah
JuvelianSosoknya terlihat lebih tinggi kira kira 5 cm lebih tinggi dari Juvelian
Karena sinar matahari di belakang nya dan aura
tenang seperti air di dasar laut dan misterius
dan elegan
Dia sekilas terlihat dewi matahari baru saja turun dari langitWajahnya tidak terlihat dengan jelas karena silau tapi
Juvelian tahu orang itu terus menerus
tersenyum hangat kepada nya
Senyuman dari seseorang yang terasa akrab dan juga sangat ia rindu kan sekarang ada di depan nya
Tanpa ragu ragu Juvelian berlari ke arah
nya saat wajah orang itu terlihat jelas di
depan nya
Juvelian mengulurkan tangan nya dan menggapai leher sambil memeluk orang itu sambil melingkar kan kedua tangan nya di leher orang itu
Pupil mata Luxia melebar karena terkejut tapi dia membalas dengan memeluk
Juvelian dengan erat menunjukkan betapa
JuvelianBerbisik dengan suara sangat kecil dan nada hangat "Kakak, aku sangat merindukan mu
"Sekali lagi mata Luxia terbuka lebar untuk sesat dan kembali normal sambil tersenyum hangat dia bertanya "Kau menunggu aku dari tadi?"
Juvelian merespons dengan tertawa kecil
dari arah belakang mereka, seorang pria
turun dari helikopter sambil mengerutu
dengan nada kesal
Sambil mengacak rambut hitam sedikit warna pirang pada bagian bawah rambut nya "Bisa bisa nya dia keluar dari helikopter sebelum di matikan lebih dulu"
Dia juga menambah kan" Ku pikir telinga
ku akan meleleh sakin panas nya" tapi Luxia
tidak merespons sama sekali
Tidak puas dengan itu pria itu berkata dengan nada menyindir dan memuji di saat bersamaan
sambil bertepuk tangan me"Gi, gila... Si Ratu
Es benar benar dekat sama adik nya..."
Seorang wanita berambut pirang dengan
mata hijau cerah yang sama dengan Lilian
Tapi wajah tertutup oleh bayangan dari topi
besar yang ia kenakan
Dia menyusul pria itu dari belakang, dia membuka bibir nya dan berkata sambil menahan tawa"Pftt, Tenang lah telinga mu masih..."
Tapi sebelum dia menyelesaikan perkataannya Luxia berbalik sambil menggendong Juvelian
dengan tangannya dalam posisi menggendong tuan putri dan hanya sedikit ekspresi dingin di mata dan wajahnya sambil tersenyum tipis
__ADS_1
Mulut pria itu dan wanita di sebelahnya seperti jatuh ke lantai dengan kedua mata nya yang keluar karena terlalu kaget "Siapa orang yang menggunakan wajah teman kita yang dingin itu?"Tanya pria itu
Pada wanita itu yang hanya tertawa sambil
menggeleng kan kepalanya menyadari hal itu
Luxia kembali seperti biasa
"Hei, pilih lah salah satu memuji atau menyindir" kata Luxia dengan nada dan ekspresi dingin dan tatapan sinis
"Oh, itu baru teman kita" kata pria itu dengan suara lega"Kau..."Wajah kesal Luxia terlihat dengan jelas 'Dia memang tidak takut mati' pikir Juvelian yang tercengang
Melihat untuk pertama kali nya ada
Pria itu berjalan ke arah mereka dan
mencondong kan tubuhnya menatap wajah
Juvelian"Jadi kau ya, anak itu?"
"Satu meter"
kata Luxia dengan nada mengancam"Ya?"
Setelah pertanyaan itu di ucapkan sebuah
selendang jatuh tepat menutupi wajahnya
Tidak tahu dari mana selendang itu datang
tapi di susul dengan suara dingin seseorang
"Lucas, Kakakku bilang menjauh lah dari si
bungsu kami sebanyak satu meter jika tidak
ingin kau di temukan mati besok"
Kata Allen yang berjalan sambil memasukkan kedua tangan nya ke dalam kantong celana dan
menguap
'Wah ini pertama kalinya akuvmendengar kak Allen memanggil kak Luxia dengan sebutan 'Kakak' harusnya tadi merekamnya'
Saat tidak sengaja melakukan kontak mata dengan Allen, Juvelian segera berteriak memanggil Kakaknya sambil melambaikan tangannya dengan suasana hati dan senyum bahagia
(Lucas, kakak laki- laki Rudan, namanya pernah muncul di surat yang di baca ayah Rudan di bab 36)
Dia menatap wajah Allen dan Luxia berganti
beberapa kali dengan heran dan menata
kembali pikirannya yang kacau
Wanita di sebelah nya yang sudah keluar dari pikiran nya mengajukan pertanyaan "Tunggu
dulu, itu darinya kalian berdua kakak adik
yang tumbuh bersama sejak lahir?"
"Tidak heran mereka berdua sangat mirip"
"Kami tidak m.i.r.i.p" jawab mereka berdua
dengan percaya diri sambil menunjuk wajah
satu sama lain
Mereka tidak bilang bukan kakak adik tapi tidak mirip yang membukti kan mereka memang kakak adik
Itu lah yang mereka berdua (Lucas dan wanita
berambut pirang) pikir kan saat melihat reaksi
mereka tapi tidak seperti yang di lihat
Allen dan Luxia tiba tiba membeku tidak
bergerak
~Bersambung~
__ADS_1