Bantu Aku Merubah Takdirku

Bantu Aku Merubah Takdirku
Bab 68


__ADS_3

Selamat Membaca


Jangan lupa like dan koment


Memukul kedua tangannya di atas meja dan


bangkit dari bangku sambil melipat bibirnya


karena terlalu senang dan berteriak keras "Benar, itu sebuah helikopter"


Teriak kan nya membuat Mina terkejut


dengan tindakannya yang mendadak


Melihat ke belakang sambil menunjuk ke


langit, Juvelian berkata dengan bersemangat


dan tersenyum ceria "Mina, lihat di sana"


Meletakkan satu tangannya di alis sambil


menatap langit mencari apa yang Juvelian


katakan "Dimana...?" gumamnya


Tanpa di sadari dia mengerut kan keningnya,


suara helikopter itu terdengar semakin keras


dan terlihat semakin membesar di langit


"Ah, anda benar nona"


Suaranya terus bertambah dengan angin


yang berhembus mengitari nya dan


helikopter yang sudah benar benar terlihat


sangat jelas tanpa tertutup awan


Helikopter itu berdiri di atas helipad, angin


menerbangkan rambut mereka dengan Mina


yang menekuk kan kakinya dan


Mempertahankan posisi nya seakan akan dia telah mengerahkan seluruh kekuatan kaki


nya


Sambil memegang payung sekuat


tenaga yang ingin terbang terhempas angin


Sedangkan Juvelian menghalangi angin dan


debu yang masuk ke mata dengan lengan


Sama seperti Mina,dia juga terus mempertahankan posisi nya beruntung


mereka ada senam hari ini di sekolah jadi


tidak memakai rok


Baling baling helikopter itu mulai berhenti berputar tapi seseorang dari


dalam sudah keluar lebih dulu sebelum


baling baling itu berhenti sepenuhnya tap tap tap


Suara sepatu heels pendek dari kulit


hewan dengan warna hitam terdengar dari


orang yang baru saja keluar


Dia memakai crop baju atasan berwarna hitam dan celana jeans pendek


Matanya berwarna ungu cerah terlihat sangat dingin seolah olah ada badai salju di dalamnya dengan bulu mata yang panjang, tumbuh sangat rapi

__ADS_1


Rambutnya yang berwarna coklat kehitaman


dengan tercampur beberapa helai rambut


berwarna biru tua yang di biar kan


tergerai


Beracak acakan terkena angin tapi masih terlihat indah di bawah sinar matahari dengan santai nya dia menyibakkan rambutnya ke belakang telinga dengan tangan kirinya


karena menghalangi pandangan mata nya dengan mata nya yang tertunduk, perlahan lahan terangkat


melihat ke depan,dia terus berjalan ke arah


JuvelianSosoknya terlihat lebih tinggi kira kira 5 cm lebih tinggi dari Juvelian


Karena sinar matahari di belakang nya dan aura


tenang seperti air di dasar laut dan misterius


dan elegan


Dia sekilas terlihat dewi matahari baru saja turun dari langitWajahnya tidak terlihat dengan jelas karena silau tapi


Juvelian tahu orang itu terus menerus


tersenyum hangat kepada nya


Senyuman dari seseorang yang terasa akrab dan juga sangat ia rindu kan sekarang ada di depan nya


Tanpa ragu ragu Juvelian berlari ke arah


nya saat wajah orang itu terlihat jelas di


depan nya


Juvelian mengulurkan tangan nya dan menggapai leher sambil memeluk orang itu sambil melingkar kan kedua tangan nya di leher orang itu


Pupil mata Luxia melebar karena terkejut tapi dia membalas dengan memeluk


Juvelian dengan erat menunjukkan betapa


JuvelianBerbisik dengan suara sangat kecil dan nada hangat "Kakak, aku sangat merindukan mu


"Sekali lagi mata Luxia terbuka lebar untuk sesat dan kembali normal sambil tersenyum hangat dia bertanya "Kau menunggu aku dari tadi?"


Juvelian merespons dengan tertawa kecil


dari arah belakang mereka, seorang pria


turun dari helikopter sambil mengerutu


dengan nada kesal


Sambil mengacak rambut hitam sedikit warna pirang pada bagian bawah rambut nya "Bisa bisa nya dia keluar dari helikopter sebelum di matikan lebih dulu"


Dia juga menambah kan" Ku pikir telinga


ku akan meleleh sakin panas nya" tapi Luxia


tidak merespons sama sekali


Tidak puas dengan itu pria itu berkata dengan nada menyindir dan memuji di saat bersamaan


sambil bertepuk tangan me"Gi, gila... Si Ratu


Es benar benar dekat sama adik nya..."


Seorang wanita berambut pirang dengan


mata hijau cerah yang sama dengan Lilian


Tapi wajah tertutup oleh bayangan dari topi


besar yang ia kenakan


Dia menyusul pria itu dari belakang, dia membuka bibir nya dan berkata sambil menahan tawa"Pftt, Tenang lah telinga mu masih..."


Tapi sebelum dia menyelesaikan perkataannya Luxia berbalik sambil menggendong Juvelian


dengan tangannya dalam posisi menggendong tuan putri dan hanya sedikit ekspresi dingin di mata dan wajahnya sambil tersenyum tipis

__ADS_1


Mulut pria itu dan wanita di sebelahnya seperti jatuh ke lantai dengan kedua mata nya yang keluar karena terlalu kaget "Siapa orang yang menggunakan wajah teman kita yang dingin itu?"Tanya pria itu


Pada wanita itu yang hanya tertawa sambil


menggeleng kan kepalanya menyadari hal itu


Luxia kembali seperti biasa


"Hei, pilih lah salah satu memuji atau menyindir" kata Luxia dengan nada dan ekspresi dingin dan tatapan sinis


"Oh, itu baru teman kita" kata pria itu dengan suara lega"Kau..."Wajah kesal Luxia terlihat dengan jelas 'Dia memang tidak takut mati' pikir Juvelian yang tercengang


Melihat untuk pertama kali nya ada


Pria itu berjalan ke arah mereka dan


mencondong kan tubuhnya menatap wajah


Juvelian"Jadi kau ya, anak itu?"


"Satu meter"


kata Luxia dengan nada mengancam"Ya?"


Setelah pertanyaan itu di ucapkan sebuah


selendang jatuh tepat menutupi wajahnya


Tidak tahu dari mana selendang itu datang


tapi di susul dengan suara dingin seseorang


"Lucas, Kakakku bilang menjauh lah dari si


bungsu kami sebanyak satu meter jika tidak


ingin kau di temukan mati besok"


Kata Allen yang berjalan sambil memasukkan kedua tangan nya ke dalam kantong celana dan


menguap


'Wah ini pertama kalinya akuvmendengar kak Allen memanggil kak Luxia dengan sebutan 'Kakak' harusnya tadi merekamnya'


Saat tidak sengaja melakukan kontak mata dengan Allen, Juvelian segera berteriak memanggil Kakaknya sambil melambaikan tangannya dengan suasana hati dan senyum bahagia


(Lucas, kakak laki- laki Rudan, namanya pernah muncul di surat yang di baca ayah Rudan di bab 36)


Dia menatap wajah Allen dan Luxia berganti


beberapa kali dengan heran dan menata


kembali pikirannya yang kacau


Wanita di sebelah nya yang sudah keluar dari pikiran nya mengajukan pertanyaan "Tunggu


dulu, itu darinya kalian berdua kakak adik


yang tumbuh bersama sejak lahir?"


"Tidak heran mereka berdua sangat mirip"


"Kami tidak m.i.r.i.p" jawab mereka berdua


dengan percaya diri sambil menunjuk wajah


satu sama lain


Mereka tidak bilang bukan kakak adik tapi tidak mirip yang membukti kan mereka memang kakak adik


Itu lah yang mereka berdua (Lucas dan wanita


berambut pirang) pikir kan saat melihat reaksi


mereka tapi tidak seperti yang di lihat


Allen dan Luxia tiba tiba membeku tidak


bergerak


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2