Bantu Aku Merubah Takdirku

Bantu Aku Merubah Takdirku
Bab 126


__ADS_3

Setelah berbicara dengan ayahnya, Mina sempat tersenyum- senyum sendiri dengan suara senandung


'Juvelian, maklumin aja dia lagi bahagia banget. Jangan pikir yang macam- macam dia masih waras kok'


Juvelian mulai berpikir yang aneh saat melihat Mina tersenyum sendiri, terkikik bahkan tertawa terbahak (Tertawa, teringat adegan lucu di novel), tapi menangis masih di anggap (Sambil pegang buku jadi di pikir karena ceritanya sedih)


Karena bergegas mencari Mina, Juvelian melewatkan makan, tadi dia pikir selesai mengumpulkan energi dia akan makan dengan keluarganya tapi kabar dari Joni membuatnya kaget


Dia tidak bisa membawa Mina pulang dengan teleportasi karena di lihat dari kondisi Mina yang tadi terkapar kekenyangan minum air, yang ada dia akan muntahkan semua air di perut begitu sampai rumah


Juvelian mengulurkan tangannya sambil berkata "Ayo hirup udara segar"


Dengan tersenyum Mina menjawab "Ayo"


Dia mengajak Mina berjalan kaki ke taman kota dan mengambil satu putaran, sekalian mencerna air yang diminum tadi, Baru sampai di taman Mina sudah kelelahan mereka lalu memutuskan untuk duduk sebentar


Mengangkat kepalanya Juvelian menghirup udara dalam- dalam lalu membuangnya pikirannya terasa jernih.


Dia menatap langit gelap yang di taburi ratusan sampai ribuan bintang


"Terkadang saat melihat langit malam, aku merasa berada di dunia lain dengan perasaan yang tidak bisa mengerti"


Mina yang menoleh dengan bingung, bertanya "Maksudnya?"


"Kau tahu? Rasanya seperti perasaan rindu pada sesuatu tapi kita tidak bisa mengingatnya. Tapi meski tidak bisa mengingatnya aku bahagia" katanya sambil tersenyum tipis di akhir


Mina hanya diam dengan kata- kata yang di ucapkan Juvelian tapi dia sedikit mengerti.


Di taman yang ramai orang dan suara berisik dari sekitar, keheningan terjadi pada mereka


Mina yang ikut melihat ke atas memulai percakapan "Karena berada di sini aku jadi teringat masa lalu. Saat kecil aku dan keluargaku sering piknik ke sini, kalau menutup mata aku merasa kembali ke ingatan hari itu"


Tanpa ragu Mina bercerita "Joni, Jake dan orang tua mereka kadang juga ikut.


Joni dari kecil lambat jadi selalu tertinggal di belakang"


"Oh"


'Kenapa rasa ada yang aku lupakan, ya?' pikir Juvelian lalu dia tersentak ketika nama Joni di sebut lagi


'Joni pasti mulai gelisah' bukan gelisah biasa tapi Joni sudah panik sampai bergumam yang tidak- tidak menunggu kabar dari Juvelian


Biar Mina tidak menyadari ada yang aneh di mengetik tanpa melihat hanya mengandalkan perasaannya

__ADS_1


[Alu sudah menrmuksn Mina]


[Kami sedamg afa di taman kota dwkat srkolah]


[Cepat datamg srbelum kami pindah trmpat lagi]


"Lalu kami sering berlari ke sana sini begitu sampai dan walau panas kami tidak akan berhenti sampai ibu mencari kami. Kami juga sering di marahi karena pakaian kami jadi kotor" dia menceritakannya dengan tawa yang samar


Dari suara Mina, Juvelian bisa merasakan betapa Mina merindukan masa kecilnya.


Menoleh ke Juvelian, dia bertanya "Kalau kau. Pernah piknik di sini?"


"Kayaknya pernah, deh"


Tidak ada getaran, Juvelian melirik cepat. Cuman di baca, Juvelian yang melihatnya menatap dingin 'Setidaknya bilang terima kasih, kek!'


Sementara saat ini Joni berlari, dia berpikir jika menunggu taksi mungkin akan lama jadi tanpa pikir panjang dia segera berlari


"Kok, kayaknya sih?" tatapan curiga


"Mungkin karena masih kecil aku tidak terlalu ingat" sementara dalam hati dia berkata 'Aku dan ibu Mira sering ke sini dengan Lilian waktu kecil'


"Mungkin. Ingatanku waktu kecil juga samar tapi perasaanku masih mengingatnya" kata Mina dengan tersenyum lebar


"Ups" Mina tersentak, sambil mengaruk kepala "Terdengar kekanakan, ya? Soalnya waktu kecil aku manggilnya papa bukan ayah"


Juvelian membalas "Nggak kok, aku juga panggil papa"


Lalu tanpa ragu Mina menceritakan masalah dalam keluarganya


"Hubungan kami menjadi buruk waktu aku naik kelas 7"


Joni yang sudah menemukan mereka segera berlari lebih cepat tapi berhenti mendengar cerita Mina


"Papaku maksudku ayahku mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang lebih tinggi di luar negeri tapi hanya bisa pulang sebulan sekali lalu semakin jarang sampai setahun sekali. Aku sempat geram tapi menahannya karena ayah sibuk berkerja" tambahnya


"Tapi suatu hari, ayah menelepon kami meminta kami ikut bersama tinggal di sana.


Ibu lalu marah dan bertengkar dengan ayah, aku jadi membenci ayah. Meski ayah sering mengirim uang dengan jumlah besar tapi aku nggak bahagia, aku merindukan sosok ayah" suaranya semakin pelan


Dengan ragu Juvelian melontarkan pertanyaan "Apa mereka-"


"Tidak. Mereka tidak bercerai hanya hidup berpisah"

__ADS_1


'Aku tahu ibu terkadang berbicara dengan ayah'


"Meski ayah mengirim uang secara teratur, Ibu lebih suka bekerja dan aku lebih sering sendirian di rumah.


Makanya begitu membaca novel aku jadi tergila- gila pada novel!"


Sambil berbicara dia mengeluarkan buku dari tasnya "Terutama novel ini 'HAPPY ENDING' dari judulnya aja uda misterius, aku selalu penasaran ini singkatannya dari apa"


'Bukannya itu artinya akhir bahagia? Ah, di dunia ini hanya ada satu bahasa bagaimana bisa ada bahasa inggris. Apa dia seorang penjelajah antar dunia?' sementara Mina mengoceh Juvelian tenggelam dalam pikirannya


"Tapi penulisnya lebih misterius karna cuma tau nama samarannya 'Nona L'


Cerita yang dia tulis- argh aku nggak harus nyentuhnya apa luar biasa deh!"


"Lalu aku di ajak ibu ke tempat kerjanya aku ketemu nona Luxia di hari itu juga.


Karena tawaran dari nona Luxia aku jadi bekerja padanya meski ada rintangan yang di lalui"


Joni yang merasa pembicaraan mereka akan berlangsung lama jadi dia mundur dan muncul sambil berlari lalu berhenti di depan mereka dengan terengah- engah


"Mihhhna, Pulang sekolah bukannya langsung pulang malah keluyuran sampai jam segini" Mina menutup telinga


"Suka sukak hati lu aja ganti nama orang. Yang benar Mina bukan Mihna"


"Jangan mengalihkan pembicaraan dengan namamu di tambah 'h' "


Juvelian melirik keduanya dengan senyum aneh


Perkelahian mereka berhenti dengan suara drum perut Mina


"Em, gimana kalau kita makan dulu sebelum pulang?"


Juvelian langsung menolak "Nggak deh. Aku langsung pulang aja uda di tunggui"


"Da-dah~" langsung kabur


'Mana mungkin aku membiarkan kesempatan ini, berlayarlah kapal kalian"


Mina menatap Joni "Kau yang bayar, ya. Utang es krimmu masih ada (Kejadian waktu SD)" sambil menepuk bahu Joni dengan melompat


Mengeluarkan kartu dengan perasaan nggak enak, Joni menatap kosong 'Uang jajanku bisa lenyap'


"Joni, Buruan! kita ke sana!" jerit Mina yang sudah jauh dengan senyuman ceria

__ADS_1


Joni yang melihatnya mendengus


__ADS_2