
Selamat Membaca
Jangan lupa like dan komen
Wanita di sebelah nya yang sudah keluar dari pikiran nya mengajukan pertanyaan "Tunggu
dulu, itu darinya kalian berdua kakak adik
yang tumbuh bersama sejak lahir?"
"Tidak heran mereka berdua sangat mirip"
"Kami tidak m.i.r.i.p" jawab mereka berdua
dengan percaya diri sambil menunjuk wajah
satu sama lain
Mereka tidak bilang bukan kakak adik tapi tidak mirip yang membukti kan mereka memang kakak adik
Tapi tidak ada yang tahu apakah mereka saudara kandung atau bukan
Itu lah yang mereka berdua (Lucas dan wanita
berambut pirang) pikir kan saat melihat reaksi
mereka tapi tidak seperti yang di lihat
Allen dan Luxia tiba tiba membeku tidak
bergerak
Keheningan terjadi di sekeliling mereka dan pria yang bernama Lucas menghancurkan keheningan sambil menepuk bahu wanita itu yang lebih pendek dari nya
"Lihat mereka berdua sangat mirip di saat seperti ini, mereka berdua memang saudara kandung yang unik"
Allen dan Luxia saling berkontak mata dan
bersama sama menundukkan tatapan
mereka sambil menjawab
"Kami memang kakak adik tapi bukan saudara kandung" kata mereka dengan tatapan sinis yang membuat orang lain terdiam
Seperti baru saja mengali rahasia orang lain, mereka menjadi panik dan bertanya tanya sebenarnya apa yang terjadi
'Ekspresi itu aku sudah menduga nya' kata
Juvelian dalam hatinya sambil tersenyum
pahit
'Waktu pertama kali tahu kak Luxia dan aku tidak punya hubungan darah dan juga bukan anak kandung papa mama'
'Aku sangat terkejut sampai kehilangan kata
kata tapi satu hal yang selalu mengganggu
pikiran ku adalah siapa orang tua kandung
kak Luxia?'
'Dan bagaimana kakak bisa menjadi anak angkat papa mama, karena semuanya terjadi sebelum aku lahir
'Aku tidak mengetahui apa pun tapi di sisi lain aku tidak bisa bertanya pada kak Luxia karena mungkin saja itu akan menjadi luka baru bagi nya'
Mengangkat kepalanya melihat ke depan,
Lucas dan wanita itu memasang ekspresi
bersalah
Melompat turun dari gendongan Luxia, Juvelian berlari ke arah mereka dan sedikit mencondongkan badannya ke depan
__ADS_1
sambil kedua tangannya di belakang
"Jadi kalian berdua ini teman nya kak Allen
atau kak Luxia?"
Lucas yang dengan percaya diri menjawab sambil meletakkan satu tangannya di dada
"Oh, halo nona muda yang manis, ini pertama kali kita bertemu kan? kami ini adalah SAHABAT BAIK nya"
"Orang asing" kata Luxia dengan ketus yang entah dari kapan berdiri di belakang Juvelian
sambil melipat kedua tangannya
Seakan akan pertemanan mereka selama ini bukanlah apa apa, mulut wanita itu terbuka sakin kaget nya dan hanya melihat Luxia menarik Juvelian ke arahnya Luxia menambah kan dengan tegas
"Karena mereka orang asing, jadi jangan di
ajak bicara terutama pria ANEH itu jangan
dekat nya"
Tanpa suara Lucas berteriak yang mengatakan 'Argh! Siapa yang kau baru saja sebut aneh? Dasar ratu es tanpa perasaan'
Sambil menunjuk Luxia dan wanita di
sebelahnya menahan tangannya sekuat
tenaga
Mendengus beberapa kali, dia mengacak acak rambutnya sambil bergumam dengan nada kesal"wah, mereka memang kakak adik"
Meskipun tidak berbalik atau melihat ke belakang tapi dia bisa aura membunuh dan gelap dari kedua kakaknya yang sangat sensitif dengan kata 'kakak adik'
Setelah beberapa kali mendengar Lucas
yang terus berbicara tanpa henti dan selalu
mencari gara gara
Juvelian memutar matanya, melirik belakang
dan wanita di depannya yang tiba tiba
tersenyum saat berkontak mata dia juga
membalas dengan tersenyum tipis sambil
berpikir dan membayangkan dirinya meletak-
kan tangan di kening'
Pasti mereka berdua, kak Allen kau memang punya teman yang unik'
Di antara hawa dingin yang hampir membunuh Lucas seseorang datang seperti penyelamat pemotong perang dingin mereka
dengan sopan
"Oh, anda sudah sampai nona" kata kepala pelayan yang berdiri di depan pintu besi yang terbuka kemudian berjalan sambil memberi salam dan tersenyum sopan
Berbalik dengan ekspresi acuh tak acuh
Luxia hanya mengangguk sampai perkataan
kepala pelayan yang menembus telinganya
"Hoho,Ternyata nona datang bersama dengan teman teman anda ya"
Dengan wajah dan nada kesal Luxia membalas sambil menunjuk ke belakang"Sudah berapa kali aku bilang mereka bukan temanku'
'Apa sebelumnya mereka pernah datang kenari?' pertanyaan itu berputar di kepalanya yang tidak sampai beberapa detik langsung hilang
Dengan senyuman hangat kepala pelayan itu
__ADS_1
berkata pada Lucas dan wanita itu "Saya
sudah menyiapkan kamar tamu untuk anda
berdua selama menginap di sini, jika ada
kekurangan silakan beri tahu saya"
prok prok prok, Juvelian bertepuk tangan di
kepalanya, merasa takjub dengan kepala pelayan yang bisa dengan tenangnya menghadapi kakaknya yang sedang kesal
Luxia berjalan ke arah kepala pelayan itu dan
membisik kan sesuatu di telinganya sambil
melirik Mina dan Juvelian secara bergantian
yang membuat tanya tanda di kepala mereka
Kepala pelayanitu
kemudian menganggukkankepalanya menandakan dia mengerti apa yang
Luxia katakan
Tapi tidak lama Luxia mulai merasa bosan dengan suasana di sekitarnya Luxia berkata "Lian, ayo kita masuk"
Tapi Allen memberhenti kan nya dengan memegang bahu Juvelian "Lian, dengar kan perkataan kakakmu ini, semua laki laki itu adalah tangasetan atau iblis yang memakai topeng"
Ha? Tatapannya menjadi kosong 'Tapi kakak kan juga laki laki' meskipun dia berpikir begitu tapi dia mengiyakan nya
Tidak hanya Allen tapi Luxia juga memasang ekspresi puas dengan tersenyum hangat Sebelum berjalan sambil memegang pergelangan tangan Juvelian, Allen dan Luxia saling mengangguk seperti sedang memberi isyarat tertentu
Saat hendak melewati Mina, Luxia melirik
Mina sebentar dan kembali melihat ke depan
dengan acuh tak acuh dia berkata "Kau juga"
"Baik" Mina mengikuti mereka dari belakang
dan menuruni anak tangga, Lucas hendak
menyusul tapi di halangi oleh Allen dengan
tangannya
"Apa?"
"Perempuan harus berjalan lebih dulu"
Erin segera berjalan menuruni anak tangga setelah Allen, Lucas ikut menyusul tapi tiba tiba tangan Allen mendorong wajahnya untuk menjauh
"Argh! Apa lagi sekarang? berjalan dengan
tangan atau lompat dari sini?"
"Satu meter"
Hah? Lucas yang tidak tahan lagi
berteriak seperti kucing yang terkena air
"Astaga.Apa kau tidak bisa lihat melihat
mereka sudah sampai di bawah, jarak kami
sudah sangat jauh tahu"
"Maksudnya menjauh lah satu meter dari ku
sesama pria juga tidak boleh dekat dekat"
__ADS_1
Lucas tercengang mendengar beberapa perkataan yang paling konyol tidak sampai satu jam
~Bersambung~