Bantu Aku Merubah Takdirku

Bantu Aku Merubah Takdirku
Bab 94


__ADS_3

Melihat keadaan Rudan seperti itu tadi Juvelian heran 'Apa dia punya ingatan buruk? aku harus lebih hati hati' pada saat sama Rudan bergumam "Itu tidak mungkin terjadi lagi"


Berpegangan tangan di dalam kafetaria yang ramai ini dan hanya fokus satu sama lain seolah olah dunia milik berdua membuat beberapa orang di meja di mereka jijik terutama Jiho


Suasana romantis mereka terasa sampai ke sekitar, mereka hanya berekspresi seakan mengatakan 'Apa kalian perlu menunjukkan kalau kalian pacaran di depan kami yang masih jomblo ini?'


Nine hanya tersenyum melihat hubungan baik mereka selama ini, Ian yang memang tidak peduli dengan apa pun menatap datar sebentar dan kembali ke makanannya


Di sisi lain Jiho yang melihat mereka seperti tidak terima dan mendecak, kayaknya dia mau ganggu mereka deh


Dia bertanya pada Juvelian dengan nada menyebalkan khasnya" Emangnya kau anak kecil?"


'Dia mau apa lagi sih?' pikir Juvelian yang kesal seketika, dia sudah mengenal Jiho cukup lama kalau dia cara bicaranya lagi kayak gitu dia pasti mau cari masalah


"Dasar pengganggu" bergumam dengan suara merendahkan dan akan membunuh orang itu


Juvelian tersentak, dia bukan kaget dengan kata 'dasar pengganggu' tapi pada nada bicaranya, Rudan yang dia kenal biasanya tersenyum hangat


"Bahkan anak kecil pun bisa minum dengan baik" kata Jiho yang meledek Juvelian tanpa rasa bersalah, Juvelian nggak terpengaruh


"Anjing saja lebih rapi dari mu"


"Kau lah anjingnya"


"Pftt"


kesal mendengarnya, Juvelian mengepal tangannya dengan kuat sambil membayangkan dirinya meninju Jiho berkali kali sampai pingsan


'Tahan Juvelian jangan emosian dulu, ingat yang meledak duluan dia yang kalah'


Alexia yang duduk di ujung terlihat tertarik dia seperti sedang menyaksikan adengan


yang nggak boleh di lewatkan


Membuang napas dengan lembut, Juvelian


membalas perkataan Jiho dengan tenang sambil tersenyum lebar "Tuan Jiho, apa anda akan mati jika tidak mengganggu orang lain satu hari saja?"


Jiho memamerkan seringai karena dia sudah menantikan nya kemudian membalas dengan tersenyum palsu di bibirnya "Iya, aku akan mati kalau tidak mengganggu orang lain sehari saja"


Juvelian memasang ekspresi jijik dan pada detik kemudian dia terkejut dengan seseorang yang tiba tiba memeluk nya


"Mama~" katanya dengan suara hangat


dan nada lembut yang memanggil Juvelian

__ADS_1


Mengintip dari belakang Juvelian, dia bertanya dengan senyum nakal "Om apa anda tidak punya kerjaan lain?"


"O.. om...?" ucap Jiho dengan wajah tercengang, seumur hidup nggak pernah di ejek kayak gitu, mereka menahan tawa sebisa mungkin bahkan Nine yang selalu tersenyum hampir kehilangan senyumnya


Juvelian bisa menduga siapa orang itu kemudian berbalik dan mengelus kepala Arin "Anakku memang pintar~"


Dari suasana antara sepang kekasih berubah menjadi ibu dan anak, Arin terlihat menyukai kepalanya yang di elus dengan lembut


Bagi orang lain ini terlihat aneh tapi Ini sudah jadi kebiasaan mereka dari tahun lalu, Juvelian awalnya terpaksa karena tatapan Arin yang berharap tapi jadi ritual kalau Arin sudah bersiap manja


"Jiho ambilkan makanan untuk Arinku yang manis ini"


"Kau tau kan anggota OSIS masih ada di sana?"


Karena jumlah siswa siswi di sekolah ini lumayan banyak biasanya pasti akan terjadi keributan kalau sedang sesi pengambilan makanan


Terkadang mereka malas untuk mengantri karena pasti lama banget jadi akan berebut dan antrean nya jadi kacau


Setidaknya ada 2 anggota OSIS akan turun tangan secara bergantian sesuai jadwal mereka dan mengawasi mereka dengan memegang senapan (Tenang saja, itu hanya senapan mainan yang mereka buat)


"Makanya aku menyuruh mu ke sana"


"Hei-" sebelum Jiho mengucapkan kata selanjutnya Arin memotongnya


"Te-" di potong lagi


"Tadi memang ada tapi uda habis semua, klub memasak bagi pie susu sama donat di depan waktu kami baru datang"


Juvelian mengeluarkan sesuatu dan menyimpannya di dalam genggamnya segera memberinya pada Arin di telapak tangannya


Penasaran dengan sesuatu yang Juvelian berikan dia menggenggam nya sedikit kuat dan menyadari apa itu "Ini-!"


Juvelian segera mengedipkan satu matanya dengan senyum tipis 'Ini rahasia', saat mengambil pie dengan tangan kiri


Tangan kanan Juvelian yang di kaitkan dengan tangan kiri Rudan berhasil menyelinap dan mengambil pie satu lain tanpa ketahuan


Jiho yang dari tadi di abaikan akhirnya menemukan celah sekarang "Apa kau nggak takut kalau aku menaruh sesuatu di makanan Arin?"


"Jiho, bukannya kau yang akan jadi tersangka utamanya" kata Lilian dengan keduanya yang menyilangkan


Juvelian setuju dan berubah ke mode wartawan, dia menggunakan tangannya sebagai pengganti mik dan Arin menjadi kamerawan


"Ehm- Putra tunggal perusahaan ternama di tangkap atas dugaan memasukkan sesuatu ke makanan teman perempuannya"


Lilian muncul di antara Juvelian dan Arin dengan mata berair "Teman saya, sekarat karena makanan dari lelaki mesum itu"

__ADS_1


Bukan hanya Alexia yang kagum sampai bertepuk jari tapi yang lain juga tercengang dengan air mata yang keluar


Mengarahkan tangan ke Jiho, dia kembali bertanya dengan suara yang berbeda "Tuan Jiho, apa benar anda adalah orang mesum? tolong berikan tanggapan anda"


"Baiklah, baiklah tapi tolong hentikan drama kalian, nanti aja waktu ada acara sekolah kalian berdrama"


Melihat Jiho yang pergi ke terpaksa, mereka memberikan tos dan duduk kembali, Rudan mengarahkan bibirnya ke telinga Juvelian dengan cepat


Gerakannya terlalu sampai Juvelian baru menyadari ketika dia berbisik "Jujuku ternyata anak yang nakal ya~", wajah Juvelian sedikit memerah


Kalian pasti heran kenapa Juvelian menyuruh Jiho padahal dia tau Jiho tidak akan mendengarnya meski sekarang dia melakukannya karena terpaksa


Ini di mulai dari tadi, ketika sampai di dalam kelas Juvelian dan Alan menyapa teman sekelas mereka yang datang lebih dulu


"Pagi"


"Pagi!" balas mereka semua


Berjalan ke tempat duduk mereka, Juvelian melihat ke kursi di belakangnya kursi itu masih kosong, dia tersenyum sedih tanpa sadar


Dia duduk dan mengeluarkan kertas gambar, melihat hal itu Jiho mendatangi meja mereka namun bukan dengan niat baik


"Juvel, kau mau lihat sketsa gambarku?"


"Gak" langsung jawab


segera Juvelian mengganti jawaban karena Jiho pasti akan terus mengganggunya


"Terserah, mana?"


Jiho menyerahkan gulungan kertas yang cukup panjang ke tangga Juvelian dengan perasaan bangga


"Kau lihatlah maha karya ku ini"


Juvelian memperhatikan gambar itu dengan seksama dan mengucek matanya


"Ini apaan? cacing?"


Jiho kesal seketika begitu sketsa gambarnya di hina "Apa matamu buta? itu naga"


Juvelian yang bingung mengangkat kertas itu ke atas dan membaliknya berkali kali kemudian bertanya tanya dari sisi mana itu terlihat seperti naga di matanya hanya terlihat garis nggak jelas


"?? ini naga? serius?"


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2