Bantu Aku Merubah Takdirku

Bantu Aku Merubah Takdirku
Bab 69


__ADS_3

Selamat Membaca


Jangan lupa like dan komen


Wanita di sebelah nya yang sudah keluar dari pikiran nya mengajukan pertanyaan "Tunggu


dulu, itu darinya kalian berdua kakak adik


yang tumbuh bersama sejak lahir?"


"Tidak heran mereka berdua sangat mirip"


"Kami tidak m.i.r.i.p" jawab mereka berdua


dengan percaya diri sambil menunjuk wajah


satu sama lain


Mereka tidak bilang bukan kakak adik tapi tidak mirip yang membukti kan mereka memang kakak adik


Tapi tidak ada yang tahu apakah mereka saudara kandung atau bukan


Itu lah yang mereka berdua (Lucas dan wanita


berambut pirang) pikir kan saat melihat reaksi


mereka tapi tidak seperti yang di lihat


Allen dan Luxia tiba tiba membeku tidak


bergerak


Keheningan terjadi di sekeliling mereka dan pria yang bernama Lucas menghancurkan keheningan sambil menepuk bahu wanita itu yang lebih pendek dari nya


"Lihat mereka berdua sangat mirip di saat seperti ini, mereka berdua memang saudara kandung yang unik"


Allen dan Luxia saling berkontak mata dan


bersama sama menundukkan tatapan


mereka sambil menjawab


"Kami memang kakak adik tapi bukan saudara kandung" kata mereka dengan tatapan sinis yang membuat orang lain terdiam


Seperti baru saja mengali rahasia orang lain, mereka menjadi panik dan bertanya tanya sebenarnya apa yang terjadi


'Ekspresi itu aku sudah menduga nya' kata


Juvelian dalam hatinya sambil tersenyum


pahit


'Waktu pertama kali tahu kak Luxia dan aku tidak punya hubungan darah dan juga bukan anak kandung papa mama'


'Aku sangat terkejut sampai kehilangan kata


kata tapi satu hal yang selalu mengganggu


pikiran ku adalah siapa orang tua kandung


kak Luxia?'


'Dan bagaimana kakak bisa menjadi anak angkat papa mama, karena semuanya terjadi sebelum aku lahir


'Aku tidak mengetahui apa pun tapi di sisi lain aku tidak bisa bertanya pada kak Luxia karena mungkin saja itu akan menjadi luka baru bagi nya'


Mengangkat kepalanya melihat ke depan,


Lucas dan wanita itu memasang ekspresi


bersalah


Melompat turun dari gendongan Luxia, Juvelian berlari ke arah mereka dan sedikit mencondongkan badannya ke depan

__ADS_1


sambil kedua tangannya di belakang


"Jadi kalian berdua ini teman nya kak Allen


atau kak Luxia?"


Lucas yang dengan percaya diri menjawab sambil meletakkan satu tangannya di dada


"Oh, halo nona muda yang manis, ini pertama kali kita bertemu kan? kami ini adalah SAHABAT BAIK nya"


"Orang asing" kata Luxia dengan ketus yang entah dari kapan berdiri di belakang Juvelian


sambil melipat kedua tangannya


Seakan akan pertemanan mereka selama ini bukanlah apa apa, mulut wanita itu terbuka sakin kaget nya dan hanya melihat Luxia menarik Juvelian ke arahnya Luxia menambah kan dengan tegas


"Karena mereka orang asing, jadi jangan di


ajak bicara terutama pria ANEH itu jangan


dekat nya"


Tanpa suara Lucas berteriak yang mengatakan 'Argh! Siapa yang kau baru saja sebut aneh? Dasar ratu es tanpa perasaan'


Sambil menunjuk Luxia dan wanita di


sebelahnya menahan tangannya sekuat


tenaga


Mendengus beberapa kali, dia mengacak acak rambutnya sambil bergumam dengan nada kesal"wah, mereka memang kakak adik"


Meskipun tidak berbalik atau melihat ke belakang tapi dia bisa aura membunuh dan gelap dari kedua kakaknya yang sangat sensitif dengan kata 'kakak adik'


Setelah beberapa kali mendengar Lucas


yang terus berbicara tanpa henti dan selalu


mencari gara gara


Juvelian memutar matanya, melirik belakang


dan wanita di depannya yang tiba tiba


tersenyum saat berkontak mata dia juga


membalas dengan tersenyum tipis sambil


berpikir dan membayangkan dirinya meletak-


kan tangan di kening'


Pasti mereka berdua, kak Allen kau memang punya teman yang unik'


Di antara hawa dingin yang hampir membunuh Lucas seseorang datang seperti penyelamat pemotong perang dingin mereka


dengan sopan


"Oh, anda sudah sampai nona" kata kepala pelayan yang berdiri di depan pintu besi yang terbuka kemudian berjalan sambil memberi salam dan tersenyum sopan


Berbalik dengan ekspresi acuh tak acuh


Luxia hanya mengangguk sampai perkataan


kepala pelayan yang menembus telinganya


"Hoho,Ternyata nona datang bersama dengan teman teman anda ya"


Dengan wajah dan nada kesal Luxia membalas sambil menunjuk ke belakang"Sudah berapa kali aku bilang mereka bukan temanku'


'Apa sebelumnya mereka pernah datang kenari?' pertanyaan itu berputar di kepalanya yang tidak sampai beberapa detik langsung hilang


Dengan senyuman hangat kepala pelayan itu

__ADS_1


berkata pada Lucas dan wanita itu "Saya


sudah menyiapkan kamar tamu untuk anda


berdua selama menginap di sini, jika ada


kekurangan silakan beri tahu saya"


prok prok prok, Juvelian bertepuk tangan di


kepalanya, merasa takjub dengan kepala pelayan yang bisa dengan tenangnya menghadapi kakaknya yang sedang kesal


Luxia berjalan ke arah kepala pelayan itu dan


membisik kan sesuatu di telinganya sambil


melirik Mina dan Juvelian secara bergantian


yang membuat tanya tanda di kepala mereka


Kepala pelayanitu


kemudian menganggukkankepalanya menandakan dia mengerti apa yang


Luxia katakan


Tapi tidak lama Luxia mulai merasa bosan dengan suasana di sekitarnya Luxia berkata "Lian, ayo kita masuk"


Tapi Allen memberhenti kan nya dengan memegang bahu Juvelian "Lian, dengar kan perkataan kakakmu ini, semua laki laki itu adalah tangasetan atau iblis yang memakai topeng"


Ha? Tatapannya menjadi kosong 'Tapi kakak kan juga laki laki' meskipun dia berpikir begitu tapi dia mengiyakan nya


Tidak hanya Allen tapi Luxia juga memasang ekspresi puas dengan tersenyum hangat Sebelum berjalan sambil memegang pergelangan tangan Juvelian, Allen dan Luxia saling mengangguk seperti sedang memberi isyarat tertentu


Saat hendak melewati Mina, Luxia melirik


Mina sebentar dan kembali melihat ke depan


dengan acuh tak acuh dia berkata "Kau juga"


"Baik" Mina mengikuti mereka dari belakang


dan menuruni anak tangga, Lucas hendak


menyusul tapi di halangi oleh Allen dengan


tangannya


"Apa?"


"Perempuan harus berjalan lebih dulu"


Erin segera berjalan menuruni anak tangga setelah Allen, Lucas ikut menyusul tapi tiba tiba tangan Allen mendorong wajahnya untuk menjauh


"Argh! Apa lagi sekarang? berjalan dengan


tangan atau lompat dari sini?"


"Satu meter"


Hah? Lucas yang tidak tahan lagi


berteriak seperti kucing yang terkena air


"Astaga.Apa kau tidak bisa lihat melihat


mereka sudah sampai di bawah, jarak kami


sudah sangat jauh tahu"


"Maksudnya menjauh lah satu meter dari ku


sesama pria juga tidak boleh dekat dekat"

__ADS_1


Lucas tercengang mendengar beberapa perkataan yang paling konyol tidak sampai satu jam


~Bersambung~


__ADS_2